Pengumuman Akhir Kerja Sama dengan Milomir Seslija dan Milos Durovic
Persis Solo resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Milomir Seslija dan asisten pelatih Milos Durovic setelah terdegradasi di Liga Super 2025/2026. Meski demikian, kontribusi keduanya tetap mendapat apresiasi dari manajemen klub dan para suporter.
Selama menangani tim, Milo berhasil memberikan perkembangan positif pada Persis Solo. Ia memimpin lebih dari 20 pertandingan dan berperan dalam pembenahan skuad, termasuk perekrutan pemain baru pada bursa transfer paruh musim. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan klub dari zona degradasi.
Keputusan Manajemen untuk Evaluasi dan Restrukturisasi
Keputusan penghentian kerja sama ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh manajemen klub menyambut musim baru. Selain itu, Persis Solo juga sedang fokus pada restrukturisasi internal, termasuk pembentukan divisi scouting & analis. Langkah-langkah ini bertujuan untuk membangun fondasi yang lebih kuat bagi keberlanjutan klub di masa depan.
Dalam pernyataan resmi, manajemen menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan oleh kedua pelatih selama masa jabatan mereka. Mereka dinilai memiliki pengalaman, kepemimpinan, serta upaya yang signifikan dalam membangkitkan performa tim meski akhirnya gagal mencegah degradasi.
Kehadiran Milomir Seslija di Tengah Kesulitan Tim
Milomir Seslija kembali dipercaya menjadi pelatih kepala Persis Solo pada pertengahan musim 2025/2026 ketika tim sedang menghadapi situasi sulit. Pada saat itu, Persis berada di papan bawah klasemen dan membutuhkan perubahan untuk meningkatkan performa. Kehadiran Milo diharapkan bisa memberikan dampak positif dan membawa perubahan besar.
Di bawah arahannya, Persis Solo menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Tim mampu meraih hasil positif dan tampil lebih kompetitif dalam persaingan ketat Super League. Selain itu, Milo juga terlibat dalam proses pembenahan skuad, termasuk mendatangkan pemain baru untuk memperkuat tim.
Gagal Selamat dari Degradasi
Meskipun menunjukkan peningkatan performa, Persis Solo akhirnya harus menerima kenyataan bahwa mereka terdegradasi dari Liga Super 2025/2026. Tim hanya mampu finis di posisi ke-16 klasemen akhir, sehingga harus turun ke level di bawahnya pada musim depan.
Kegagalan bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia menjadi salah satu faktor utama dalam evaluasi besar-besaran yang dilakukan oleh manajemen klub setelah kompetisi berakhir.
Apresiasi atas Kontribusi Milomir Seslija
Meski hasil akhir tidak sesuai harapan, kontribusi Milomir Seslija selama menangani Persis Solo tetap mendapat apresiasi dari manajemen maupun suporter. Pengalaman dan kepemimpinannya dianggap memberikan dampak positif bagi skuad Persis. Ia juga berhasil meningkatkan daya saing tim meski akhirnya belum cukup untuk menghindarkan klub dari degradasi.
Milo sebelumnya sempat menyampaikan harapan agar Persis dapat segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia setelah terdegradasi. Dengan berakhirnya kerja sama bersama Milomir Seslija dan Milos Durovic, Persis Solo mulai menyusun langkah baru untuk menghadapi musim mendatang.
Agenda Baru untuk Musim Depan
Salah satu agenda penting yang akan dilakukan oleh manajemen adalah mencari pelatih kepala baru yang dinilai mampu membawa Laskar Sambernyawa kembali kompetitif dan mewujudkan target promosi. Selain itu, Persis juga diperkirakan akan melakukan evaluasi terhadap komposisi pemain serta strategi tim guna membangun kekuatan baru dalam upaya kembali ke kasta tertinggi sepak bola nasional.
Proses pencarian pelatih dan pemain baru sudah berjalan dan mulai mengerucut, meski keputusan final masih menunggu kepastian regulasi kompetisi yang akan diterapkan operator liga.
Pembentukan Divisi Scouting dan Analis
Manajemen Persis Solo juga sedang bekerja di balik layar untuk membangun fondasi tim yang lebih kuat setelah Laskar Sambernyawa terdegradasi dari Super League. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pembentukan Divisi Scouting dan Analis untuk dasar pergerakan manajemen dalam aspek taktikal.
Selain itu, manajemen juga menjalankan restrukturisasi internal berdasarkan hasil evaluasi performa sepanjang musim lalu. Evaluasi menyeluruh menjadi agenda penting sebelum Championship League bergulir pada September mendatang.
Diskusi dengan Suporter dan Persiapan Tim
Manajemen Persis Solo terbuka untuk berdiskusi dengan kelompok suporter, namun meminta waktu agar kerangka tim yang sedang disusun bisa lebih matang sebelum dipresentasikan kepada publik. Hal ini dimaksudkan agar diskusi lebih terstruktur dan jelas arahnya.
Selain itu, manajemen juga sedang fokus pada evaluasi struktur organisasi klub agar kinerja setiap divisi lebih efektif dan efisien dibanding musim sebelumnya. Proses scouting pelatih dan pemain juga sedang berlangsung, dengan harapan tidak melakukan keputusan gegabah.



