Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 30 Agustus 2026
Trending
  • Kelapa sawit ditanam kembali pasca kebakaran, ekspor minyak sawit dari lahan karhutla terancam
  • 5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet
  • 62 Desa Gresik Kekurangan Air, Krisis Air Mengancam
  • Relawan Pajak 2027 Dibuka, Mahasiswa dan Dosen Bisa Ikut
  • Prediksi Skor Ferencvaros vs Trabzonspor: Apakah Mo Salah Bisa Balikkan Hasil?
  • Projo hukum relawan sebar video Budi Arie soal percepatan pemilu 2029
  • Terjemahan Lirik Lagu All or Nothing – O-Town: Aku Tahu Dia Ada di Pikiranmu
  • Ramalan Keuangan Scorpio Jumat 28 Agustus 2026: Properti Mulai Menguntungkan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pasukan Israel Pecah Belah Tepi Barat
Nasional

Pasukan Israel Pecah Belah Tepi Barat

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Juli 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Serangan Militer dan Kekerasan Pemukim di Wilayah Tepi Barat

Pasukan penjajahan Israel (IDF) kembali melakukan serangkaian penggerebekan militer semalam suntuk di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki pada hari Ahad. Operasi ini terjadi bersamaan dengan serangan terkoordinasi dari para pemukim terhadap komunitas, rumah, dan lahan pertanian warga Palestina.

Operasi penyusupan terbaru ini mencakup enam kegubernuran, di mana pasukan Israel melakukan penggerebekan rumah, penangkapan, dan penutupan jalan. Di sisi lain, para pemukim menyerang warga, merusak lahan pertanian, dan menyasar properti Palestina—sering kali di bawah perlindungan pasukan pendudukan.

Penggerebekan di Berbagai Wilayah

Pasukan Israel menyerbu berbagai kota, desa, dan kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat yang diduduki sepanjang malam hingga dini hari. Penggerebekan tersebut menyasar komunitas di Nablus, Jenin, Hebron (Al-Khalil), Bethlehem, Ramallah, dan Yerusalem yang diduduki, termasuk desa-desa Al-Mughayyir, Madama, Burqa, Sebastia, Zabuba, Arabouna, dan Marka, serta kamp pengungsi Qalandiya dan kota Beit Sahour, Sa’ir, Al-Shuyukh, dan Kharsa.

Pasukan menggeledah rumah-rumah, mengerahkan unit infanteri ke dalam kawasan permukiman, dan memperluas kehadiran militer mereka di seluruh wilayah yang menjadi sasaran. Di Al-Mughayyir, sebelah timur laut Ramallah, pasukan pendudukan menembakkan gas air mata dan granat kejut ke arah para pemuda Palestina.

Lebih jauh ke selatan, pasukan Israel memperkuat pengerahan personel di desa Madama, sebelah selatan Nablus, dengan mendatangkan kendaraan militer tambahan dan sebuah buldoser, sebelum menutup akses masuk desa menggunakan gundukan tanah.

Penangkapan Warga Palestina

Serangkaian penggerebekan oleh militer tersebut disertai dengan gelombang penangkapan lainnya. Pasukan Israel menahan lima warga Palestina dalam penggerebekan di Burqa, sebelah barat laut Nablus. Seorang warga Palestina lainnya ditangkap di Beit Sahour, sebelah timur Betlehem, sementara satu penangkapan tambahan dilaporkan terjadi saat penggerebekan di kamp pengungsi Qalandiya, sebelah utara Yerusalem yang diduduki.

Penangkapan-penangkapan ini merupakan bagian dari kampanye berkelanjutan Israel berupa operasi penahanan yang hampir setiap hari dilakukan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Kekerasan Pemukim Meluas

Bersamaan dengan operasi militer, para pemukim ilegal meningkatkan serangan terhadap komunitas Palestina di beberapa wilayah. Di Beita, sebelah selatan Nablus, para pemukim menyerang sebuah rumah warga Palestina di kawasan Jabal Bir Quza setelah memasuki wilayah tersebut di bawah perlindungan pasukan Israel.

Di tempat lain, puluhan pemukim memasuki lahan pertanian di sebelah timur Qabalan; mereka mengejar para petani Palestina dan merusak tanaman dalam tindakan yang oleh warga disebut sebagai upaya untuk menghalangi mereka menggarap lahan mereka sendiri.

Di Masafer Yatta, sebelah selatan Hebron, para pemukim menyerang rumah dan properti warga Palestina di kawasan Wadi Al-Rakhim dekat Susya. Tindakan ini merupakan kelanjutan dari upaya yang menurut warga bertujuan memaksa warga Palestina meninggalkan wilayah tersebut demi memuluskan perluasan permukiman.

Dalam salah satu insiden serangan, para pemukim mengepung rumah seorang warga Palestina bernama Mohammad Mousa Shanaran, mencoba menerobos masuk secara paksa, dan menyemprotkan gas melalui jendela, yang menyebabkan beberapa anggota keluarga mengalami sesak napas.

Dalam insiden lain di sebelah selatan Hebron, para pemukim memasang bendera Israel di sepanjang jalan dan di dekat rumah-rumah warga Palestina di desa Umm Al-Khair, sembari melakukan kekerasan fisik terhadap beberapa penduduk.

Lebih jauh ke utara, tepatnya di Aqraba (sebelah selatan Nablus), para pemukim memukuli dua bersaudara asal Palestina hingga terluka parah di kawasan Khirbet Al-Tawil. Salah satu dari mereka harus dirawat di rumah sakit, sementara saudaranya ditangkap oleh pasukan Israel; pada saat yang sama, para pemukim tersebut tetap berada di bawah perlindungan militer.

Sementara itu, para pemukim memblokir sebuah jalan tanah di sebelah timur Tubas menggunakan batu-batu besar, sehingga menghambat mobilitas warga Palestina. Pasukan Israel secara bersamaan mempertahankan penutupan jalan di sekitar beberapa permukiman di barat laut Ramallah, sembari terus melanjutkan operasi perataan lahan dan penyitaan tanah.

Respons Palestina

Gelombang terbaru serangan militer dan aksi pemukim ini memicu kembali seruan dari pihak Palestina untuk meningkatkan perlawanan di seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki. Berbagai organisasi hak asasi manusia telah berulang kali mendokumentasikan adanya koordinasi erat antara pasukan Israel dan para pemukim dalam insiden-insiden semacam itu; unit-unit militer kerap memberikan pengamanan bagi aksi penerobosan yang dilakukan pemukim, sembari secara bersamaan melancarkan penggerebekan dan penangkapan di permukiman Palestina di sekitarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kelapa sawit ditanam kembali pasca kebakaran, ekspor minyak sawit dari lahan karhutla terancam

30 Agustus 2026

62 Desa Gresik Kekurangan Air, Krisis Air Mengancam

30 Agustus 2026

Projo hukum relawan sebar video Budi Arie soal percepatan pemilu 2029

30 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kelapa sawit ditanam kembali pasca kebakaran, ekspor minyak sawit dari lahan karhutla terancam

30 Agustus 2026

5 Alasan Wiper Mobil Masih Berisik Meski Sudah Ganti Karet

30 Agustus 2026

62 Desa Gresik Kekurangan Air, Krisis Air Mengancam

30 Agustus 2026

Relawan Pajak 2027 Dibuka, Mahasiswa dan Dosen Bisa Ikut

30 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?