Gitaris The Potters Raih Gelar Doktor dengan Penelitian tentang Kompensasi Royalti Musik
Gitaris band The Potters, Angga Rinzani, berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka di Universitas Y.A.I, Jakarta Pusat, pada Kamis (20/8/2026). Proses ini menjadi bukti bahwa pendidikan akademik dan karier sebagai musisi tidak harus saling bertentangan. Justru, Angga mampu menggabungkan pengalamannya sebagai seniman musik dengan ilmu manajemen untuk meneliti isu penting di industri musik Indonesia.
Penelitian tentang Kompensasi Royalti Musik
Disertasinya yang berjudul “Model Kompensasi dan Rencana Aksi Program Peningkatan Produktivitas dan Kesejahteraan Seniman Musik Indonesia” menjelaskan bagaimana kompensasi royalti dapat dikelola dengan pendekatan ilmu manajemen. Awalnya, Angga tidak berniat membahas royalti secara langsung. Ia justru ingin fokus pada kompetensi seniman musik dari sudut pandang keilmuan manajemen.
Namun, saat melihat fenomena di lapangan, ia menyadari bahwa isu kompensasi royalti sangat mendesak untuk dibahas. Dengan menggunakan teori kompensasi dari ilmu manajemen, Angga mencoba memahami masalah tersebut secara lebih sistematis.
Proses Penyusunan Disertasi yang Menantang
Menurut Angga, penyusunan disertasi bukanlah hal mudah. Ia menyatakan bahwa peneliti harus benar-benar memahami objek penelitian. Pengalamannya sebagai seniman musik, pencipta lagu, serta aktivis di industri musik profesional menjadi bekal berharga dalam proses ini.
“Sangat sulit sekali karena syaratnya jadi hidup. Menulis disertasi itu artinya menguasai dulu medan pertempurannya,” ujarnya. Ia juga menyadari bahwa isu royalti adalah topik yang sensitif, sehingga ia berusaha menghindari pandangan pribadi dan mengambil pendekatan akademik yang netral.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Selama proses penelitian, Angga mendapat dukungan dari sejumlah profesor, rekan sesama musisi, hingga asosiasi komposer. Ia mengakui bahwa tanpa bantuan dan bimbingan mereka, penelitiannya mungkin tidak akan terwujud.
“Untungnya dibantu dan dibimbing para profesor, dibantu teman-teman, asosiasi komposer dan lain-lain. Kalau tidak dibantu mungkin tidak pernah terjadi juga tulisan ini,” katanya.
Tanggapan dari Rekan Sesama Musisi
Perjalanan panjang Angga juga disaksikan oleh Kiki The Potters, rekan satu bandnya. Ia mengaku kagum dengan usaha dan dedikasi yang dilakukan Angga selama masa kuliah.
“Saya lihat itu perjuangan dia tuh wis capek sekali gitu kan. Benar-benar kuliah, dia harus hadir, harus online, harus nemuin profesor, harus diskusi menentukan karya ilmiahnya, harus benar-benar memang harus cari sumber yang kredibel gitu kan. Karena sampai terbit jurnal gitu ya, ya mungkin, mungkin saya salut sama Angga, saya ucapkan selamat, keren,” ujar Kiki.
Tetap Berpegang pada Dua Hobi
Bagi Angga, pendidikan dan bermusik adalah dua hal yang sejalan. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak ingin meninggalkan dunia musik meskipun telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Ia akan tetap menjalankan kedua hobinya tersebut secara beriringan.
“Tadi pada saat sidang saya sempat bilang, saya itu hobi, Mas. Hobi saya bermusik. Belajar ini juga salah satu hobi saya,” kata Angga. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada teman-teman The Potters yang memberikan dukungan penuh selama proses ini.


