Misi Tianwen-2: Penjelajahan Kamo’oalewa yang Ambisius
Misi antariksa Tiongkok, Tianwen-2, telah mencapai tujuan utamanya yaitu Kamo’oalewa, sebuah benda langit yang dikenal sebagai “kuasi-bulan” dan mengorbit Matahari bersama Bumi. Misi ini merupakan langkah besar dalam eksplorasi luar angkasa, dengan rencana untuk melakukan pendaratan di Kamo’oalewa dan mengambil sampel dari permukaannya.
Peluncuran dan Perjalanan Misi
Tianwen-2 diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Xichang di selatan Tiongkok pada 28 Mei 2025. Wahana antariksa tersebut memiliki ukuran sebesar mobil dan telah mengirimkan gambar pertamanya beberapa minggu setelah peluncuran. Beberapa bulan kemudian, wahana itu juga mengunggah foto selfie bersama Bumi, memberikan wawasan awal tentang desainnya yang dirahasiakan.
Tujuan Utama Misi
Tujuan utama dari misi ini adalah Kamo’oalewa, yang juga dikenal sebagai 2016 HO3 atau sekadar Kamo’oalewa. Benda ini ditemukan pada tahun 2016 oleh para astronom di Observatorium Haleakala, Hawaii. Diameter Kamo’oalewa diperkirakan berkisar antara 130 hingga 330 kaki (40 hingga 100 meter) dan termasuk dalam kategori “kuasi-satelit”, yang berarti ia mengorbit Matahari tepat di samping Bumi dalam kemitraan sementara.
Tianwen-2 diperkirakan telah tiba di Kamo’oalewa pada 7 Juni dan memasuki orbit di samping asteroid tersebut. Sekitar sebulan kemudian, pada 4 Juli, probe tersebut diperkirakan akan mendarat di asteroid untuk mengumpulkan sampel dari permukaannya, menggunakan teknik pengeboran yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Jika berhasil, sampel-sampel tersebut akan dikembalikan ke Bumi pada 29 November 2027. Pada tahap ini, Tianwen-2 akan memanfaatkan gravitasi Bumi untuk melaju lebih jauh ke luar angkasa menuju misi sekundernya: bertemu dan mempelajari 311P/PanSTARRS—sebuah objek unik di luar Mars, yang menunjukkan karakteristik komet dan asteroid—pada tahun 2035.
Mengungkap Rahasia Kamo’oalewa
Sampel dari Kamo’oalewa dapat membantu menjawab banyak pertanyaan menarik, termasuk asal-usul sebenarnya dari objek tersebut. Beberapa ahli menduga bahwa Kamo’oalewa mungkin terlepas dari Bulan.
Informasi Tentang Kamo’oalewa
Saat ini terdapat delapan kuasi-bulan yang diketahui mengorbit Matahari bersama Bumi, menyusul penemuan kuasi-bulan terbaru pada September 2025. Berbeda dengan minimoon yang memiliki nama serupa—yakni asteroid yang untuk sementara waktu terperangkap oleh gravitasi Bumi selama beberapa bulan atau tahun—kuasi-bulan adalah satelit sementara yang secara perlahan mengelilingi planet kita namun tidak pernah terikat secara gravitasi.
Hubungan ini dapat berlangsung selama puluhan tahun atau bahkan berabad-abad. Sebagai contoh, para ahli memperkirakan bahwa Kamo’oalewa telah menemani planet kita setidaknya selama 100 tahun dan dapat tetap berada di sampingnya selama 300 tahun lagi sebelum mulai kehilangan sinkronisasi dengan orbit matahari.
Cara Kamo’oalewa bergerak bersama Bumi mirip seperti seekor anjing yang menemani pemiliknya sebentar saat berjalan-jalan jauh melintasi hutan.
Batu angkasa seukuran bianglala ini merupakan salah satu kuasi-bulan terdekat dengan kita, dengan jarak terdekat sekitar 2,9 juta mil (4,6 juta kilometer) dari Bumi, atau sekitar 12 kali lebih jauh daripada bulan kita yang sebenarnya. Batu angkasa ini juga merupakan salah satu kuasi-bulan yang berputar paling cepat, berputar mengelilingi porosnya setiap 30 menit.
Namun tidak seperti bulan semu lainnya, yang kemungkinan berasal dari sabuk asteroid utama tata surya, di antara Mars dan Jupiter, dugaan terbaik kita saat ini adalah bahwa Kamo’oalewa sebenarnya adalah bagian dari bulan. Hipotesis ini didasarkan pada pengamatan tahun 2021 yang menunjukkan bahwa Kamo’oalewa menyerap dan memantulkan cahaya serupa dengan Bulan, mengindikasikan bahwa benda angkasa tersebut mungkin merupakan potongan material Bulan yang terlempar akibat tabrakan meteorit pada masa lampau.
Baru-baru ini, pada tahun 2024, para peneliti mempersempit kemungkinan kawah tumbukan yang paling mungkin menjadi asal usul asteroid tersebut: kawah Giordano Bruno selebar 13,6 mil (22 km), yang terletak di sisi jauh Bulan. Namun, masih ada kemungkinan bahwa Kamo’oalewa adalah asteroid sabuk utama yang kebetulan sangat mirip dengan material Bulan.


