:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pemprov-jatim-raih-rekor-muri-servis-motor.jpg)
Ringkasan Berita:
- Program servis motor gratis serentak oleh SMK se-Jatim melayani 9.175 kendaraan di 354 titik.
- Realisasi layanan melebihi target awal 8.100 kendaraan sebanyak 1.075 unit atau sekitar 13,3 persen.
- Sebanyak 50.448 siswa SMK terlibat, didampingi 336 guru dan 314 teknisi dari dunia usaha dan dunia industri.
Laporan Wartawan Indonesiadiscover.com, Fatimatuz Zahroh
Indonesiadiscover.com, SURABAYA– Program servis sepeda motor gratis yang melibatkan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Digelar secara serentak pada 8 Oktober 2026, program tersebut berhasil melayani 9.175 sepeda motor di 354 titik pelayanan dan mengantarkan Jawa Timur meraih rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Capaian itu melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 8.100 sepeda motor di 350 SMK. Realisasi layanan bertambah 1.075 kendaraan atau sekitar 13,3 persen dari target yang telah ditentukan.
Piagam rekor MURI diserahkan perwakilan MURI, Sri Hidayati, kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Penyerahan berlangsung dalam rangkaian upacara peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).
Khofifah menilai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan siswa di lingkungan sekolah. Melalui praktik langsung, siswa SMK juga dapat menerapkan kompetensi yang dimiliki sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, ini kado istimewa di Hari Jadi ke-81 Jatim. Anak-anak SMK kita membuktikan bahwa vokasi Jatim bukan hanya kompeten, tapi juga peduli dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Target terlampaui, rekor MURI pecah,” kata Khofifah, Selasa (13/10/2026).
Servis Motor Gratis Lampaui Target, Libatkan 354 SMK
Khofifah menjelaskan, keberhasilan program tersebut terlihat dari jumlah kendaraan yang mendapatkan layanan maupun banyaknya sekolah yang berpartisipasi.
Dari target awal 8.100 sepeda motor, jumlah kendaraan yang berhasil dilayani mencapai 9.175 unit. Sementara itu, jumlah sekolah peserta bertambah dari target 350 SMK menjadi 354 SMK yang tersebar di Jawa Timur.
“Dalam rangka hari jadi Jatim kemarin Dinas Pendidikan menggelar servis motor gratis, realisasinya melebihi target sebanyak 1.075 unit atau melonjak 13,3 persen dan jumlah sekolah yang berpartisipasi pun bertambah dari 350 menjadi 354 titik SMK se-Jawa Timur,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, capaian tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan perawatan kendaraan tanpa biaya. Di sisi lain, kegiatan ini menunjukkan antusiasme siswa SMK untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari selama mengikuti pendidikan kejuruan.
“Saya merasa selain tingginya minat masyarakat untuk mendapatkan servis motor gratis juga tentu ada semangat dari anak-anak SMK kita untuk dapat memberikan pelayanan,” jelasnya.
Puluhan Ribu Siswa Terlibat dalam Program Servis Motor
Program servis motor gratis tersebut tidak hanya melibatkan sekolah sebagai penyelenggara, tetapi juga guru pendamping dan teknisi dari dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Berdasarkan rekapitulasi pendataan per 7 Oktober 2026, sebanyak 50.448 siswa SMK tercatat terlibat dalam program tersebut. Mereka didampingi 336 guru dan 314 teknisi DUDI untuk mendukung pelaksanaan kegiatan.
Pada pendataan awal, sebanyak 341 SMK telah mengisi data dari target 350 sekolah. Setelah dilakukan penambahan data dari 13 SMK lainnya, jumlah sekolah yang tercatat berpartisipasi mencapai 354 SMK.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang masuk dalam rencana layanan awal tercatat sebanyak 8.864 unit. Angka tersebut kemudian bertambah 311 unit sehingga total sepeda motor yang mendapatkan layanan mencapai 9.175 unit.
Keterlibatan siswa dalam jumlah besar tersebut menjadi bagian dari penerapan pembelajaran berbasis praktik. Siswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis dalam melakukan perawatan sepeda motor, tetapi juga memperoleh pengalaman memberikan layanan langsung kepada masyarakat.
Jadi Implementasi Program Jatim Cerdas: Pendidikan Berdampak
Khofifah menegaskan, program servis motor gratis tersebut bukan sekadar kegiatan untuk mengejar penghargaan atau memecahkan rekor. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bentuk penerapan pendidikan vokasi yang terhubung dengan kebutuhan masyarakat.
Program tersebut juga merupakan bagian dari implementasi Nawa Bhakti Satya melalui program Jatim Cerdas: Pendidikan Berdampak.
Melalui kegiatan praktik langsung, siswa SMK jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM) dapat mengembangkan keterampilan sesuai bidang keahliannya. Pada saat yang sama, masyarakat memperoleh manfaat berupa layanan perawatan sepeda motor secara gratis.
Menurut Khofifah, kesempatan bagi siswa untuk terjun langsung memberikan pelayanan menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran di SMK dapat menghasilkan manfaat yang dirasakan di luar lingkungan sekolah.
“Anak-anak turun langsung memberikan layanan servis sepeda motor, artinya anak-anak kita mampu,” tegasnya.
MURI Sahkan Rekor Servis Motor Gratis Serentak oleh SMK
Sementara itu, perwakilan MURI, Sri Hidayati, mengatakan pihaknya telah mengesahkan program tersebut sebagai rekor servis sepeda motor gratis secara serentak oleh SMK terbanyak.
Pengakuan tersebut diberikan setelah program yang melibatkan ratusan SMK di Jawa Timur itu berhasil mencatatkan layanan terhadap ribuan kendaraan dalam pelaksanaan serentak.
“Mewakili Bapak Jaya Suprana, kami mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa servis sepeda motor gratis secara serentak oleh SMK terbanyak resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia,” ujar Sri Hidayati.
Pencapaian ini sekaligus memperlihatkan peran pendidikan vokasi dalam menghubungkan proses pembelajaran dengan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pengalaman praktik, sedangkan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan servis sepeda motor gratis.


