Konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour Hadir di Bandung
Bandung menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan dari sesi ke-8 konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour. Acara yang digelar pada hari Minggu (5/7/) ini menghadirkan line up artis terbanyak dibanding 7 kota sebelumnya, yaitu 9 grup musik. Konser ini diselenggarakan dengan semangat mendukung industri kreatif yang khas dari Kota Kembang.
Bandung dikenal sebagai salah satu pusat penggerak industri kreatif di Indonesia. Mulai dari fesyen distro hingga musik, kota ini selalu menjadi tempat bagi para kreator untuk berkembang. Semangat berani berbeda dengan pakem yang biasanya menjadi ciri khas pelaku industri kreatif di sana, membuat mereka mampu tumbuh dan berkembang.
Pada acara yang dihelat di Prabuwangi Park, Arcamanik, terdapat tiga local heroes atau grup musik asli Bandung yang diajak kolaborasi. Masing-masing adalah DT09, Stand Here Alone/SHA, dan Preman Disko. Ketiganya membawa energi khas Bandung dalam setiap penampilannya.
Manajer DT09, Reza, menyampaikan rasa senangnya karena bisa menjadi bagian dari perjalanan HS. “Kami adalah grup musik yang lahir dari grassroot, lahir dari tribun (Persib – Bandung), bobotoh (suporter Persib).”
Lewat konser ini, Reza menekankan bahwa lagu-lagu yang dibawakan memberinya ruang untuk bersuara lantang di atas panggung. Ia menyebutkan pentingnya kecintaan kepada Persib Bandung dan bagaimana kritik perubahan harus terus digemakan. “Semoga HS menjadi wadah berkembangnya band-band baru di Bandung,” tambahnya.
Mbenk, pendiri, vokalis, dan basis SHA, juga menyampaikan rasa syukur karena diajak kolaborasi di konser Hey Slank ini. Sebulan sebelumnya, SHA juga hadir dalam konser HS Hey Slank Palembang (sesi-7). “Saya Slankers Kelapa Gading, dengar Slank dari abang-abangan saya, saat itu album PLUR (Album Slank 2004). Jadi SHA ini tetap ada alur darahnya Slank, saya tidak akan pernah melewatkan momen ini,” ujarnya.
Timy, vokalis Preman Disco, bercerita tentang awal berdirinya grup musik tersebut yang lahir dari sinetron komedi Preman Pensiun. “Bahagia sekali kami diajak kolaborasi di event ini,” katanya.
Direktur Komersial HS Tessa Arya Pradana menyebutkan bahwa spirit kreatif yang tumbuh dari grassroot musisi-musisi itu sejalan dengan HS. “Spirit HS sangat relevan dengan Kota Bandung yang warga-warganya kreatif, berani membuat perubahan.”
Tessa yang juga asli Bandung menjelaskan bahwa di setiap pagelaran, pihaknya selalu melibatkan band dari Bandung. “Kami percaya local heroes kalau diberikan ruang, kesempatan, mereka akan bisa tumbuh berkembang,” lanjutnya.
Spirit berani beda yang diusung HS tidak hanya terlihat dari segi musik, tetapi juga dari berbagai inisiatif lain. Di antaranya adalah berani mempekerjakan karyawan difabel, karyawan tak berpengalaman, serta mendukung UMKM khususnya karya Slankers untuk dipamerkan di tiap venue konser.


