Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 7 Juni 2026
Trending
  • Bursa Transfer MotoGP 2027: Nicolo Bulega Berjuang untuk Menebus Kesalahan Masa Lalu
  • Saat Kompetitor Bangun Chatbot, Apple Gunakan AI untuk Aksesibilitas Global
  • Kemampuan Investigasi Nanik S Deyang Ungkap Kebocoran BGN, Emrus Minta Audit Menyeluruh SPPG
  • 5 Mitos Otomotif yang Masih Dipercaya Saat Ini
  • Rupiah Rekor Terendah, Menkeu Purbaya Jamin APBN Aman dan Ekonomi Tangguh
  • PETI di Desa Perigi Tak Berujung, Polsek Silat Hilir Pastikan Tidak Ada Tambang
  • Gempa Kaltara Dirasakan hingga Pulang Pisau, Warga Tambal Jalan di Batara Viral
  • Argentine Juara Bertahan dengan Harapan Brasil di Piala Dunia 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Kemampuan Investigasi Nanik S Deyang Ungkap Kebocoran BGN, Emrus Minta Audit Menyeluruh SPPG
Politik

Kemampuan Investigasi Nanik S Deyang Ungkap Kebocoran BGN, Emrus Minta Audit Menyeluruh SPPG

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 Juni 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Momentum Pembenahan Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Pergantian pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dianggap sebagai momentum penting untuk melakukan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana merupakan langkah strategis yang dapat membawa perubahan signifikan dalam sistem yang selama ini dinilai bermasalah.

Menurut Emrus, latar belakang Nanik S Deyang di bidang investigasi dan komunikasi publik menjadi modal penting untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem yang selama ini dinilai bermasalah, khususnya pada tingkat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menjelaskan bahwa masalah di BGN sebelumnya adalah kombinasi dari manajemen internal yang korosif dan komunikasi publik yang defensif atau bahkan menutup-nutupi realitas.

Dengan latar belakang investigasi, Ibu Nanik S Deyang memiliki pisau analisis untuk membongkar dan mengaudit di mana letak kebocoran dan kelalaian di tingkat SPPG yang nakal. Nanik S Deyang dinilai memiliki bekal kuat untuk membenahi BGN karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam pengawasan pelaksanaan Program MBG dan penanganan berbagai persoalan di lapangan.

Nanik juga pernah mengoordinasikan pembentukan tim investigasi untuk menelusuri kasus keracunan yang menimpa penerima manfaat MBG dengan melibatkan sejumlah lembaga terkait. Sebelum berkiprah di pemerintahan, ia memiliki latar belakang panjang di dunia jurnalistik hingga menjadi pemimpin media. Kombinasi pengalaman di bidang komunikasi publik, investigasi kelembagaan, dan pengawasan lapangan tersebut menjadi alasan sejumlah pihak menilai Nanik memiliki kapasitas untuk memimpin upaya audit dan reformasi internal BGN.

Audit Menyeluruh dan Sistem Pengawasan Berbasis Partisipasi

Emrus mendorong Kepala BGN yang baru untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap SPPG yang selama ini menjadi ujung tombak distribusi program MBG. Menurut dia, evaluasi tidak cukup dilakukan pada aspek administratif semata, tetapi harus menyentuh keseluruhan rantai distribusi makanan, pengawasan mutu, hingga mekanisme pertanggungjawaban di lapangan. Langkah audit tersebut penting untuk memulihkan kepercayaan publik yang sempat terganggu akibat berbagai kasus yang mencuat dalam pelaksanaan program MBG.

Selain audit internal, Emrus juga mengusulkan pembentukan sistem pengawasan berbasis partisipasi publik agar masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas makanan yang diterima para siswa. Ia menyarankan Ibu Nanik S Deyang segera membuat sistem pengawasan berbasis publik. Buka kanal pelaporan terbuka. Biarkan orang tua murid, guru, atau masyarakat langsung memposting foto atau video kalau ada makanan basi atau gizi buruk yang dibagikan.

Bagi Emrus, pendekatan tersebut akan memperkuat transparansi sekaligus mempercepat deteksi masalah sebelum menimbulkan dampak yang lebih luas. Lebih lanjut, Emrus menilai kemampuan investigatif Nanik S Deyang tidak hanya relevan untuk mencari akar masalah, tetapi juga dapat menjadi instrumen reformasi internal BGN. Ia menekankan bahwa perbaikan program MBG harus dimulai dari pembenahan tata kelola organisasi agar tidak kembali terjadi persoalan yang sama di masa mendatang.

Reformasi Internal dan Budaya Kerja yang Lebih Terbuka

Menurut dia, BGN memerlukan budaya kerja yang lebih terbuka, responsif terhadap kritik, serta berorientasi pada penyelesaian masalah di lapangan. Jangan lagi ada narasi yang indah-indah di media, tapi realitas di lapangan berbau dan tidak layak konsumsi. Emrus menilai reformasi internal menjadi syarat penting agar program yang menggunakan anggaran besar tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Perubahan Pimpinan BGN

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), termasuk mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana beserta dua wakilnya. Keputusan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam. “Pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo.

Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala yang turut diganti ialah Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal lembaga tersebut. Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nani S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru. Sementara posisi wakil kepala diisi Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gempa Kaltara Dirasakan hingga Pulang Pisau, Warga Tambal Jalan di Batara Viral

7 Juni 2026

Profil Lengkap Nanik S Deyang, Wartawati Timses Prabowo Jadi Kepala BGN

7 Juni 2026

Profil Pesantren Matsaratul Huda Pamekasan yang Lepas dari Tradisi di Tengah Modernisasi

7 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bursa Transfer MotoGP 2027: Nicolo Bulega Berjuang untuk Menebus Kesalahan Masa Lalu

7 Juni 2026

Saat Kompetitor Bangun Chatbot, Apple Gunakan AI untuk Aksesibilitas Global

7 Juni 2026

Kemampuan Investigasi Nanik S Deyang Ungkap Kebocoran BGN, Emrus Minta Audit Menyeluruh SPPG

7 Juni 2026

5 Mitos Otomotif yang Masih Dipercaya Saat Ini

7 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?