Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 13 Juni 2026
Trending
  • Kode Redeem Free Fire Terbaru Senin 8 Juni 2026, Cek Hadiah Gratisnya
  • Ratusan Biker Hebohkan Turbo Kejurnas Drag Bike 2026, Sirkuit Kelud Resmi Dibuka
  • 10 cara mengatasi pesan WhatsApp yang tertunda
  • Shrinkflation vs Skimpflation, Mana yang Lebih Merugikan Konsumen?
  • Mantan Koruptor Picu Kecelakaan Maut, Akui Salah Injak Pedal Gas Fortuner
  • Alasan Ahli: Kabinet Prabowo-Gibran Akan Diubah, Siapa Menteri yang Diganti?
  • Bangkit dari Kekalahan, Satria Muda Kalahkan Bogor Hornbills di Babak Semifinal IBL 2026
  • Lima Destinasi Alam Tersembunyi di Sekadau Kalbar yang Jarang Diketahui Wisatawan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Alasan Ahli: Kabinet Prabowo-Gibran Akan Diubah, Siapa Menteri yang Diganti?
Politik

Alasan Ahli: Kabinet Prabowo-Gibran Akan Diubah, Siapa Menteri yang Diganti?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover13 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Prediksi Perombakan Kabinet dan Tantangan Komunikasi Publik

Pakar komunikasi politik Syurya Muhammad Nur mengungkapkan prediksi bahwa Presiden Prabowo Subianto akan segera melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Prediksi ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan peningkatan efektivitas pemerintahan dan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional.

Reshuffle, menurut Syurya, bukan hanya sekadar pergantian figur, melainkan bagian dari upaya untuk meningkatkan kinerja kabinet di tengah tantangan ekonomi dan dinamika komunikasi publik yang semakin kompleks. Ia menilai bahwa Presiden membutuhkan tim yang tidak hanya mampu merumuskan kebijakan, tetapi juga memiliki kapasitas teknokratis dan kemampuan eksekusi yang kuat.

“Reshuffle bukan sekadar hukuman politik, melainkan langkah korektif agar mesin pemerintahan berjalan selaras dengan agenda strategis Presiden,” ujarnya.

Menteri Tak Lagi Cukup Jadi Administrator

Memasuki fase konsolidasi pemerintahan, tuntutan terhadap para menteri kini semakin tinggi. Selain mampu menjalankan program kerja, mereka juga dituntut mampu menjelaskan arah kebijakan pemerintah kepada masyarakat secara jelas dan konsisten.

Menurut Syurya, tantangan pemerintahan saat ini tidak hanya berasal dari sektor ekonomi, tetapi juga dari bagaimana kebijakan pemerintah dipahami oleh publik. Ia menyebut bahwa pemerintah dihadapkan pada sejumlah target strategis, mulai dari menjaga pertumbuhan ekonomi, memperkuat investasi, menciptakan lapangan kerja, hingga meningkatkan daya saing nasional.

Namun di tengah era digital yang serba cepat, komunikasi publik menjadi faktor yang tak kalah penting. “Sering kali masalah bukan pada substansi kebijakan, melainkan lemahnya kemampuan pejabat menjelaskan arah kebijakan kepada publik. Di era digital, menteri bukan hanya administrator, tetapi juga komunikator publik,” tegasnya.

Kemampuan Menjelaskan Kebijakan Jadi Penentu

Syurya menegaskan bahwa publik saat ini menilai pemerintah dari dua aspek sekaligus, yakni kualitas kebijakan dan cara pemerintah menyampaikan kebijakan tersebut. Menurutnya, kemampuan menghadapi kritik, mengelola isu publik, serta membangun optimisme masyarakat menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki para pejabat negara.

“Publik menilai pemerintah bukan hanya dari kebijakan, tetapi juga dari cara kebijakan itu dijelaskan. Menteri harus mampu menjawab kritik, mengelola isu, dan membangun optimisme publik,” katanya.

Pandangan tersebut sejalan dengan meningkatnya peran media digital dan media sosial yang membuat respons publik terhadap kebijakan pemerintah berlangsung lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Reshuffle Dinilai Bisa Jadi Momentum Penguatan Kabinet



Lebih lanjut, Syurya menilai reshuffle dapat menjadi momentum strategis bagi Presiden Prabowo untuk memperkuat kualitas kabinet dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan mempercepat pembangunan nasional. Menurutnya, fokus utama perombakan kabinet seharusnya bukan sekadar mengganti individu tertentu, melainkan memastikan seluruh anggota kabinet memiliki visi kerja yang sejalan dengan arah pembangunan yang ditetapkan Presiden.

“Orientasi reshuffle bukan sekadar pergantian figur, melainkan penguatan kapasitas kabinet. Presiden membutuhkan tim yang solid, cepat, responsif, dan bekerja dalam satu frekuensi dengan agenda besar pembangunan nasional,” tutup Syurya.

Hasil Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran Sebelumnya

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih pada hari ini, Senin (27/4/2026). Pelantikan menteri dan kepala lembaga baru yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kinerja birokrasi dan konsolidasi politik pemerintah.

Dalam perombakan kali ini, terdapat sejumlah nama besar yang menempati posisi baru, termasuk pergeseran posisi di lingkaran inti Staf Kepresidenan. Berikut adalah daftar 6 pejabat hasil reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran beserta jabatan sebelumnya:

  • Dudung Abdurachman

    Jabatan Baru: Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

    Jabatan Sebelumnya: Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

  • Muhammad Qodari

    Jabatan Baru: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.

    Jabatan Sebelumnya: Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

  • Jumhur Hidayat

    Jabatan Baru: Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

    Jabatan Sebelumnya: Tokoh aktivis dan intelektual.

  • Hanif Faisol

    Jabatan Baru: Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

    Jabatan Sebelumnya: Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL).

  • Hasan Nasbi

    Jabatan Baru: Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.

    Jabatan Sebelumnya: Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

  • Abdul Kadir Karding

    Jabatan Baru: Kepala Badan Karantina Indonesia.

    Jabatan Sebelumnya: Politisi senior (Anggota DPR RI).

Pergeseran M Qodari ke Badan Komunikasi

Pergeseran Muhammad Qodari menjadi salah satu topik hangat. Qodari sebelumnya menjabat KSP sejak September 2025 menggantikan AM Putranto. Selama menjabat KSP, ia dikenal aktif mengembalikan fungsi komunikasi lembaga yang sempat hilang. Kini, ia diberi mandat baru memimpin Badan Komunikasi Pemerintah.

Posisi ini sangat strategis karena Presiden Prabowo secara khusus sering meminta Qodari mengawal narasi keberhasilan program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat. Muhammad Qodari terpantau tiba di Istana sekitar pukul 13.58 WIB didampingi sang ibunda. Ia mengenakan setelan jas dan peci hitam lengkap dengan dasi biru langit.

Pengambilan sumpah jabatan dipandu langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di bawah naungan kitab suci. Kehadiran sejumlah menteri koordinator dalam seremoni ini menegaskan dukungan penuh terhadap perubahan formasi kabinet demi efektivitas kinerja pemerintah di masa depan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Operasi Patuh Intan 2026 Kalsel Ditunda, Orangtua Lega

12 Juni 2026

Said Iqbal Jadi Penasihat Prabowo, Dari Demo ke Istana

12 Juni 2026

Biodata Mahfud MD, Prabowo Bantah Isu Korupsi MBG, Ungkap Fakta Mengerikan

12 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Kode Redeem Free Fire Terbaru Senin 8 Juni 2026, Cek Hadiah Gratisnya

13 Juni 2026

Ratusan Biker Hebohkan Turbo Kejurnas Drag Bike 2026, Sirkuit Kelud Resmi Dibuka

13 Juni 2026

10 cara mengatasi pesan WhatsApp yang tertunda

13 Juni 2026

Shrinkflation vs Skimpflation, Mana yang Lebih Merugikan Konsumen?

13 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?