Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 30 Agustus 2026
Trending
  • Warna Milo yang Cocok, 12 Gaya Kombinasi Menarik
  • Peringatan Cuaca: Angin Kencang Mengancam Sulut, 27 Agustus 2026
  • Ramalan Karier Scorpio Jumat 28 Agustus 2026: Tantangan Berubah Jadi Kesempatan
  • Madura United Kalahkan Borneo FC 3-1, Laskar Sape Kerrab Siap Hadapi Super League 2026/2027
  • Kanwil Kemenkum Sulteng Dukung Unazlam Palu Tingkatkan Perlindungan HKI
  • Terjemahan lirik All the Love in the World – The Corrs: Aku Tidak Mencari Seseorang untuk Dibicarakan
  • 15 Contoh Laporan Wisata Papua Barat, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD
  • Kelapa sawit ditanam kembali pasca kebakaran, ekspor minyak sawit dari lahan karhutla terancam
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,1 Persen, Ini Dampaknya pada Ekonomi
Nasional

Kenaikan Harga BBM Picu Inflasi 1,1 Persen, Ini Dampaknya pada Ekonomi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover22 Agustus 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kenaikan Harga BBM Berpotensi Mendorong Inflasi

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp1.000 per liter diperkirakan dapat memengaruhi inflasi hingga 1,1 persen. Hal ini disampaikan oleh ekonom Telisa Aulia Falianty yang menyoroti dampak kenaikan BBM terhadap berbagai sektor ekonomi. Menurutnya, kenaikan harga BBM tidak hanya berdampak pada biaya transportasi dan produksi, tetapi juga berpotensi meningkatkan harga barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat.

Dampak Ekonomi yang Meluas

Dampak kenaikan harga BBM tidak hanya terbatas pada sektor energi. Biaya produksi dan distribusi yang meningkat akan berujung pada kenaikan harga barang dan jasa di pasar. Sejumlah sektor seperti listrik, gas, air, serta konstruksi akan mengalami tekanan akibat kenaikan harga BBM. Selain itu, sektor angkutan darat dan kereta api juga akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga bahan bakar tersebut.

Sektor bangunan juga tidak terlepas dari pengaruh kenaikan BBM karena bahan bakar menjadi salah satu komponen penting dalam kegiatan konstruksi. Dengan demikian, kenaikan harga BBM dapat memberikan tekanan secara bersamaan melalui berbagai kegiatan ekonomi.

Pengaruh pada Konsumsi Rumah Tangga

Bagi masyarakat, kenaikan harga BBM berdampak langsung pada kemampuan rumah tangga dalam mempertahankan konsumsi. Hasil riset dan pemodelan menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM berdampak pada konsumsi rumah tangga, Produk Domestik Bruto (PDB), pertumbuhan PDB hingga lapangan kerja. Artinya, persoalan BBM tidak hanya terkait dengan harga bahan bakar di tingkat konsumen, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi di sektor lain.

Dalam simulasi yang dilakukan pada 2022 saat terjadi perang Rusia-Ukraina dan harga komoditas melonjak, dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi juga dihitung berdasarkan jenis BBM. Untuk Pertamax, koefisien magnitude dalam simulasi tersebut mencapai 1,44. Sementara Pertalite memiliki koefisien 0,4 dan solar 0,5.

Perubahan Pola Konsumsi

Telisa mengingatkan bahwa angka-angka tersebut merupakan hasil simulasi pada tahun 2022. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat sekarang sudah mengalami perubahan sehingga koefisiennya dapat berbeda. Perhitungan menggunakan input-output dalam simulasi tersebut juga menunjukkan koefisien multiplier sebesar 2,03. Sementara total dampak dengan multiplier eksternal mencapai 1,29.

Menurut Telisa, angka multiplier lebih dari satu menunjukkan efek BBM terhadap sektor lainnya cukup tinggi. Karena itu, kebijakan terkait BBM tidak dapat dilihat secara parsial. Ia menekankan perlunya melihat kebijakan BBM dari sudut pandang jaringan dan framework makroekonomi secara keseluruhan.

Dampak Jangka Pendek dan Panjang

Dari berbagai hasil riset dan pemodelan yang dipaparkan, kenaikan harga BBM disebut memiliki dampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan konsumsi rumah tangga. Untuk inflasi, Telisa menjelaskan dampaknya terutama terlihat dalam jangka pendek. Dalam jangka panjang, pengaruhnya terhadap inflasi menjadi lebih marginal.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Peringatan Cuaca: Angin Kencang Mengancam Sulut, 27 Agustus 2026

30 Agustus 2026

Kanwil Kemenkum Sulteng Dukung Unazlam Palu Tingkatkan Perlindungan HKI

30 Agustus 2026

15 Contoh Laporan Wisata Papua Barat, Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 4 SD

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Warna Milo yang Cocok, 12 Gaya Kombinasi Menarik

30 Agustus 2026

Peringatan Cuaca: Angin Kencang Mengancam Sulut, 27 Agustus 2026

30 Agustus 2026

Ramalan Karier Scorpio Jumat 28 Agustus 2026: Tantangan Berubah Jadi Kesempatan

30 Agustus 2026

Madura United Kalahkan Borneo FC 3-1, Laskar Sape Kerrab Siap Hadapi Super League 2026/2027

30 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?