Demonstrasi di Jakarta: Peran Pemuda dalam Check and Balance
Pada hari ini, Kamis, 27 Agustus 2026, masyarakat dari berbagai kelompok menggelar aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Aksi ini melibatkan empat kelompok utama, yaitu Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), dan Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB). Selain itu, aksi juga diikuti oleh sejumlah mahasiswa dan elemen pemuda.
Para demonstran menyampaikan beberapa tuntutan yang berkaitan dengan isu-isu penting seperti pengesahan RUU Perampasan Aset, penerapan hukuman mati bagi koruptor, serta evaluasi atau penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tuntutan ini mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintah.
Sulistyowati Irianto, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, menyoroti peran penting kalangan pemuda dalam menjalankan check and balance. Menurutnya, para pemuda ingin melakukan perubahan dan merawat kemerdekaan Indonesia. Ia menekankan bahwa aksi demonstrasi tidak boleh langsung dicap sebagai anarkisme dan kerusuhan. Banyak demonstran yang ditangkap dan dilepaskan setelah 5 atau 6 bulan, yang menunjukkan adanya salah tangkap dan perlu koreksi dari pemerintah.
Peran Pemuda dalam Pembangunan Demokrasi
Sejak tahun 1990-an awal, gerakan-gerakan sosial, perempuan, dan orang-orang muda telah menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Sulistyowati menegaskan bahwa mereka merawat kemerdekaan dengan melakukan check and balance, terutama ketika parlemen tidak menjalankan tugasnya secara optimal. Dalam konteks global, anak-anak muda memiliki kesadaran yang sama tentang demokrasi, HAM, dan antikorupsi, meskipun mereka berasal dari negara-negara yang berbeda.
Jika ada peserta demo yang ditangkap karena diduga melakukan aksi vandalisme, Sulistyowati meminta aparat untuk menyatakan identitasnya secara terbuka di depan publik. Hal ini penting untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam proses hukum.
Tuntutan dari Empat Kelompok Demonstran
Berikut adalah tuntutan dari empat kelompok yang ikut dalam aksi:
1. AMPB
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyampaikan dua tuntutan:
– Mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.
– Meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
2. RMP4
Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaannya.
3. GERAM
Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menyampaikan sepuluh tuntutan, antara lain:
– Minta Prabowo-Gibran diadili.
– Hentikan KDMP dan MBG.
– Tolak pajak yang membebani rakyat.
– Pendidikan dan kesehatan gratis.
– Harga kebutuhan pokok turun, upah buruh naik.
– Bencana Sumatera dan NTT ditetapkan sebagai bencana nasional.
– Hak pekerja rumah tangga dipenuhi.
– Demiliterisasi dan pembangunan batalyon dihentikan.
– Hentikan kriminalisasi aktivis.
– Sita aset hasil korupsi.
4. AMDB
Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB) menyampaikan tuntutan yang mirip dengan AMPB, yakni pengesahan RUU Perampasan Aset, hukuman mati bagi koruptor, dan penurunan harga kebutuhan pokok.
Skenario Rekayasa Lalu Lintas
Untuk memitigasi kemacetan, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta telah memetakan skenario rekayasa lalu lintas ke dalam tiga zona utama:
Zona 1 (Kawasan DPR/MPR RI)
Fokus pada Jalan Letjen S. Parman sisi selatan (Semanggi hingga Simpang Slipi). Jika massa membludak, arus di sini akan langsung direkayasa.
Zona 2 (Koridor Senayan–Gatot Subroto–Sudirman)
Bila kawasan ini macet, kendaraan dari arah Cawang akan dibelokkan menyusuri Jalan Jenderal Gatot Subroto, berlanjut ke Sudirman, Sisingamangaraja, Asia Afrika, hingga Patal Senayan.
Zona 3 (Kawasan DPR/MPR dan Istana Negara)
Ini adalah titik paling krusial. Berikut skema pengalihan arus:
– Tomang arah Cawang: Dialihkan via Jl. Tomang Raya > Jl. Balikpapan > Jl. Suryopranoto > Jl. Juanda.
– Cawang arah Tomang: Dialihkan via Jl. Jend. Gatot Subroto > Jl. Jend. Sudirman > Jl. Sisingamangaraja > Jl. Asia Afrika > Jl. Patal Senayan.
– Blok M arah Tomang: Dialihkan via Jl. Sisingamangaraja > Jl. Asia Afrika > Jl. Patal Senayan (atau via Jl. Jend. Gatot Subroto menuju Cawang).
Dalam skenario ini, petugas tetap dalam status siaga penuh untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama aksi berlangsung.



