Pentingnya Literasi Keuangan di Kalangan Generasi Muda
Investasi tidak hanya sekadar aktivitas finansial, tetapi juga merupakan cara untuk membangun masa depan yang lebih baik. Vier Abdul Jamal menekankan bahwa belajar investasi perlu dilakukan sejak muda karena waktu adalah aset terbesar yang tidak bisa dibeli kembali. Semakin dini seseorang mulai berinvestasi, semakin besar efek pertumbuhan yang bisa didapat di masa depan.
Manfaat Investasi di Usia Muda
Ada beberapa manfaat yang bisa dipetik dari investasi di usia muda:
- Kebebasan finansial lebih cepat dibanding mereka yang baru mulai di usia matang.
- Keuntungan investasi akan terus berkembang dari waktu ke waktu.
- Melatih mindset jangka panjang, membuat orang lebih disiplin, tidak konsumtif, dan berpikir strategis.
- Melawan inflasi, karena nilai uang terus turun tiap tahun akibat inflasi.
- Mempelajari dari kesalahan, sehingga pengalaman hari ini menjadi bekal untuk masa depan.
- Membangun aset produktif lebih awal, yang bekerja untuk kita bahkan saat tidur.
Perbedaan Budaya Investasi di Berbagai Negara
Di Amerika Serikat (AS) dan Eropa, investasi dianggap sebagai kebutuhan hidup, bukan pilihan. Banyak masyarakat muda mulai berinvestasi sejak usia 20-an. Mereka fokus pada pertumbuhan kekayaan dalam jangka 10-30 tahun. Di AS, investor memahami bahwa volatilitas bukan berarti risiko. Mereka siap melihat portofolio turun 20-30 persen selama fundamental tetap baik.
Prinsip umum investasi di AS dan Eropa adalah compounding, reinvestasi dividen, dollar cost averaging, dan alokasi aset. Tujuannya adalah menjadi kaya secara perlahan namun pasti.
Sementara itu, di Indonesia, banyak masyarakat masih fokus pada tabungan dan deposito. Investasi sering dianggap untuk orang kaya. Selain itu, banyak investor mencari keuntungan cepat dan orientasi jangka pendek masih dominan. Di Indonesia, penurunan kecil sering memicu kepanikan. Banyak investor baru menjual saat harga turun dan membeli saat harga naik.
Investasi Legal dan Aset Kripto
Vier Abdul Jamal menyarankan generasi muda untuk meninggalkan judol dan mulai berinvestasi. Judol merupakan aksi spekulatif yang tidak menghasilkan kepemilikan aset produktif dan dirancang memberi keuntungan kepada operator. Investasi seperti saham adalah aktivitas kepemilikan bisnis yang memiliki risiko nyata dan transparan.
Selain saham, ada beberapa instrumen investasi yang bisa digarap generasi muda, mulai dari komoditas seperti XAUUSD atau USOIL hingga aset kripto. Andy Putra menyatakan bahwa prospek investasi kripto masih menjanjikan. Sebagai contoh, harga Bitcoin (BTC) pada 2010 hanya Rp73, sedangkan saat ini sudah Rp1,1 miliar. Artinya, orang yang masih memegang BTC sejak 2010 pasti dapat jackpot.
Kripto saat ini sudah diregulasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2025. Transaksi ini bebas PPN ketika membeli dan hanya dikenakan PPN final saat menjual. Kripto juga menjadi aset keuangan favorit generasi muda, dengan 60 persen investor kripto berusia 18-34 tahun.
Prospek Kripto dan Saham
Kripto dinilai sangat dinamis karena transaksi bisa dilakukan 24 jam selama seminggu penuh. Modal kripto juga tidak besar, minimal Rp11 ribu, cocok untuk anak muda. Ke depan, kripto akan menjadi masa depan keuangan dunia. Contohnya, AS sudah mendorong stable coin untuk memperkuat dolar. Kripto juga sudah menjamah bisnis, seperti proyek properti yang bisa ditokenisasi.
Transaksi kripto di Indonesia cukup besar, dengan nilai mencapai Rp480 triliun tahun lalu. Investasi pada emiten berfundamental kuat terbukti mampu menghasilkan imbal hasil besar, seperti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
Tantangan dan Peluang di Masa Depan
Hari Mantoro menjelaskan bahwa investasi harus dilakukan sedini mungkin karena dana kas akan kena dampak inflasi. Sebaliknya, investasi mempertahankan daya beli dengan imbal hasil lebih tinggi daripada menabung. Dampak nyata dari penurunan nilai mata uang ini sangat terasa pada harga barang pokok dan tersier di sekitar kita.
Odang Supriatna menyatakan bahwa SAS ingin mendorong distributor agar naik level menjadi professional. Salah satunya adalah membantu mahasiswa menghadapi masa depan keuangan yang lebih baik. Visi SAS adalah memberikan inspirasi pada mahasiswa yang ingin menjadi coder/programmer EA & AI Trading, influencer keuangan, day trading professional, dan smart investor.



