Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 29 Januari 2026
Trending
  • Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu
  • Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan
  • Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026
  • Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak
  • 5 Tempat Jogging di Surabaya untuk Olahraga Ringan Setelah Kerja
  • Kompolnas: Kasus Suami Korban Jambret Jadi Peringatan untuk Polisi
  • Sifat Raymond/Joaquin Dikagumi Ganda Malaysia Pasca Final Indonesia Masters 2026
  • Apakah Gym Termasuk Olahraga? Cek Fakta Penting!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Beranda » Ahli forensik soroti pernyataan polisi, motif berbeda, pengakuan pelaku belum cukup bukti
Hukum

Ahli forensik soroti pernyataan polisi, motif berbeda, pengakuan pelaku belum cukup bukti

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover11 Januari 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penangkapan Pelaku Pencurian dan Kaitannya dengan Kasus Pembunuhan

Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri menyoroti klaim yang disampaikan oleh pihak kepolisian terkait penangkapan pelaku pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon. Menurutnya, pengakuan pelaku pencurian belum otomatis menjadikannya sebagai pelaku pembunuhan MAHM (9), anak dari seorang petinggi PKS Kota Serang.

Reza menekankan bahwa motif dan kondisi psikologis dari dua kejadian tersebut sangat berbeda. Diketahui, kasus pembunuhan MAHM sempat mengejutkan warga Kota Cilegon. Anak dari Maman Suherman ditemukan meninggal dunia di kediamannya yang berada di Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kelurahan Ciwaduk, pada Selasa, 16 Desember 2025.

Kekerasan yang dialami korban membuat kasus ini menjadi sorotan publik dan mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum. Beberapa minggu setelah kejadian tersebut, HA, yang kemudian disebut polisi sebagai pelaku, tertangkap warga saat diduga mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon dua periode, Roisyudin Sayuri.

Penangkapan ini memicu pertanyaan mengenai motif dan konsistensi tindakan pelaku, karena di lokasi pembunuhan sebelumnya tidak ditemukan adanya unsur keuntungan material dari aksi kejahatan.

Pendapat Reza Indragiri

Reza Indragiri menekankan bahwa klaim polisi harus didukung bukti yang lebih komprehensif. “Tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah anggota PKS. Rumah itu merupakan TKP pembunuhan. Tapi orang yang polisi sebut sebagai pelaku pembunuhan itu kini ditangkap saat sedang berusaha mencuri di rumah anggota DPRD,” ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Minggu (4/1/2025).

“Dua kejadian ini memiliki motif berbeda, dan kondisi psikologis pelaku pasca melakukan tindakan ekstrem seperti pembunuhan bisa membuat perilakunya tidak mudah diprediksi,” sambungnya. Ahli ini juga mengingatkan risiko coerced false confession, yakni pengakuan palsu yang muncul akibat tekanan atau interogasi langsung setelah penangkapan.

Reza menekankan pentingnya polisi untuk menyiapkan dua alat bukti yang jelas, seperti DNA, sidik jari, atau bukti fisik lain, agar proses hukum tetap proporsional dan akurat. “Begitu cepatnya polisi mengumumkan pelaku pencurian adalah juga pelaku pembunuhan, terindikasi kuat itu bersumber dari pernyataan si pelaku pencurian saat diinterogasi awal oleh polisi,” katanya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menindaklanjuti kedua kasus tersebut secara terpisah, yakni kasus pembunuhan anak PKS dan dugaan pencurian di rumah Roisyudin Sayuri. Pakar forensik menegaskan agar proses hukum berjalan profesional, menghindari tekanan terhadap pelaku, dan memastikan setiap klaim didukung fakta sebelum diumumkan ke publik.

“Saya mendukung polisi mengungkap kasus pembunuhan dan kasus pencurian di dua lokasi tersebut. Tapi sekedar mengingatkan, proses hukum tidak cukup mengandalkan pengakuan si pelaku pencurian,” katanya. “Apalagi jika ia mengalami guncangan pasca ditangkap polisi di TKP pencurian, maka keterangan seketika yang keluar dari mulutnya tidak serta-merta layak dipercaya,” tambahnya.

Menurut pandangannya, pelaku ditangkap sesaat setelah melakukan dugaan pencurian, dalam kondisi psikologis yang masih shocked atau terguncang. “Dalam kondisi shocked, pelaku dicecar pertanyaan oleh sekian banyak polisi sesaat setelah diamankan dari TKP pencurian. Apalagi jika cecaran pertanyaan disertai dengan kekerasan,” ujar Reza. Ia menilai, perlakuan polisi justru bisa menjadi latar belakang bagi pelaku pencurian untuk mengaku-aku sebagai pelaku pembunuhan, meskipun kenyataannya belum terbukti.

Sosok Pelaku HA

Dede menduga HA adalah spesialis pencuri rumah mewah yang kosong atau tidak berpenghuni. Lalu berdasarkan SIM-nya, HA ternyata seorang karyawan di sebuah perusahaan ternama. “Sepertinya dia spesialis rumah kosong dan rumah mewah. Dilihat dari SIM dan kartu anggota serikat, dia seorang pekerja, karyawan Chandra Asri. Padahal gajinya lumayan, tapi kok mencuri,” ucap Dede.

Hal tersebut dibenarkan oleh Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan. HA yang merupakan warga Palembang adalah pegawai di perusahaan ternama di Cilegon. “Benar terduga pelaku merupakan salah satu karyawan dari perusahaan swasta,” katanya.

Penangkapan Dramatis

Dede menyebut HA pertama kali mendatangi dan mencuri di rumah Roisyudin Sayuri, pada Minggu (28/12/2025). “Hari Minggu (28/12) itu terjadi pencurian. Yang hilang perhiasan, dan brankas sudah berada di luar rumah dibawa menggunakan kursi roda, tetapi belum sempat diambil dan akhirnya ditinggalkan,” ucap Dede.

Ia menceritakan bahwa brankas hasil curian yang tertinggal itu membuat pelaku kembali ke rumah Roisyudin Sayuri untuk melakukan aksi pencurian kedua kalinya. “Pada momen Tahun Baru, rumah kembali sepi. Nah, pada Jumat siang itu kebetulan ada asisten rumah tangga (ART) di rumah. Pelaku ini sepertinya melanjutkan aksinya karena sebelumnya belum berhasil membongkar brankas,” jelasnya.

Pada aksi kedua tersebut, pelaku kepergok oleh ART yang sedang membersihkan rumah majikannya. Pelaku panik dan melarikan diri, namun terpeleset. Tak lama kemudian, ART menghubungi warga setempat dan pihak kepolisian. “Pada hari Jumat itu, dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas. Di dalam rumah dia sudah memegang semua kunci kamar, lalu ketahuan oleh ART yang sedang bersih-bersih. ART berteriak dan pelaku langsung lari,” tuturnya.

“Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh. ART kemudian meminta tolong dan menelepon saudara saya yang sedang liburan di luar kota. Saudara saya lalu menghubungi warga, karyawan, termasuk menelepon polisi. Pelaku akhirnya bersembunyi di dalam rumah dan tidak bisa keluar. Saat ditangkap, sudah ada darah, kemungkinan lecet karena membentur tangga,” kata Dede.

Dede mengaku penangkapan pelaku berlangsung dramatis karena pelaku sempat menodongkan pistol kepada warga. “Karena pelaku membawa pistol, warga tidak berani langsung menangkap karena takut ditembak. Ternyata setelah ditangkap, pistol tersebut pistol mainan jenis pistol gas. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob langsung datang,” jelasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

915 Kontainer Limbah B3 Tertahan di Batu Ampar, BP Batam Minta Kejelasan Pusat

28 Januari 2026

WNI Tertipu Scam di Kamboja

28 Januari 2026

Pria Bekasi Dianiaya Saat Warung Dirampok

28 Januari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Giveaway Disangka Settingan, Willie Salim: Ini Bentuk Hiburan, Bukan Niat Menipu

29 Januari 2026

Lima Tanda Serangan Jantung Saat Olahraga yang Sering Diabaikan

29 Januari 2026

Indonesia Masters 2026 – Alwi Farhan Belajar dari Kekalahan Lawan Chen Yu Fei untuk Tampil di Thailand Masters 2026

29 Januari 2026

Gol Penentu Kemenangan Guinho di Laga Persib Bandung vs PSBS Biak

29 Januari 2026
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?