Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Tuesday, 27 October 2026
Trending
  • Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar
  • Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga
  • DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM
  • Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!
  • Kisah Awal Buya Hamka: Pencarian Jati Diri Sang Ulama Besar
  • Jadwal Pelni KM Tilongkabila hingga 26 November: Rute Bitung-Benoa & Singgahannya
  • Minta dipeluk permintaan terakhir Kamaruddin Simanjuntak sebelum meninggal, 2 tahun cuci darah
  • Gledson Paixao siap unjuk gigi bersama Persebaya Surabaya, waspadai ledakan PSM Makassar!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart
Ekonomi

Wall Street Tertekan Karena Kenaikan Suku Bunga & Penurunan Saham Walmart

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 August 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Kondisi ini dipengaruhi oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan penurunan tajam saham perusahaan ritel Walmart setelah laporan penjualan kuartalan mereka di bawah ekspektasi pasar.

Pada pukul 09.44 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebesar 0,60% atau 319,61 poin menjadi 53.143,44. Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,15% ke 7.696,52, dan Nasdaq Composite turun 0,29% menjadi 26.254,38.

Tekanan dari Pasar Obligasi

Tekanan utama berasal dari pasar obligasi. Yield obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun kembali naik sekitar 3 basis poin menjadi 5,239%, sementara yield Treasury 10 tahun berada di 4,698%. Kenaikan yield tersebut menekan saham karena imbal hasil obligasi yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset berisiko seperti saham.

Joe Saluzzi, co-manager trading Themis Trading, menyatakan bahwa ketika yield terus meningkat, investor saham akan terus menghadapi tantangan. Peningkatan yield kembali menjadi perhatian setelah yield Treasury 30 tahun sempat mencapai level tertinggi hampir dua dekade.

Meski yield turun pada Rabu setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan langkah untuk mendukung obligasi jangka panjang, dampak positif dari kebijakan tersebut dinilai hanya bersifat sementara.

Penurunan Saham Walmart dan Sektor Konsumen

Di pasar saham, Walmart menjadi salah satu faktor utama penurunan. Saham perusahaan ritel tersebut anjlok 8,6% setelah penjualan toko yang telah beroperasi selama setidaknya satu tahun tidak memenuhi ekspektasi Wall Street. Kinerja Walmart turut menekan sektor consumer staples S&P 500 yang turun 1,6%, menjadi sektor dengan pelemahan terbesar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumen mulai lebih hati-hati dalam berbelanja, terutama di tengah kenaikan harga bahan bakar. Selain itu, sektor consumer discretionary juga turun 1,3%, terbebani oleh penurunan saham Amazon dan Tesla.

Pelemahan indeks utama sedikit tertahan oleh kenaikan saham Nvidia dan Apple. Namun, sentimen pasar tetap tertekan akibat kenaikan harga minyak. Harga minyak naik 2,3% dan mencatat kenaikan dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Kenaikan tersebut dipicu oleh mandeknya pembicaraan damai antara AS dan Iran serta gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran Inflasi dan Data Tenaga Kerja

Kekhawatiran terhadap inflasi juga kembali menguat setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) Juli yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan bahwa sejumlah pejabat bank sentral AS masih membuka peluang kenaikan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.

Di sisi lain, data terbaru menunjukkan jumlah warga AS yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran turun pada pekan lalu. Data ini mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja AS masih relatif stabil.

Pelaku pasar saat ini mencermati komentar Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS.

Pergerakan Saham Sektor Kripto dan Pertanian

Di tengah tekanan pasar, saham perusahaan terkait aset kripto justru menguat setelah Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres meloloskan rancangan undang-undang mengenai kripto. Saham Strategy naik 6,6%, sedangkan Coinbase Global melonjak 5,6%.

Saham Deere juga menguat 3,8% setelah produsen alat pertanian tersebut menaikkan proyeksi laba bersih setahun penuh.

Sementara itu, saham Moderna anjlok lebih dari 18% setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 177%.

Secara keseluruhan, saham yang turun lebih banyak dibandingkan saham yang naik. Di New York Stock Exchange (NYSE), perbandingannya mencapai 1,83 banding 1, sedangkan di Nasdaq mencapai 1,68 banding 1.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Penipuan keuangan digital makin marak, ini tips dari Satgas PASTI

25 October 2026

Ekonom khawatirkan obsesi kejar pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja tersisih

25 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Klasemen Persebaya Surabaya melorot! Tavares bongkar 2 kesalahan jelang lawan PSM Makassar

26 October 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, Kemenpora percepat transformasi dan ukir prestasi olahraga

26 October 2026

DPRD NTT sebut ekonomi warga picu menjamurnya pengecer BBM

26 October 2026

Bahaya Air Sabun untuk Wiper: Awas Kaca Mobil Rusak!

26 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?