Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 23 Juni 2026
Trending
  • Indah dan Segar! 7 Pemilihan Nama Bunga Aesthetic untuk Rumah
  • 5 Film Horor Liminal yang Harus Ditonton Jika Suka Backrooms
  • Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 2019 Bekas Dijual Segini
  • AI Membaca Pikiran: Implan Otak Buka Jalan Baru bagi Pasien ALS untuk Bekerja dan Berbicara Lagi
  • Prediksi Pertandingan Turki vs Paraguay di Piala Dunia 2026, Keduanya Kalah di Laga Pembuka
  • Perampokan Sadis di Pelalawan: Ditikam Gunting dan Obeng, Dipukul Kipas Angin
  • Bupati Deli Serdang Kena Nyinyir Soal Pajak Saat Disoroti Jalan Rusak
  • Live SCTV Gratis: Siaran Langsung Indonesia U19 vs Vietnam di Piala AFF U19 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»AI Membaca Pikiran: Implan Otak Buka Jalan Baru bagi Pasien ALS untuk Bekerja dan Berbicara Lagi
Teknologi

AI Membaca Pikiran: Implan Otak Buka Jalan Baru bagi Pasien ALS untuk Bekerja dan Berbicara Lagi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link



Indonesiadiscover.com

– Persaingan dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya terjadi di pusat data perusahaan teknologi besar. Di bidang kesehatan, AI kini menjadi fondasi dari inovasi yang memungkinkan seseorang yang kehilangan kemampuan berbicara akibat penyakit saraf berat kembali berkomunikasi dan bahkan bekerja penuh waktu.

Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig adalah gangguan neurodegeneratif yang merusak neuron motorik secara bertahap hingga menyebabkan kelumpuhan dan hilangnya kemampuan berbicara. Dalam beberapa tahun terakhir, teknologi brain-computer interface (BCI) atau antarmuka otak-komputer dikembangkan untuk menerjemahkan aktivitas otak menjadi perintah digital, tetapi sebagian besar masih terbatas pada laboratorium.

Tim peneliti University of California, Davis melaporkan bahwa pasien ALS bernama Casey Harrell telah menggunakan implan BCI sejak 2023. Sistem tersebut memungkinkannya mengendalikan kursor komputer dengan pikiran sekaligus menghasilkan kalimat dengan tingkat akurasi 99 persen dalam pengujian dan sekitar 92 persen dalam penggunaan sehari-hari. Temuan itu juga dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine.

Ahli bedah saraf UC Davis, David Brandman, menyebut capaian tersebut sebagai titik balik perkembangan BCI. “Hal terpenting bagi saya adalah teknologi ini memungkinkan komunikasi sehari-hari bagi seseorang yang ingin berbicara, tetapi tidak bisa. Meskipun lumpuh, Casey telah kembali bekerja penuh waktu dan dapat melakukan percakapan bermakna dengan putrinya,” ujarnya.

Keunggulan lain sistem ini adalah kemampuannya digunakan secara mandiri di rumah. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mengharuskan kehadiran ilmuwan, tim perawatan Harrell cukup menghubungkan perangkat tersebut sehingga dia dapat mengoperasikannya sendiri. Selama hampir dua tahun, Harrell telah menggunakan sistem itu lebih dari 3.800 jam atau rata-rata lebih dari lima jam setiap hari untuk bekerja, berkirim pesan, dan berinteraksi dengan keluarga.

Harrell menggambarkan dampak teknologi itu terhadap kehidupannya. “Hidup saya kini lebih penuh dengan aktivitas bersama teman, keluarga, dan rekan kerja. Teknologi ini memungkinkan saya berkomunikasi dengan cara yang jauh lebih alami dibandingkan teknologi apa pun yang pernah saya gunakan,” katanya melalui sistem BCI.

Sementara kepada Nature, dia menegaskan, “Ini tidak kalah dari sebuah revolusi. Teknologi ini membuat saya tetap bekerja dan menopang keluarga saya, sekaligus menghubungkan saya kembali dengan teman dan kerabat.”

Terobosan tersebut tidak bertumpu pada perangkat keras baru. Tim UC Davis memanfaatkan implan dari Blackrock Neurotech dan mengembangkan platform perangkat lunak bernama Brain-computer Interface for Rapidly Adaptive Neural Decoding (BRAND). Algoritme pembelajaran mesin di dalamnya menerjemahkan aktivitas pada bagian otak yang mengendalikan gerakan wajah, mulut, dan rahang menjadi fonem bahasa Inggris, kemudian menyusunnya menjadi kata dan kalimat yang dapat diucapkan komputer.

Brandman menilai tugas utama timnya adalah membuktikan bahwa BCI bukan sekadar eksperimen akademik. “Tugas saya adalah mengurangi risikonya,” ujarnya. Dia mengibaratkan perkembangan BCI saat ini seperti alat pacu jantung pada 1950-an yang masih besar dan bergantung pada perangkat eksternal, tetapi kemudian berkembang menjadi teknologi medis yang praktis dan lazim digunakan.

“Kami masih berada pada tahap awal teknologi ini. Casey telah menunjukkan bahwa teknologi semacam ini benar-benar praktis,” katanya.

Di tengah persaingan pengembangan BCI oleh perusahaan seperti Neuralink, Synchron, dan Paradromics, penelitian UC Davis menunjukkan bahwa kemajuan AI dapat mempercepat penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan nyata. Bahkan, Brandman menyatakan bahwa “kami mungkin telah melewati sebuah ambang batas dengan memberdayakan seseorang yang lumpuh untuk berbicara dengan caranya sendiri.”

Bagi Harrell, keberhasilan itu bukan sekadar pencapaian pribadi. “Saya sangat berharap tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang menikmati manfaat teknologi ini, melainkan banyak orang dengan kondisi seperti saya dapat mengaksesnya melalui layanan kesehatan,” ujarnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa tujuan utama pengembangan teknologi ini bukan menjadikan segelintir pasien sebagai kisah sukses, melainkan menghadirkan solusi yang dapat diakses luas bagi penyandang kelumpuhan di seluruh dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

9 Perilaku yang Membuktikan Kecerdasan di Luar Pekerjaan

23 Juni 2026

Prancis tinggalkan Palantir, percepat kemandirian AI di intelijen

23 Juni 2026

Obat dari Cetak 3D: Tablet Sesuai Kebutuhan Pasien

23 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Indah dan Segar! 7 Pemilihan Nama Bunga Aesthetic untuk Rumah

23 Juni 2026

5 Film Horor Liminal yang Harus Ditonton Jika Suka Backrooms

23 Juni 2026

Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 2019 Bekas Dijual Segini

23 Juni 2026

AI Membaca Pikiran: Implan Otak Buka Jalan Baru bagi Pasien ALS untuk Bekerja dan Berbicara Lagi

23 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?