Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 21 Mei 2026
Trending
  • Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026
  • Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik
  • Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti
  • Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH
  • Prediksi Final Piala FA: Chelsea vs Manchester City, Mengakhiri Kekalahan di Laga Penentuan
  • Perjalanan Karier Choi Siwon: Dari Idola ke Pengusaha
  • Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan
  • Moto3 Catalunya 2026: Tantangan Veda Ega Hadapi Pembalap Spanyol
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Petani Pidie Kesulitan Akses Pupuk Subsidi
Nasional

Petani Pidie Kesulitan Akses Pupuk Subsidi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kekurangan Pupuk Bersubsidi Menghambat Petani di Kabupaten Pidie

Petani di Kecamatan Mutiara dan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie mengalami kesulitan dalam memperoleh pupuk bersubsidi jenis Phonska (NPK) serta urea. Hal ini sangat mengganggu proses pertanian mereka karena pupuk merupakan kebutuhan utama untuk menyuburkan tanaman padi yang berusia antara 22 hingga 30 hari.

Kebutuhan akan pupuk ini tidak hanya terjadi di dua kecamatan tersebut, tetapi juga hampir semua kecamatan lainnya. Namun, ada tiga kecamatan yang tidak mengalami kelangkaan pupuk, yaitu Kecamatan Glumpang Baro, Glumpang Tiga, dan Keumala. Petani di wilayah tersebut lebih awal telah menggunakan pupuk sebelum kondisi krisis terjadi.

Penyebab Kelangkaan Pupuk

Menurut Hasballah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpang) Pidie, kelangkaan pupuk bersubsidi Phonska atau NPK dan urea mulai terjadi sejak sepekan terakhir. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penyaluran dari distributor kepada kios pengecer. Selain itu, tingginya permintaan dari petani juga turut memperparah situasi ini.

Hasballah mengungkapkan bahwa dirinya sudah melapor kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, saat berkunjung ke Aceh terkait ketidakcukupan pupuk bersubsidi di Pidie. Ia juga telah menyurati PT Pupuk Indonesia pada awal Januari 2026 agar segera menambah kuota pupuk bersubsidi untuk petani di Pidie.

Namun, hingga saat ini, pupuk bersubsidi masih sulit ditemukan di distributor maupun kios pengecer. Meskipun pupuk NPK didatangkan dari Surabaya, Jawa Timur, distribusi tetap mengalami kendala.

Upaya Distribusi Pupuk Melalui Jalur Laut

Direktur CV Alia Agro Persada, Jamaluddin, menjelaskan bahwa stok pupuk di Pidie sebenarnya tidak langka. Masalah utamanya adalah musibah banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025. Banjir tersebut menyebabkan jembatan utama sebagai penghubung putus, sehingga jalur pendistribusian pupuk melalui jalur darat terkendala.

Untuk mengatasi hal ini, Pupuk Indonesia berkomitmen untuk melakukan pendistribusian pupuk bersubsidi di wilayah Kabupaten Pidie melalui jalur laut. Pada pekan ketiga hingga keempat Desember 2025, kapal membawa 900 ton urea dan 800 ton NPK mendarat di pelabuhan Malahayati. Pupuk kemudian dibawa ke gudang lini III Pidie untuk selanjutnya didistribusikan ke PPTS.

Kondisi Terkini Stok Pupuk

Pada pekan pertama Januari 2026 hingga saat ini, pendistribusian pupuk sudah mulai normal lewat jalur darat. Meski demikian, di jembatan Kutablang Bireuen masih terjadi antrean.

Jamaluddin menyebutkan bahwa hingga 14 Januari 2026, stok pupuk subsidi di gudang lini III Kabupaten Pidie mencapai 180 ton urea. Saat ini, 180 ton urea dalam perjalanan dibawa truk. Begitu juga, 120 ton NPK bersama 150 ton urea masih diangkut truk dalam perjalanan.

Selain itu, PUD CV Tuah Tamita sudah melakukan penebusan di wilayah kerja Kecamatan Peukan Baro terhadap 65 ton pupuk urea dan 57,5 ton NPK.

Kesimpulan

Masalah kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Pidie masih menjadi tantangan bagi petani. Meski upaya distribusi melalui jalur laut dilakukan, kondisi ini tetap menghambat aktivitas pertanian. Petani sangat membutuhkan bantuan lebih lanjut dari pemerintah dan distributor agar kebutuhan pupuk dapat terpenuhi secara merata.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026

Ramalan Zodiak Aries dan Taurus 16 Mei 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, dan Keuangan

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Snapdragon vs Tensor: Perbandingan Chipset Foldable Samsung Galaxy Z Fold6 vs Google Pixel Fold 2026

20 Mei 2026

Prabowo, Dolar, dan Kekacauan Komunikasi Publik

20 Mei 2026

Jakarta Darurat Perampokan, 4 WNA Jadi Target: Pramono Diminta Tindak Lanjuti

20 Mei 2026

Melihat perjuangan Prabowo lindungi aset negara melalui Satgas PKH

20 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?