Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 23 Juni 2026
Trending
  • Rumah Sempit? Coba 8 Ide Partisi Minimalis Ini
  • Menelan Cakrawala, Saat Lanskap Jadi Lebih dari Sekadar Pemandangan
  • Dari desain hingga performa, BMW Seri 3 jadi sedan premium favorit Gen Z
  • Prancis tinggalkan Palantir, percepat kemandirian AI di intelijen
  • Alarm resesi berbunyi setelah BI rate tembus 5,75%
  • Sebut SPPG, Satuan Penjilat Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan Firdaus Oiwobo
  • Perseteruan Trump dan Netanyahu Memanas, Tanpa Peran Amerika Tak Akan Ada Israel
  • Jurnalis Italia Ingatkan MU Jangan Rekrut Rafael Leao, Ini Alasannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Sebut SPPG, Satuan Penjilat Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan Firdaus Oiwobo
Hukum

Sebut SPPG, Satuan Penjilat Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Dilaporkan Firdaus Oiwobo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kritik Tiyo Ardianto terhadap Pemerintah Memicu Laporan ke Polisi

Seorang aktivis mahasiswa, Tiyo Ardianto, dilaporkan ke polisi atas dugaan penghasutan setelah menyampaikan kritik terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Laporan tersebut dipicu oleh pernyataannya mengenai SPPG dan program MBG yang dinilai tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Pelapor, Muhammad Firdaus, akan menjalani pemeriksaan pada 22 Juni 2026. Dalam laporan resmi yang diajukan ke Polres Tangerang Selatan, Firdaus menuduh Tiyo melakukan penghasutan terkait program MBG. Ia juga menyebut bahwa dalam video tersebut, Tiyo menyebut SPPG sebagai satuan penjilat Prabowo.

Firdaus mengungkapkan bahwa ia melihat video tersebut saat berada di rumahnya di kawasan BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Ia merasa bahwa isi video tersebut mengajak masyarakat untuk meninggalkan program MBG dan menyerang keberadaan SPPG. Setelah merasa tidak nyaman dengan isinya, Firdaus membuat laporan resmi ke Polres Tangerang Selatan pada 15 Juni 2026.

Laporan tersebut tercatat dengan nomor:
LP/B/1867/VI/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA

Selain Firdaus, tiga orang saksi lain juga disebut akan dimintai keterangan oleh penyidik guna mendalami laporan tersebut.

Polemik MBG Makin Memanas

Kasus ini menambah panjang daftar polemik seputar program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan memicu gelombang kritik dan demonstrasi di berbagai daerah. Nama Tiyo Ardianto sendiri sebelumnya juga menjadi sorotan setelah mengunggah video penemuan alat pelacak yang diduga dipasang di mobil yang digunakannya usai aktif menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Tiyo pertama kali mengetahui keberadaan alat tersebut dari notifikasi di handphone. Notifikasi tersebut menyebutkan bahwa PBX Finder ditemukan bergerak bersama Anda. Ia mempublish temuan tersebut lewat akun Instagramnya.

“Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam,” kata Tiyo.

Ia mengaitkan temuan alat pelacak PBX Finder ini dengan kritik tajam yang kini gencar dilayangkan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa dengan ketulusan cinta, justru dibalas dengan ancaman dan marabahaya. Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu. Tapi, yang jelas, betapa berbahayanya menjadi manusia Indonesia yang mencintai bangsanya,” katanya.

Eks Menpora Murka Lihat Video Tiyo Ardianto

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Adhyaksa Dault, meluapkan kemarahan besar terhadap Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto. Kemarahan tokoh senior tersebut dipicu oleh video kritik Tiyo Ardianto yang viral di media sosial.

Dalam video itu, Tiyo dinilai telah melontarkan kritik yang sudah melewati batas hingga dianggap menghina Presiden Prabowo Subianto. Video tersebut kemudian ditonton langsung oleh Adhyaksa Dault. Sebagai sosok yang pernah aktif di organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, ia merasa tindakan Tiyo tidak mencerminkan etika seorang pemimpin mahasiswa.

“Astagfirullah. Lima tahun saya menteri, sebelumnya saya KNPI, sebelumnya HMI, sebelumnya saya seperti kamu, sama-sama aktivis mahasiswa. Tapi saya belum pernah dengar berkata kasar seperti kamu terhadap kepala negara,” kata Adhyaksa Dault seperti dikutip dari Tribunstyle.com, Minggu (14/6/2026).

Adhyaksa Dault bahkan secara terbuka menegur Tiyo Ardianto. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah adalah hal yang lumrah dalam negara demokrasi, namun tidak boleh disampaikan dengan cara yang menghina kepala negara.

“Itu luar biasa kamu, kenapa kamu ngomong begitu, nggak boleh kayak gitu,” tegasnya.

Ia mengaku selama ini jarang menanggapi dinamika politik maupun mengeluarkan pernyataan terkait pemerintahan. Namun kali ini ia merasa perlu bersuara setelah melihat video Tiyo Ardianto.

“Hari ini saya baru ngomong karena saya kesal melihat kamu. Walaupun sebelah kamu tertawa-tawa, saya nggak suka dengan sikap kamu seperti itu,” ujarnya.

Adhyaksa Dault mengungkapkan bahwa dirinya sempat menaruh simpati kepada Tiyo Ardianto. Pasalnya, Ketua BEM UGM tersebut belakangan menjadi sorotan publik karena keberaniannya mengkritik berbagai kebijakan pemerintah, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), nilai tukar rupiah hingga harga BBM.

Namun menurut Adhyaksa, kritik yang disampaikan Tiyo kali ini sudah kelewatan. “Kasihan kamu. Pada mulanya saya simpati. Kritik pemerintah oke, kita meng-kita-kan jangan meng-kau-kan. Tapi ini sudah kelewatan, kamu menghina kepala negara,” katanya.

Di tengah polemik tersebut, Tiyo Ardianto juga tengah menjadi perhatian publik setelah mengaku menemukan alat pelacak yang terpasang di mobil pribadinya.

Tiyo mengungkapkan, pada Sabtu (13/6/2026), ia menerima notifikasi di ponselnya mengenai keberadaan alat pelacak yang bergerak bersamanya. Setelah dilakukan pencarian, alat tersebut ditemukan berada di bagian bawah mobil dekat ban serep.

“Teman-teman sekalian bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan,” ungkap Tiyo melalui akun Instagram pribadinya.

Usai menemukan alat tersebut, Tiyo mengaku terkejut dan mempertanyakan pihak yang memasangnya. Ia juga mengaitkan peristiwa itu dengan posisinya yang selama ini vokal mengkritik pemerintah.

Tak hanya itu, Tiyo turut menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan tidak akan gentar meski merasa mendapat intimidasi.

“Mari rekan-rekan kita pastikan bahwa semakin ditekan semakin melawan, semakin diteror semakin gacor, semakin diintimidasi direpresi, maka semakin cepat hari-hari revolusi. Terima kasih, Pak Prabowo,” kata Tiyo.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kunjungi Polda Metro Jaya, Davina Karamoy Diperiksa Terkait Kasus Hanania Travel

23 Juni 2026

Mahasiswa Unnes Hina Driver Jastip, Diwajibkan Minta Maaf Terbuka

22 Juni 2026

Kabid BKAD Purwakarta Ditemukan Tewas, Rekan dan Keluarga Diperiksa

22 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Rumah Sempit? Coba 8 Ide Partisi Minimalis Ini

23 Juni 2026

Menelan Cakrawala, Saat Lanskap Jadi Lebih dari Sekadar Pemandangan

23 Juni 2026

Dari desain hingga performa, BMW Seri 3 jadi sedan premium favorit Gen Z

23 Juni 2026

Prancis tinggalkan Palantir, percepat kemandirian AI di intelijen

23 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?