Tragedi di Kebumen: Ibu dan Anak Tewas, Satu Anak Selamat
Sebuah tragedi yang menyedihkan terjadi di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Seorang ibu berinisial AA (44) dan anak bungsunya, AT (5), ditemukan tewas dengan kondisi menggantung di rumah mereka pada Selasa malam (6/1/2026). Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama anak sulung korban yang bernama AZ (8), yang berhasil selamat meski sempat terlibat dalam kejadian tersebut.
Anak Sulung Selamat, Tapi Trauma
AZ, yang masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, harus hidup sendirian setelah ayahnya pergi entah ke mana sejak dua tahun lalu. Ayah AZ diketahui sudah menikah lagi dan tidak memberikan nafkah atau komunikasi yang baik kepada keluarga. Hal ini membuat AZ tinggal sendirian dan menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat dari tragedi tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kebumen, Arum Dwi Lestari, menyampaikan bahwa AZ masih membutuhkan pendampingan intensif. Anak tersebut menunjukkan gejala trauma seperti mudah cemas dan takut terhadap orang asing. Pendampingan dilakukan melalui permainan dan komunikasi ringan untuk membantu AZ melewati masa sulit ini.
Penyebab Tragedi: Tekanan Ekonomi dan Konflik Rumah Tangga
Berdasarkan hasil penelusuran awal, polisi menemukan indikasi tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga yang telah berlangsung lama. AA diduga mengalami depresi setelah ditinggalkan suaminya selama dua tahun tanpa kepastian nafkah. Hal ini mungkin menjadi pemicu keputusan tragis yang diambil oleh ibu tersebut.
Menurut Kapolsek Buayan, Iptu Walali Saebani, keberanian dan naluri bertahan hidup AZ menjadi faktor penting yang menyelamatkan nyawanya. Bocah itu berhasil kabur setelah menolak diajak ibunya mengakhiri hidup. AZ kemudian melaporkan kejadian tersebut ke sang paman.
Pernyataan Menteri PPPA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan dukacita mendalam atas kejadian ini. Menurutnya, kasus ini sangat memilukan, terutama karena salah satu anak korban selamat dan melihat peristiwa tersebut. Arifah mengapresiasi langkah kepolisian yang segera melakukan investigasi dan memastikan kondisi AZ.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan AZ mendapatkan perlindungan melalui layanan pemulihan dan pendampingan. Selain itu, dugaan penelantaran oleh ayah korban menjadi perhatian pihak berwenang. Ayah AZ dapat dijerat dengan beberapa pasal hukum terkait perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga.
Bantuan untuk Orang yang Mengalami Depresi
Tragedi ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental dan ketahanan keluarga. Jika seseorang mengalami depresi dan merasa tidak ada orang yang bisa dibantu, jangan sampai memutuskan untuk mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan untuk meringankan rasa keresahan. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengunjungi website Into the Light Indonesia di alamat berikut: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/layanan-konseling-psikolog-psikiater/.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah menegaskan bahwa pendampingan lintas sektor akan terus dilakukan untuk memastikan kesejahteraan AZ. Hal ini mencakup pendekatan psikologis, sosial, dan hukum untuk memastikan bahwa anak tersebut mendapat perlindungan yang layak.
Selain itu, pihak berwenang juga akan memperkuat program-program pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan perlindungan anak. Ini bertujuan agar kejadian serupa tidak terulang di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Tragedi di Kebumen menjadi peringatan keras akan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan keluarga. Kasus ini menunjukkan bagaimana tekanan ekonomi dan konflik rumah tangga bisa berdampak buruk jika tidak ditangani dengan baik. Dengan pendampingan yang tepat dan kesadaran masyarakat yang lebih tinggi, harapan besar dapat diwujudkan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.


