Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 15 Mei 2026
Trending
  • Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya
  • Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi
  • Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan
  • 20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban
  • Hakim Putuskan Donna Faroek 4 Tahun Bui, Pengacara Sebut Kliennya Kelelahan Jalani Proses Hukum
  • Jadwal Final Thailand Open 2026: Leo/Daniel Hadapi Lai Po Yu/Tsai Fu Cheng
  • NasDem Belum Putuskan Pengganti RMS, Tobo: Darah PSI Sudah Mengalir
  • Iran Tanggapi Usulan Damai AS, Fokus Awal Berhentikan Perang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Masukan Bahlil, Prabowo Pertimbangkan Hentikan Impor Solar Tahun Depan
Ekonomi

Masukan Bahlil, Prabowo Pertimbangkan Hentikan Impor Solar Tahun Depan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover21 Desember 2025Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia akan berhenti mengimpor solar dari luar negeri mulai tahun depan. Selain itu, ia menargetkan dalam empat tahun ke depan, Indonesia juga tidak lagi mengimpor bensin dari luar negeri.

Pernyataan ini disampaikan oleh Prabowo setelah menerima laporan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahalia. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (16/12).

Prabowo juga memerintahkan penanaman kelapa sawit di Papua untuk mendorong percepatan produksi bahan bakar minyak (BBM) berbasis nabati atau biodiesel. Selain itu, ia juga menargetkan pengembangan tebu dan singkong sebagai bahan baku etanol.

Strategi ini diharapkan menjadi katalis untuk mendorong pencapaian swasembada energi nasional dalam lima tahun ke depan. “Kita berharap di daerah Papua harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan BBM dari kelapa sawit. Juga tebu dan singkong untuk menghasilkan etanol,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, strategi penanaman kelapa sawit, tebu, dan singkong di Papua akan membantu menghemat anggaran negara untuk belanja subsidi maupun impor BBM. Nilai impor energi saat ini ditaksir mencapai Rp 520 triliun per tahun.

Selain itu, Prabowo menilai bahwa Papua memiliki potensi sumber energi yang sangat besar. Ia menyampaikan bahwa Kementerian ESDM telah merancang kebijakan agar daerah-daerah di Papua dapat menikmati manfaat dari energi yang diproduksi di wilayah tersebut.

Pemerintah juga akan memprioritaskan pemanfaatan energi terbarukan, seperti tenaga surya dan tenaga air, terutama untuk wilayah-wilayah sulit dan terpencil. “Ini semua agar ada kemandirian di setiap daerah. Kalau ada tenaga surya dan tenaga air, tidak perlu kirim BBM mahal-mahal dari daerah lain,” ujar Prabowo.

Langkah-Langkah yang Ditempuh

Berikut beberapa langkah yang diambil oleh pemerintah dalam upaya mewujudkan swasembada energi:

  • Penanaman Kelapa Sawit di Papua

    Prabowo memerintahkan penanaman kelapa sawit di Papua untuk meningkatkan produksi biodiesel. Hal ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan meningkatkan kemandirian energi nasional.

  • Pengembangan Tebu dan Singkong

    Pemerintah juga fokus pada pengembangan tebu dan singkong sebagai bahan baku etanol. Etanol dapat digunakan sebagai bahan campuran dalam bensin, sehingga mengurangi ketergantungan pada bensin impor.

  • Pemanfaatan Energi Terbarukan

    Pemerintah akan memprioritaskan penggunaan energi terbarukan seperti tenaga surya dan tenaga air. Ini khususnya untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau dan terpencil.

  • Peningkatan Produksi BBM Nasional

    Dengan penanaman komoditas-komoditas tertentu, pemerintah berharap dapat meningkatkan produksi BBM secara nasional, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor.

Potensi Energi di Papua

Papua memiliki potensi sumber energi yang sangat besar. Prabowo menekankan bahwa daerah ini dapat menjadi pusat produksi energi yang berkelanjutan. Kementerian ESDM telah merancang kebijakan agar daerah-daerah di Papua dapat menikmati manfaat dari energi yang diproduksi di wilayah tersebut.

Manfaat bagi Anggaran Negara

Dengan mengurangi impor BBM, pemerintah dapat menghemat anggaran negara. Saat ini, nilai impor energi mencapai Rp 520 triliun per tahun. Dengan strategi ini, anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan program lain yang lebih mendesak.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 Sektor Pekerjaan Paling Diminati Tahun 2026

15 Mei 2026

65 Soal IPAS Kelas 1 Semester 2 dengan Kunci Jawaban UAS, PAS, ASAS, ASAT, PAT

15 Mei 2026

Purbaya Keki Dikritik Ekonom Meski Ekonomi Naik 5,61 Persen

15 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengapa Motor MotoGP Cepat Saat Start? Ini Jawabannya

15 Mei 2026

Huawei Mate 80 Pro: Kamera Alami dan Daya Tahan Tinggi

15 Mei 2026

Jurnalis Senior Kritik Komdigi Setelah Video Amien Rais Dihapus: Menteri dan Wamennya Mantan Wartawan

15 Mei 2026

20 Soal PSAJ Kelas 6 SD Tahun 2026 Kurikulum Merdeka dan Jawaban

15 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?