Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 29 April 2026
Trending
  • Saya Tak Bisa, Kisah Heroik Mayang Selamatkan Anak Terbawa Arus di Pantai Ujung Karang
  • Puluhan ribu jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi
  • Arsenal Kembali Puncaki Liga Inggris, Spurs Akhirnya Menang di Pekan ke-34
  • Tantangan Atalia Praratya di Pejompongan
  • Skandal Kekerasan Anak di Yogyakarta, DPR RI Turun Tangan Usut Kasus
  • Kurang Uang? Ini 3 Kebiasaan yang Menghambat Keuanganmu
  • WhatsApp Plus uji fitur berbayar, ini daftar fitur dan estimasi harganya
  • Zen di Jalan, Berkendara Tenang ala Kartini Modern
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Warga Sulit Dapat Kerja, DPR Pemerintah Harus Cari Jalan Keluar
Ekonomi

Warga Sulit Dapat Kerja, DPR Pemerintah Harus Cari Jalan Keluar

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Warga Sulit Dapat Kerja, DPR: Pemerintah Harus Cari Jalan Keluar
ANGGOTA Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago.(MI/Susanto)

ANGGOTA Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago menilai pemerintah harus mencari jalan keluar atau solusi terkait masalah sulitnya warga mencari pekerjaan saat ini. 

Irma menilai kesulitan pekerjaan, pabrik yang gulung tikar dan terjadinya pemutusan hubungan kerja, tak lepas kondisi global. Perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok, kata ia, membawa dampak buruk bagi negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. 

Ia mengatakan pemerintah tidak bisa disalahkan begitu saja dalam kondisi yang mengkhawatirkan ini. Namun, ia meminta pemerintah segera mencari solusi terutama terkait sulitnya mendapatkan pekerjaan. Salah satu solusinya ialah meningkatkan pendidikan vokasi. 

Baca juga : Rekrutmen Industri Serap Ribuan Tenaga Kerja

“Jika hal ini kemudian dianggap pemerintah tidak mampu menangani ketenagakerjaan rasanya kurang tepat. Namun, memang pemerintah mulai harus mencari jalan keluar, salah satunya dengan meningkatkan pendidikan vokasi pada anak muda kita yang kurang beruntung mendapatkan pendidikan formal,” kata Irma kepada Media Indonesia, Kamis (5/6).

Irma mengatakan dengan mendapatkan pendidikan vokasi, calon tenaga kerja memiliki keahlian yang dapat diserap oleh industri. 

“Dengan pendidikan vokasi keahlian anak-anak bangsa dapat meningkat dan dapat menenuhi permintaan pasar tenaga kerja nasional dan internasional,” katanya.

Baca juga : Pencegahan Tawuran Mesti Dibarengi Pemberdayaan Pengangguran

Sebelumnya, mayoritas masyarakat merasa kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan di pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal tersebut diketahui berdasarkan survei LSI Denny JA terkait 7 Bulan Prabowo-Gibran.

Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby mengatakan sekitar 60,8% responden merasa lebih sulit mendapatkan pekerjaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan 26,5% responden merasakan tidak ada perbedaan dengan pemerintah sebelumnya dan hanya 11% responden yang merasa mudah mendapatkan pekerjaan.  

“Publik merasakan saat ini 60,8% merasakan bahwa semakin sulit mendapatkan pekerjaan, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Adjie, saat konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/6).

Baca juga : Pemkab Bekasi Integrasikan Data Ketenagakerjaan untuk Tekan Angka Pengangguran

Adjie mengatakan isu lapangan kerja merupakan rapor merah bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menilai pemerintah harus melakukan upaya dalam mengatasi masalah ini untuk menekan persepsi negatif dari masyarakat. 

“Tentunya ini menjadi alarm bagi pemerintahan Prabowo-Gibran ya, bahwa dari aspek yang sangat penting, aspek yang menyangkut dengan rumah tangga sehari-hari masyarakat Indonesia, yaitu menyangkut lapangan pekerjaan, publik masih cenderung ada sentimen negatif,” katanya.

Diketahui, survei terhadap 7 bulan Pemerintahan Prabowo-Gibran ini menggunakan Multi-stage Random Sampling dengan jumlah responden 1.200. Survei melalui wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden. Adapun, margin of error sekitar 2,9%. (Faj/I-1)

Cari Dapat DPR harus Jalan Keluar Kerja Pemerintah Sulit warga
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kurang Uang? Ini 3 Kebiasaan yang Menghambat Keuanganmu

29 April 2026

Kasus Jusuf Hamka CMNP: Gugatan terhadap Hary Tanoesoedibjo dan BHIT

29 April 2026

Apakah Ekonomi Halal Dunia Mencapai US$3 Triliun Di Tengah Ketegangan Geopolitik?

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Saya Tak Bisa, Kisah Heroik Mayang Selamatkan Anak Terbawa Arus di Pantai Ujung Karang

29 April 2026

Puluhan ribu jemaah haji Indonesia tiba di Arab Saudi

29 April 2026

Arsenal Kembali Puncaki Liga Inggris, Spurs Akhirnya Menang di Pekan ke-34

29 April 2026

Tantangan Atalia Praratya di Pejompongan

29 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?