Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 1 Agustus 2026
Trending
  • BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Sejarah Sop Ayam Jadi Kuliner Klaten yang Legendaris, Dimulai dari Pikulan Pak Min hingga Pecah Rekor MURI
Ragam

Sejarah Sop Ayam Jadi Kuliner Klaten yang Legendaris, Dimulai dari Pikulan Pak Min hingga Pecah Rekor MURI

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juli 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Sejarah dan Perkembangan Sop Ayam Klaten

Sop ayam telah lama menjadi salah satu kuliner yang melekat dengan identitas Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Keberadaannya tidak hanya sebagai makanan biasa, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi dan budaya setempat. Pada perayaan Hari Jadi Klaten ke-222 pada 2026, sop ayam dipilih sebagai sajian utama dalam rangkaian acara, termasuk pemecahan rekor MURI dengan penyajian 5.222 porsi sekaligus.

Sejarah sop ayam berawal dari tradisi sup yang sudah ada sejak zaman kuno. Ribuan tahun lalu, manusia telah merebus berbagai bahan makanan menggunakan wadah dari tanah liat maupun kulit binatang. Beragam budaya memanfaatkan sup sebagai cara praktis mengolah bahan pangan seperti daging, ikan, dan sayuran menjadi makanan bergizi sekaligus menghangatkan tubuh. Istilah “sup” berasal dari bahasa Prancis soupe, yang berakar dari bahasa Latin suppa, yang berarti “merendam”. Pada masa awal, sup dibuat dengan merendam roti dalam kaldu sebelum berkembang menjadi berbagai variasi seperti yang dikenal saat ini.

Memasuki abad ke-17, sup mulai disajikan bersama roti panggang atau crouton. Pada masa itu, hidangan sup bahkan identik dengan makanan kalangan bangsawan, sementara masyarakat umum mengonsumsi versi yang lebih sederhana. Selain dikenal lezat, sayur sop juga memiliki nilai gizi tinggi karena berisi aneka sayuran seperti wortel, kentang, buncis, jagung, dan kol yang dimasak dalam kaldu. Kandungan air, vitamin, kalsium, serta karoten membuat sup menjadi salah satu menu yang menyehatkan dan dipercaya membantu meredakan gejala flu.

Awal Mula Sop Ayam Pak Min

Di Klaten, sop berkembang menjadi kuliner khas dengan ciri kuah bening, ayam berbumbu yang empuk, serta taburan rempah sederhana namun kaya rasa. Nama yang paling melekat dengan kuliner ini adalah Sop Ayam Pak Min. Usaha tersebut dirintis pada era 1960-an oleh pasangan Tugiman dan Wagiyem. Tugiman yang akrab disapa Pak Min diketahui merupakan seorang mantan veteran perang yang kemudian memilih berwirausaha dengan berjualan sop ayam.

Setiap hari Pak Min memikul dagangannya dari kampung ke kampung. Salah satu lokasi favoritnya adalah kawasan Terminal Klaten. Menu yang dijual saat itu cukup sederhana, yakni nasi, kuah sop bening, potongan ayam berbumbu, dan pelengkap seperti seledri serta bawang goreng. Pada masa-masa awal, usaha tersebut belum langsung sukses. Sop ayam racikan Pak Min belum banyak dikenal sehingga dagangannya kerap tidak habis terjual.

Berkembang Menjadi Warung Permanen

Perlahan namun pasti, cita rasa khas Sop Ayam Pak Min mulai mendapat tempat di hati masyarakat. Usaha yang semula dijajakan dengan pikulan berkembang menggunakan gerobak. Memasuki dekade 1980-an, keluarga Pak Min membuka warung permanen pertama di kawasan Pasar Gede Klaten. Saat itu proses memasak masih menggunakan kayu bakar yang dipercaya mampu mempertahankan aroma dan cita rasa kuah sop tetap khas. Warung tersebut menjadi tonggak penting perkembangan usaha keluarga sebelum akhirnya dikenal luas.

Ekspansi dan Puluhan Cabang

Perkembangan usaha terus berlanjut. Pada 1999, keluarga Pak Min membuka cabang pertama di Jalan Mayor Kusmanto, Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara. Sejak saat itu, ekspansi dilakukan ke berbagai daerah. Kini Sop Ayam Pak Min telah memiliki sekitar 40 cabang yang tersebar di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta. Kesuksesan tersebut diteruskan oleh anak-anak Pak Min yang tetap mempertahankan resep turun-temurun sehingga cita rasa sop ayam khas Klaten tetap terjaga.

Sop Ayam Jadi Ikon Hari Jadi Klaten ke-222

Popularitas sop ayam membuat Pemerintah Kabupaten Klaten memilih kuliner tersebut sebagai bagian dari perayaan Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222 yang diperingati pada 28 Juli 2026. Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan rangkaian perayaan tahun ini berlangsung selama Juli hingga Agustus dengan berbagai kegiatan seni, budaya, olahraga, konser musik, hingga festival. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian adalah pemecahan Rekor MURI makan sop ayam massal sebanyak 5.222 porsi.

Menurut Hamenang, sop ayam dipilih karena telah menjadi salah satu identitas kuliner Kabupaten Klaten. “Klaten ini terkenal dengan salah satu kulinernya adalah sop ayam. Sehingga kita bikin pemecahan rekor MURI makan bareng sop ayam,” katanya. Selain pemecahan rekor MURI, masyarakat juga akan disuguhi berbagai agenda seperti Klaten Lurik Karnaval, karnaval budaya, konser musik yang menghadirkan NDX AKA, Festival Candi Sojiwan, job fair, festival gejog lesung, Asia Motocross Championship, hingga berbagai pertunjukan seni dan budaya lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap masyarakat semakin bangga terhadap daerahnya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner khas Klaten kepada masyarakat luas.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces 7 Juli 2026: Cinta, Karir, Kesehatan, Keuangan

11 Juli 2026

Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

BPTD Jambi Bungkam, Dugaan Ketidaksesuaian SBU dan SKP pada Sejumlah Proyek Konstruksi Tahun 2025 Mengemuka

14 Juli 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?