Kegagalan Veda Ega Pratama di Moto3 Hungaria 2026
Veda Ega Pratama, pembalap muda Indonesia, harus menerima kekecewaan setelah gagal meraih poin dalam balapan Moto3 Hungaria 2026 yang berlangsung di Sirkuit Balaton Park. Ia finis di posisi ke-16, hanya satu tingkat di luar zona peraih poin. Hal ini terjadi karena hukuman long lap penalty yang diterimanya setelah sesi kualifikasi.
Penalti Mengubah Jalannya Balapan
Meski tampil menjanjikan pada awal balapan, Veda harus menghadapi tantangan besar akibat penalti yang membuatnya kehilangan kontak dengan rombongan depan. Ia memulai balapan dari posisi kesembilan dan sempat menunjukkan performa yang baik dengan mendekati lima besar. Namun, hukuman tersebut membuatnya tertinggal dan kesulitan untuk kembali ke posisi yang lebih baik.
Di sirkuit Balaton Park yang memiliki peluang menyalip terbatas, kehilangan posisi menjadi kerugian besar. Meski begitu, Veda tetap berjuang keras dan beberapa kali berhasil masuk dalam persaingan zona poin. Sayangnya, ia kesulitan mempertahankan ritme yang dibutuhkan untuk bertahan di kelompok tersebut hingga akhir balapan.
Tanggapan dari Manajer Tim
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyatakan bahwa penalti yang dijalani Veda memberikan dampak signifikan terhadap hasil balapan. Menurutnya, situasi seperti ini sangat sulit untuk diatasi karena sirkuit yang tidak memungkinkan banyak penyalipan.
“Hari ini bukanlah hasil yang kami harapkan. Veda memulai dari posisi ke-9, tetapi harus menjalani penalti lap panjang dari kemarin dan di sirkuit seperti Balaton Park itu berdampak signifikan pada balapannya,” ujar Aoyama.
Ia juga menambahkan bahwa Veda berjuang keras untuk pulih dan hampir meraih poin, sementara rekan setimnya, Taiyo Furusato Mitani, terus belajar dan mendapatkan pengalaman sepanjang balapan.
Veda Akui Kesalahan dan Jadikan Pelajaran
Veda tidak menutupi rasa kecewanya setelah balapan. Namun, ia memilih menerima konsekuensi dari kesalahan yang terjadi saat kualifikasi dan menjadikannya sebagai bagian dari proses pembelajaran di musim debutnya.
“Hari ini adalah balapan yang sangat sulit. Penalti long lap membuat segalanya sangat sulit karena setelah menjalaninya saya kehilangan kontak dengan kelompok depan dan menghabiskan sebagian besar balapan untuk mencoba memulihkan posisi yang telah hilang,” kata Veda.
Ia menyadari bahwa penalti tersebut adalah konsekuensi dari kesalahan yang dibuat selama kualifikasi. “Ini semua adalah bagian dari proses pembelajaran dan pengalaman penting lainnya bagi saya sebagai pembalap rookie.”
Performa Rekan Setim
Di sisi lain, rekan setim Veda, Taiyo Furusato Mitani, juga menghadapi tantangan serupa. Ia memulai balapan dari posisi ke-23 dan kesulitan memperbaiki posisi sejak awal. Kontak di tikungan pertama membuatnya kehilangan momentum dan harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.
“Balapan ini sulit sejak lap pertama. Di awal, saya memilih jalur luar di Tikungan 1, tetapi terjadi kontak dan pergerakan antar pembalap di depan saya,” ujar Mitani.
Kondisi ini memengaruhi performa ban yang mengalami penurunan drastis menjelang akhir lomba. “Pada lap-lap terakhir, cengkeraman ban menurun drastis dan menjadi sangat sulit untuk mengerem dan mempertahankan kecepatan.”
Fokus ke Sirkuit Brno
Meskipun gagal memenuhi target, Honda Team Asia tetap membawa pulang pengalaman berharga dari kunjungan perdana ke Balaton Park. Tim kini mengalihkan fokus menuju seri berikutnya di Sirkuit Brno pada 19-21 Juni mendatang dengan harapan bangkit dan meraih hasil yang lebih kompetitif.



