Peresmian Gallery Mustika Deli sebagai Ruang Promosi dan Inkubasi UMKM Kota Medan
Gallery Mustika Deli, yang merupakan inisiatif dari Dekranasda Kota Medan, resmi diluncurkan oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas pada Rabu (19/8/2026). Lokasi gallery ini berada di lantai III Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Iskandar Muda. Tujuan utama dari pembukaan gallery ini adalah menjadi ruang promosi sekaligus inkubasi bagi pelaku UMKM Kota Medan untuk mengembangkan produk dan memperluas pasar.
Acara peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti oleh Rico Waas. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XI Dim 0201/Medan Dita Delli Yudha, Ketua Bhayangkari Cabang Kota Besar (Polrestabes) Medan Nelly Calvijn, Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas, Pj. Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, Wakil Ketua Dekranasda Kota Medan Martinijal Zakiyuddin Harahap, para Asisten Setdako Medan, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Gunawan Siregar serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Rico Waas menyampaikan bahwa kehadiran Mustika Deli menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan, ekonomi kreatif, dan industri yang mendukung pariwisata Kota Medan. Ia menegaskan bahwa ini adalah awal dari sebuah langkah bersama yang harus diikuti oleh seluruh stakeholder agar UMKM bisa berkembang lebih pesat.
Menurut Rico Waas, potensi UMKM Kota Medan sangat besar. Namun, pengembangannya tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat promosi. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan sesuai kebutuhan, mulai dari peningkatan kualitas produk, branding, kemasan, hingga akses pasar dan permodalan. Contohnya, produk stik dari Kecamatan Medan Perjuangan yang memiliki rasa yang baik tetapi masih perlu diperbaiki dari sisi kemasan dan branding.
Ia juga berharap produk lokal Kota Medan tidak berhenti di pasar nasional. Potensi wastra dan produk fesyen, misalnya, didorong agar mampu menembus pasar internasional. Contoh yang disampaikan adalah tema empat musim yang dibawa Dekranasda Kota Medan dalam Indonesia Fashion Week sebagai upaya mendorong desainer lokal melihat peluang pasar global. Rico Waas berharap produk-produk lokal dapat digunakan di dunia internasional di berbagai musim.
Mustika Deli juga dirancang menjadi one stop shopping bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal produk Kota Medan. Produk yang ditampilkan tidak hanya makanan, pakaian, dan kriya, tetapi juga parfum, skincare, sepatu, tas hingga produk kreatif lainnya. Selain itu, gallery ini juga menyediakan mini stage yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan seperti fashion show, talkshow maupun pertemuan.
Pendampingan dan Kurasi Produk UMKM
Produk yang masuk ke galeri tetap melalui proses kurasi. Namun sebelum sampai pada tahap tersebut, Pemerintah Kota Medan bersama Dekranasda dan perangkat daerah terkait melakukan pendampingan agar produk UMKM semakin siap. Setiap pelaku usaha memiliki kebutuhan yang berbeda, termasuk pelatihan, akses permodalan, pengembangan produk, penciptaan pasar hingga akses pasar yang lebih luas.
Contoh yang disampaikan adalah pelaku usaha kerupuk dan basreng dari Medan Denai yang sudah mengirim produknya ke sejumlah kota dan ingin menembus pasar luar negeri. Rico Waas menegaskan bahwa keinginan tersebut harus diikuti kesiapan dari sisi kualitas, konsistensi produksi, perizinan, kemasan dan kemampuan memenuhi permintaan.
Visi dan Harapan untuk Gallery Mustika Deli
Ketua Dekranasda Kota Medan Airin Rico Waas menyampaikan bahwa Gallery Mustika Deli bukan sekadar peresmian sebuah galeri, melainkan ruang bagi karya dan usaha masyarakat Kota Medan untuk berkembang. Ia menegaskan bahwa Kota Medan memiliki banyak perajin dan pelaku usaha dengan beragam produk yang lahir dari keterampilan, kreativitas dan kerja keras. Karena itu, karya tersebut perlu mendapatkan ruang agar semakin dikenal dan dipasarkan lebih luas.
Sejak soft launching pada Juni 2025, Gallery Mustika Deli telah diisi sekitar 150 pelaku usaha dari bidang kuliner, wastra dan kriya. Produk UMKM yang mengisi Gallery Mustika Deli berasal dari berbagai wilayah di Kota Medan. Proses kurasi akan terus dilakukan seiring berkembangnya produk usaha masyarakat.
Airin berharap keberadaan galeri memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, sehingga produk semakin dikenal, pasar semakin luas dan usaha masyarakat terus berkembang. Ia juga mengajak para perajin dan pelaku usaha menjaga kualitas, memperhatikan desain, meningkatkan mutu serta mempertahankan ciri khas produk Kota Medan.
Kolaborasi dengan Stakeholder Pariwisata
Rico Waas tak lupa untuk mengajak para stakeholder pariwisata, termasuk hotel dan biro perjalanan, untuk ikut menggunakan produk UMKM Kota Medan. Ia berharap sinergi tersebut membuat produk lokal tidak hanya dikenal di dalam galeri, tetapi juga hadir dalam aktivitas ekonomi dan pariwisata Kota Medan.
“Kalau mau beli produk sabun, lotion, beli saja dari Mustika Deli karena itu adalah langkah untuk mendukung UMKM yang ada di Kota Medan,” ujarnya.
Ia berharap galeri ini menjadi tempat bertemunya karya, masyarakat, dan pasar. Semoga semakin banyak produk Kota Medan dikenal dan semakin banyak usaha masyarakat yang berkembang.



