Konsistensi Perjuangan Masyarakat Pati dan Isu yang Disuarakan
Fernando Emas, seorang pengamat politik, menilai bahwa masyarakat Pati selama ini konsisten dalam memperjuangkan aspirasi mereka. Menurutnya, masyarakat tersebut relatif tertutup terhadap upaya penunggangan kepentingan politik tertentu. Ia menyatakan bahwa perjuangan masyarakat Pati di daerah menunjukkan keseriusan dan keteguhan dalam menyampaikan pendapat serta harapan mereka.
Ia juga mempertanyakan munculnya gerakan-gerakan yang berupaya membenturkan masyarakat dengan kelompok-kelompok yang sedang memperjuangkan aspirasi, seperti Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Fernando menilai bahwa isu-isu yang dibawa oleh AMPB, termasuk RUU Perampasan Aset, bukan hanya berkaitan dengan kepentingan masyarakat Pati, tetapi juga kepentingan masyarakat Indonesia secara luas.
Pertanyaan Terkait Gerakan Kontra Aspirasi
Fernando menyoroti adanya upaya-upaya yang dinilai berusaha membenturkan masyarakat dengan kelompok-kelompok yang sedang menyuarakan aspirasi. Ia menanyakan siapa yang menggerakkan gerakan kontra tersebut dan mengingatkan agar masyarakat tidak terburu-buru menuduh kelompok AMPB sebagai pihak yang rentan ditunggangi kepentingan politik.
Sebaliknya, ia menyarankan agar gerakan-gerakan yang dinilai berupaya mengganggu aksi AMPB juga turut dipertanyakan. Fernando menekankan bahwa fokus seharusnya diarahkan pada substansi aspirasi yang disampaikan, bukan semata-mata pada dugaan adanya kepentingan politik di balik gerakan tersebut.
Isu yang Menyentuh Seluruh Rakyat Indonesia
Fernando menilai bahwa aspirasi yang dibawa dalam aksi AMPB tidak hanya berkaitan dengan kepentingan masyarakat Pati, melainkan juga kepentingan masyarakat Indonesia secara lebih luas. Ia bahkan menyebut dukungan terhadap isu tersebut sangat besar di tengah masyarakat.
“Ada sekitar 90 persen lebih masyarakat Indonesia setuju dengan ini. Yang tidak setuju adalah mereka-mereka pelaku-pelaku korupsi dan mereka antek-antek para pelaku korupsi,” tegasnya. Dengan demikian, ia menilai bahwa fokus terhadap aksi AMPB seharusnya diarahkan pada substansi aspirasi yang disampaikan, termasuk pembahasan RUU Perampusan Aset.
Aksi Massa dari Berbagai Aliansi
Selain AMPB, terdapat tiga aliansi masyarakat lainnya yang akan menggelar aksi penyampaian aspirasi pada hari itu. Keempat kelompok tersebut adalah:
- Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM)
- Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4)
- Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB)
- Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB)
Tuntutan dari 4 Kelompok Aliansi
AMPB
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) akan menyampaikan dua tuntutan dalam aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. Tuntutan pertama adalah mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset. Tuntutan kedua, AMPB meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.
RMP4
Massa dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, datang ke Jakarta untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program pemerintah yang menjadi perhatian RMP4 yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). RMP4 mendukung keberlanjutan program tersebut, tetapi meminta adanya evaluasi terhadap pelaksanaannya.
GERAM
Berikut 10 tuntutan GERAM:
* Minta Prabowo-Gibran diadili
* Hentikan KDMP dan MBG
* Tolak pajak yang membebani rakyat
* Pendidikan dan kesehatan gratis
* Harga kebutuhan pokok turun, upah buruh naik
* Bencana Sumatera dan NTT ditetapkan sebagai bencana nasional
* Hak pekerja rumah tangga dipenuhi
* Demiliterisasi dan pembangunan batalyon dihentikan
* Hentikan kriminalisasi aktivis
* Sita aset hasil korupsi
AMDB
Tuntutan warga Depok pun sama dengan warga Pati, yakni terkait RUU Perampasan Aset hingga hukuman mati koruptor. “Poin tuntutan mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, hukum mati koruptor, dan turunkan harga kebutuhan pokok,” kata Yusuf dikonfirmasi Kompas.com lewat pesan singkat, Selasa (25/8/2026).
Menurut Yusuf, sekitar 2.000 warga akan terlebih dahulu menggelar aksi di Kantor DPRD Kota Depok pada Rabu (26/8/2026).



