Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 22 Juni 2026
Trending
  • Ramalan Shio 22 Juni 2026: Anjing dan Naga Paling Beruntung
  • AI dalam seni dan hak cipta: mitos atau ancaman?
  • Dari Selatan Sulawesi ke Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Pertama
  • Disdukcapil Singkawang Umumkan 75,58 Persen Warga Miliki KIA pada 2026
  • 5 Alasan Orang Kesulitan Keluar dari Utang Konsumtif
  • Kabid BKAD Purwakarta Ditemukan Tewas, Rekan dan Keluarga Diperiksa
  • Wapres Gibran Pantau MBG di NTT, Ajak Guru Diskusi, 5 Mahasiswa Cek Dampak Program
  • Skor 2-1, Klasemen Terkini Timnas U19 Indonesia vs Vietnam di Piala AFF U19 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Keluarga Pasangan Tunanetra di Aceh Dapat Bantuan Rumah dari Jemaah Safari Subuh
Nasional

Keluarga Pasangan Tunanetra di Aceh Dapat Bantuan Rumah dari Jemaah Safari Subuh

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Juni 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

IndonesiaDiscover –

Keluarga Pasangan Tunanetra di Aceh Dapat Bantuan Rumah dari Jemaah Safari Subuh
Peletakan batu pertama rumah bantuan dari jemaah Safari. Subuh Masjid Al-Falah Sigli Pidie, Aceh untuk Keluarga Pasangan Tunanetra.(MI/Amiruddin Abdullah Reubee)

KELUARGA miskin dengan suami istri tunanetra di Kabupaten Pidie, Aceh, mendapat rumah bantuan dari jemaah Safari Subuh Masjid Al-Falah Sigli. Keluarga yang memiliki dua putri dan satu putra itu adalah dari pasangan suami-istri Sulaiman, 52, dan Rahmawati, 42.

Sang ayah dan sang ibu itu keduanya dalam tidak bisa melihat. Mereka hanya mengandalkan ketiga anaknya ketika hendak bepergian atau aktivitas lainnya. Sulaiman buta akibat kecelakaan tabrakan di waktu kanak-kanak, sedangkan istrinya Rahmawati awalnya hanya rabun sejak kecil.

Sulaiman Abubakar, kepada Media Indonesia, di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan rumah bantuan itu, Minggu (15/6) selepas subuh menuturkan, selama ini mereka menumpang tinggal di Rumah Mes Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Pidie. Meskipun kondisi konstruksi rumah kayu yang ditumpangi itu sudah lapuk dan uzur, lima orang sekeluarga itu tetap harus bertahan.

“Anak saya pertama Syifaurrahmi lahir 2006, sedang kuliah di STILES Universitas Jabal Ghafur. Dua lagi kembar, yaitu Nailul Al-Arif dan Naila Arifa, keduanya kelahiran 2013 baru lulus SD masuk kelas 1 SMP Negeri 1 Sigli. Demi untuk membiayai pendidikan tiga anak ini, terpaksa harus bertahan hidup apa adanya,” tutur Sulaiman yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Disabilitas Pidie (IPDP) itu.

Pasangan suami istri asal Pucok Alue Kabupaten Bireuen yang sudah lama merantau di Pidie ini, sekitar 20 tahun keluarganya hidup terlunta berpindah ke sana kemari. Awalnya mereka tinggal di panti sosial sekolah tunanetra Jabal Ghafur.

Setelah sekolah itu tutup paling sering berpindah tempat karena menyesuaikan dengan kemampuan biaya sewa atau kemampuan kontrakan.

Baru sekitar 12 tahun terakhir bertahan di Mes Panti Sosial Dinas Sosial Pemkab Pidie. Mereka tidak ada pilihan lain karena anak-anak mereka sudah sekolah dan keterbatasan biaya.

“Semua orang berimpian ingin memiliki rumah. Rasa bersyukur luar biasa ketika panitia pembangunan rumah dari jemaah Masjid Al-Falah Sigli menyampaikan kabar gembira. Tidak terjadi tanpa kehendak Allah. Insya Allah semua donatur yang membantu pembangunan rumah saya, semoga Allah akan membangun rumah mereka di kemudian hari,” kata Sulaiman yang diamini anak pertama Syifaurrahmi.

Pendiri Safari Subuh Masjid Al-Falah Sigli, Kabupaten Pidie, Teungku Amri Fahmi Anziz, mengatakan pembangunan rumah dhuafa ini melalui proses seleksi sangat meyakinkan. Calon penerima harus memiliki moral baik dan taat beragama.

Pihaknya tidak ingin para penerima bantuan itu mengecewakan para donatur. Apalagi sebagian besar penyumbang itu setiap membangun rumah dhuafa tetap menyisihkan sedekahnya patungan setiap bulan.

“Ini rumah bantuan ke-13 yang tersebar di 12 kecamatan. Mungkin dua pekan ke depan bertambah lagi ke kecamatan lainnya. Insya Allah seluruh 23 kecamatan di Kabupaten Pidie akan tersentuh semua asal memenuhi kriteria,” tambah Teungku Amri Fahmi lulusan doktor Caumlode Universitas Al-Azhar Kairo Mesir yang juga da’i Internasional tersebut. (MR/E-4) 

 

Aceh bantuan Dapat dari Jemaah keluarga pasangan rumah Safari Subuh Tunanetra
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Wapres Gibran Pantau MBG di NTT, Ajak Guru Diskusi, 5 Mahasiswa Cek Dampak Program

22 Juni 2026

5 Spot Foto Instagramable di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota yang Harus Kamu Kunjungi

22 Juni 2026

Profil Nur Alam, Mantan Gubernur Sultra yang Terlibat Korupsi, Umumkan Bergabung dengan PSI, Ketua DPP Bantah

22 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ramalan Shio 22 Juni 2026: Anjing dan Naga Paling Beruntung

22 Juni 2026

AI dalam seni dan hak cipta: mitos atau ancaman?

22 Juni 2026

Dari Selatan Sulawesi ke Toraja, GEAR ULTIMA Tuntaskan Etape Pertama

22 Juni 2026

Disdukcapil Singkawang Umumkan 75,58 Persen Warga Miliki KIA pada 2026

22 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?