Nasional Cak Imin Janjikan Perubahan di Bidang Pertanian

Cak Imin Janjikan Perubahan di Bidang Pertanian

46
0

IndonesiaDiscover –

CALON wakil presiden pasangan nomor 1, Muhaimin Iskandar menyoroti soal impor produk pertanian dan tata kelola pertanian.

“Indonesia masih sangat bergantung pada impor dari negara lain. Padahal, kita mampu memproduksi kebutuhan pokok di bidang pertanian itu,” ujarnya, saat bertemu petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/1).

Dia mencontohkan impor beras. Impor tetap dilakukan dalam jumlah besar, meski petani Indonesia bisa memproduksi padi dengan jumlah memadai.

Baca juga: UGM: Sektor Pertanian Alami Banyak Masalah

Ada pihak-pihak di pemerintahan yang hobi impor. Saat panen pun, ujarnya, mereka tetap melakukan impor. “Dalam 10 tahun terakhir, petani menderita karena aktivitas impor ini. Memang ada pihak yang memanfaatkan impor untuk keuntungan sendiri,” tegasnya.

Cak Imin berjanji praktik impor ini akan dislepet jika pasangan nomor 1 menang. “Yang hobi impor ini yang pertama kali akan kita slepet,” tandasnya.

Pada pertemuan itu, Gus Imin juga mendengarkan sejumlah keluhan dari para petani. Keluhan terbanyak soal kelangkaan dan mahalnya harga pupuk.

Selain itu, petani juga mengeluhkan soal harga jual yang rendah atas hasil produksinya. Cak Imin pun menjanjikan akan melakukan perubahan tata kelola produksi pertanian, jika terpilih.”Kalau Amin menang, kami akan ambil alih. Seluruh produk pertanian akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Produksi pertanian akan dibeli pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: Dongkrak Produktivitas, Anies Dorong Modernisasi Pertanian

Pada hari yang sama, Gus Imin juga menemui kader penggerak tempat pemungutan suara (TPS) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bandung. Dia mengakui soliditas dan semangat para kader.

“Kerja keras ini merupakan bagian dari ibadah. Kemenangan Amin menjadi jalan mewujudkan kemaslahatan, seperti yang diperintahkan agama,” tambahnya. (Z-6)

CALON wakil presiden pasangan nomor 1, Muhaimin Iskandar menyoroti soal impor produk pertanian dan tata kelola pertanian.

“Indonesia masih sangat bergantung pada impor dari negara lain. Padahal, kita mampu memproduksi kebutuhan pokok di bidang pertanian itu,” ujarnya, saat bertemu petani di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/1).

Dia mencontohkan impor beras. Impor tetap dilakukan dalam jumlah besar, meski petani Indonesia bisa memproduksi padi dengan jumlah memadai.

Baca juga: UGM: Sektor Pertanian Alami Banyak Masalah

Ada pihak-pihak di pemerintahan yang hobi impor. Saat panen pun, ujarnya, mereka tetap melakukan impor. “Dalam 10 tahun terakhir, petani menderita karena aktivitas impor ini. Memang ada pihak yang memanfaatkan impor  untuk keuntungan sendiri,” tegasnya.

Cak Imin berjanji praktik impor ini akan dislepet jika pasangan nomor 1 menang. “Yang hobi impor ini yang pertama kali akan kita slepet,” tandasnya.

Pada pertemuan itu, Gus Imin juga mendengarkan sejumlah keluhan dari para petani. Keluhan terbanyak soal kelangkaan dan mahalnya harga pupuk.

Selain itu, petani juga mengeluhkan soal harga jual yang rendah atas hasil produksinya. Cak Imin pun menjanjikan akan melakukan perubahan tata kelola produksi pertanian, jika terpilih.”Kalau Amin menang, kami akan ambil alih. Seluruh produk pertanian akan menjadi tanggung jawab pemerintah. Produksi pertanian akan dibeli pemerintah,” tegasnya.

Baca juga: Dongkrak Produktivitas, Anies Dorong Modernisasi Pertanian

Pada hari yang sama, Gus Imin juga menemui kader penggerak tempat pemungutan suara (TPS) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bandung. Dia mengakui soliditas dan semangat para kader.

“Kerja keras ini merupakan bagian dari ibadah. Kemenangan Amin menjadi jalan mewujudkan kemaslahatan, seperti yang diperintahkan agama,” tambahnya. (Z-6)

 

Tinggalkan Balasan