Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 14 Maret 2026
Trending
  • Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano, Head-to-Head dan Statistik La Liga
  • Kultum Menarik dan Kreatif untuk Bulan Ramadhan 2026
  • Mobil Hybrid Terjangkau di IIMS 2026, XL7 dan Veloz Jadi Pusat Perhatian
  • Panduan Battlensuit Baru Raiden Mei Honkai Impact 3rd 8.7: Serangan Maut
  • Ramadan 2026: Semangat Ekonomi yang Berkobar
  • Fakta Kematian Gita Akibat Sengatan Listrik, Dua Polisi Diduga Terlibat, Makam Dibongkar
  • Pandangan: Jokowi dan KDM
  • Garuda Panggil Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026, Termasuk Kiper Borneo FC
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Meski IHSG Menguat, Investor Masih Waspada
Ekonomi

Meski IHSG Menguat, Investor Masih Waspada

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Meski IHSG Menguat, Investor Masih Waspada
ilustrasi(Dok.MI)

HEAD of Research & Chief Economist Mirae Asset Rully Arya Wisnubroto mengungkapkan setelah melemah dua hari berturut-turut, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami rebound, Rabu (4/6), sebesar 0,3% menjadi 7.069.  Kendati demikian, penguatan IHSG masih dibayangi aksi jual asing. Investor asing kembali mencatatkan net sell, kali ini sebesar Rp440,2miliar.

“Kami melihat memang sepertinya asing masih berhati-hati dalam melihat perkembangan ekonomi Indonesia yang mulai menunjukkan pelemahan,” ujar Rully dalam keterangan resmi, Kamis (5/6).

Indikator pelemahan ekonomi tersebut

ditunjukkan oleh penurunan signifikan surplus neraca perdagangan, serta indikator PMI manufaktur yang menunjukkan kontraksi selama dua bulan berturut-turut.   

Baca juga : IHSG Melemah 0,53 Persen Pekan Ini

Meskipun ia mengatakan ada penurunan suku bunga acuan atau BI rate padaMei yang menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan IHSG bulan lalu, dianggap belum akan mampu mendorong pelemahan ekonomi dalam jangka pendek dan menengah. Ini karena transmisi kebijakan moneter membutuhkan waktu paling cepat satu semester untuk dapat berdampak positif terhadap perekonomian. 

Sementara itu, lanjut Rully, di tengah prospek penerimaan negara yang menurun, pemerintah berhati-hati dalam memberi stimulus fiskal. Realisasi belanja pemerintah masih tergolong rendah, sampai dengan April 2025 baru mencapai 22,3% terhadap total anggaran. 

Sedangkan, paket stimulus sebesar Rp24,4triliun oleh pemerintah, dinilai sulit mendorong perekonomian secara signifikan.

Baca juga : IHSG Naik Solid 6,4 Persen di Sepanjang Mei 2025

“Kebijakan stimulus tersebut hanya untuk menahan supaya tidah terjadi perlambatan ekonomi terlalu signifikan,” ungkapnya.

  

Lebih lanjut, Rully menjelaskan saham-saham yang membantu penguatan IHSG kemarin adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). Sementara saham-saham unggulan kembali melemah, untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Astra International Tbk ()ASII. 

IHSG saat ini berada dalam tren naik yang cukup solid, didukung oleh nilai slope positif sebesar 26.45 dan R-squared tinggi di 0.8677, yang mencerminkan kestabilan arah pergerakan dalam 30 hari terakhir.

“Support kuat IHSG diramalkan berada di 7,021 dan 6,973, sementara resistance utama berada di 7,153 dan batas atas kanal tren di 7,411,” jelas Rully.

Secara keseluruhan, kondisi teknikal IHSG dianggap masih mendukung kelanjutan tren naik, namun perlu konfirmasi lebih lanjut dari indikator momentum. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap sentimen pasar global yang dapat memengaruhi arah dalam jangka pendek. (H-4)

IHSG Investor Masih Menguat Meski Waspada
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Ramadan 2026: Semangat Ekonomi yang Berkobar

14 Maret 2026

Pemerintah AS siapkan sistem pengembalian pajak impor dalam 45 hari

13 Maret 2026

Strategi Persiapan Dana Pendidikan Anak 2026: Hitung Estimasi dan Lawan Inflasi

13 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano, Head-to-Head dan Statistik La Liga

14 Maret 2026

Kultum Menarik dan Kreatif untuk Bulan Ramadhan 2026

14 Maret 2026

Mobil Hybrid Terjangkau di IIMS 2026, XL7 dan Veloz Jadi Pusat Perhatian

14 Maret 2026

Panduan Battlensuit Baru Raiden Mei Honkai Impact 3rd 8.7: Serangan Maut

14 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?