Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 7 Juni 2026
Trending
  • 16 Perusahaan Gelar RUPS Hari Ini, INCO hingga TMAS Bahas Dividen dan Pengurus
  • Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg
  • Gubernur Jateng: Perbaikan Jalan Blora Bukan Prioritas, Pemprov Segera Tindak Lanjuti
  • Bukan sekadar statistik! Bernardo Tavares bongkar alasan Persebaya Surabaya pertahankan Jefferson Silva
  • 7 Makanan Rentan Busuk, Perhatikan Penyimpanannya
  • Kumis Walrus: Senjata Hidup di Dasar Laut Gelap
  • 12 Ramalan Zodiak Keuangan Hari Ini: Scorpio Prioritaskan, Aquarius Berani
  • Hyundai Palisade Hybrid Signature 2026: Harga Terbaru Disewa
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Kolaborasi STTS, GDGoC, dan Google Developer Experts Ciptakan Aplikasi AI Tanpa Kode
Teknologi

Kolaborasi STTS, GDGoC, dan Google Developer Experts Ciptakan Aplikasi AI Tanpa Kode

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Juni 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Transformasi Teknologi di Indonesia dengan Pendekuan Vibe Coding

Gelombang transformasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin terasa di Indonesia. Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, komunitas teknologi dan institusi pendidikan aktif berupaya memperkenalkan inovasi baru untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan AI dalam berbagai sektor.

Salah satu contohnya adalah kegiatan #JuaraVibeCoding x Build with AI (BWAI) 2026 yang diselenggarakan oleh Google Developer Groups on Campus (GDGoC) Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) bersama IEEE Student Branch Institut STTS dan Google Developer Group (GDG) Surabaya. Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran teknologi modern yang memperkenalkan konsep Vibe Coding, sebuah pendekatan pengembangan aplikasi yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu proses pembuatan perangkat lunak secara lebih cepat, efisien, dan kreatif.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SMA, mahasiswa hingga komunitas teknologi yang ingin memperdalam pemahaman mengenai AI, pemrograman modern, dan ekosistem teknologi Google yang terus berkembang pesat.

Vibe Coding Bukan Sekadar Membuat Aplikasi Tanpa Coding

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan ini adalah bahwa perkembangan AI tidak menghapus pentingnya kemampuan dasar pemrograman. Peserta diajak memahami bahwa AI hanyalah alat bantu yang dapat mempercepat proses pengembangan aplikasi. Di balik kemudahan tersebut, kemampuan berpikir logis, memahami algoritma, dan menguasai rekayasa perangkat lunak tetap menjadi fondasi utama bagi seorang developer.

Konsep Vibe Coding yang kini menjadi salah satu program unggulan Google di Indonesia memungkinkan seseorang mengembangkan aplikasi melalui instruksi atau prompt yang diberikan kepada AI. Namun hasil yang dihasilkan tetap memerlukan evaluasi, pemahaman alur program, serta kemampuan analisis dari penggunanya.

Google Developer Expert Ungkap Rahasia Sukses Menguasai AI

Dalam acara ini, hadir sejumlah narasumber berpengalaman yang aktif berkontribusi dalam ekosistem teknologi global. Antara lain Prof. Dr. Ir. Esther Irawati, S.Kom., M.Kom., Google Developer Expert (GDE) for AI and Cloud, Ibnu yang juga merupakan GDE for AI and Cloud, serta Han dan Fedrian dari GDGoC Institut STTS.

Menurut Prof. Esther Irawati, Vibe Coding merupakan pendekatan yang didukung Google untuk memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pengembangan aplikasi berbasis AI. Menurutnya, meskipun AI mampu menghasilkan kode dan membantu membangun aplikasi secara otomatis, manusia tetap memegang peran penting dalam menentukan arah, logika, serta validasi hasil yang diberikan AI.

“Pada dasarnya, prompting juga membutuhkan logika. Prompting is a logic,” ujar Prof. Esther. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keterampilan berpikir kritis dan logis justru semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan.

Peserta Belajar Generative AI dan Teknologi Google Terkini

Selain seminar inspiratif, #JuaraVibeCoding x Build with AI 2026 juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal berbagai layanan dan teknologi Google yang saat ini banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi modern. Peserta diperkenalkan dengan beragam tools berbasis Generative AI yang kini mulai diterapkan di berbagai sektor industri, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga pengembangan produk digital.

Melalui sesi diskusi interaktif dan demonstrasi teknologi, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai bagaimana AI dapat menjadi pendukung inovasi sekaligus meningkatkan produktivitas dalam dunia kerja masa depan.

Mencetak Talenta Digital Indonesia yang Siap Hadapi Era AI

Penyelenggaraan #JuaraVibeCoding x Build with AI 2026 menjadi bukti kuat kolaborasi antara institusi pendidikan, komunitas teknologi, dan praktisi industri dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di era digital. Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya mahir memanfaatkan kecerdasan buatan, tetapi juga memahami prinsip-prinsip dasar teknologi yang menjadi fondasi dari setiap inovasi digital.

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat generasi muda Indonesia terhadap Artificial Intelligence terus meningkat. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekosistem talenta digital nasional yang kompetitif dan siap bersaing di tingkat global.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Tidak Semua Siswa Punya Ponsel, SDN 38 Hulontalangi Gelar Ujian Kertas

6 Juni 2026

20 Soal Prediksi SAS Informatika Kelas 10 SMA Kurikulum Merdeka dengan Kunci Jawaban

6 Juni 2026

Vivo T5 Pro Dirilis, Baterai 6500mAh dan Layar Terang 3000 Nits

6 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

16 Perusahaan Gelar RUPS Hari Ini, INCO hingga TMAS Bahas Dividen dan Pengurus

6 Juni 2026

Nasib menyedihkan kakek 64 tahun di Cirebon diintimidasi foto AI oleh mantan caleg

6 Juni 2026

Gubernur Jateng: Perbaikan Jalan Blora Bukan Prioritas, Pemprov Segera Tindak Lanjuti

6 Juni 2026

Bukan sekadar statistik! Bernardo Tavares bongkar alasan Persebaya Surabaya pertahankan Jefferson Silva

6 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?