Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Selasa, 9 Juni 2026
Trending
  • Berita Terkini: Pembalap Yogyakarta, Insentif Motor Listrik & SIM Online
  • Harga iPhone 13 Pro 512GB Bekas Juni 2026, Masih Layak Dibeli?
  • Populer Kaltim: Hilirisasi Sawit Rp1,88 T di Bontang, Prostitusi Online di Kutim
  • Industri Cip Rp24.000 Triliun Jadi Medan Perang Baru AS dan Tiongkok
  • Festival 6.6 Jadi Momentum Favorit Upgrade Kebutuhan Tengah Tahun
  • Mahasiswa Tertangkap Rekam Dosen di Toilet, Ternyata Juga Pasang Kamera di WC SPBU
  • Dadan Hindayana Kehilangan Jabatan Usai Dicopot Prabowo
  • Resmi! Semen Padang Perkenalkan Nil Maizar di Liga 2 2026/2027 untuk Kembali ke Super League
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Dadan Hindayana Kehilangan Jabatan Usai Dicopot Prabowo
Politik

Dadan Hindayana Kehilangan Jabatan Usai Dicopot Prabowo

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover9 Juni 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Perubahan Pemimpin Badan Gizi Nasional (BGN)

Presiden Prabowo Subianto telah resmi mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah dilakukannya evaluasi kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun terakhir. BGN merupakan lembaga pemerintah yang bertugas mengatur kebijakan gizi nasional, termasuk program makan bergizi gratis bagi masyarakat.

Dadan Hindayana, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN, menyatakan bahwa pergantian pimpinan merupakan hak prerogatif Presiden. Menurutnya, keputusan tersebut diambil demi memastikan program pemerintah berjalan lebih baik. “Beliau paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan pada Selasa (2/6/2026).

Dadan juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama sekitar 1,5 tahun memimpin BGN. Ia menilai jabatan tersebut merupakan pengalaman yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya dalam perjalanan kariernya. “Insyaa Allah Beliau akan sukses memimpin bangsa Indonesia dan membawa kesejahteraan pada seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ucapan Selamat kepada Pimpinan Baru

Selain menanggapi pergantian jabatan, Dadan menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pimpinan baru BGN. Ia mengucapkan selamat bekerja kepada Nani S. Deyang yang ditunjuk sebagai Kepala BGN, serta Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Eddy Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Dadan berharap kepemimpinan baru dapat melanjutkan dan meningkatkan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. Insyaa Allah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” katanya.

Keputusan Presiden Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama hampir satu setengah tahun terakhir. Keputusan itu diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, didampingi Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, serta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Muhammad Qodari, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru kami berharap untuk dapat segera konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, tentu saja juga memperkuat koordinasi bersama dengan pemerintah daerah, provinsi maupun kabupaten/kota,” ujar Prasetyo Hadi.

Pergantian ini menjadi salah satu perubahan penting dalam pemerintahan Prabowo karena berkaitan langsung dengan keberlangsungan Program Makan Bergizi Gratis yang hingga kini menjadi program strategis nasional.

Evaluasi Selama Satu Setengah Tahun

Menurut Prasetyo Hadi, keputusan Presiden bukan diambil secara mendadak. Pemerintah telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir. Evaluasi tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme, baik laporan internal pemerintah maupun masukan dari berbagai pihak.

Prasetyo menjelaskan Presiden terus memantau perkembangan pelaksanaan program yang berada di bawah tanggung jawab BGN. “Tentunya selama satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” kata Prasetyo.

Ia mengungkapkan sejumlah catatan yang menjadi perhatian pemerintah. “Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah dalam menjalankan tata kelola, termasuk di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.”

Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG

Pergantian pimpinan BGN terjadi ketika publik sedang menyoroti berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan praktik jual beli titik lokasi SPPG. SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi merupakan dapur yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan bergizi kepada para penerima manfaat Program MBG.

Saat ditanya mengenai dugaan tersebut, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah saat ini masih melakukan audit internal. “Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan.”

Temuan KSP Soal Kebersihan Dapur MBG

Sorotan terhadap BGN tidak hanya terkait tata kelola. Kantor Staf Presiden (KSP) juga menemukan sejumlah persoalan di lapangan saat melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke beberapa dapur MBG. Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, melakukan sidak ke dua dapur SPPG di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, pada 12 Mei 2026. Dalam inspeksi tersebut ditemukan sejumlah kondisi yang dinilai belum memenuhi standar. Temuan itu antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, penggunaan pallet yang dianggap tidak memenuhi standar kesehatan, fasilitas pencucian yang kurang layak, suhu dapur yang terlalu panas, hingga area penyimpanan bahan yang masih bercampur.

Belakangan, Dudung juga mengungkap adanya indikasi praktik jual beli titik SPPG. Dalam pertemuannya dengan Dadan Hindayana di Gedung Bina Graha pada 19 Mei 2026, Dudung menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal ketat pelaksanaan MBG. “Sehingga tidak ada oknum-oknum yang jual-jual titik atau memanipulasi berupa keuntungan. Ini jangan sampai terjadi dan saya akan cek terus.”

Pagi Dampingi Prabowo, Malam Dicopot

Keputusan pergantian pimpinan BGN sempat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pada pagi hari sebelum pengumuman pencopotan, Dadan Hindayana masih mendampingi Presiden Prabowo meninjau SPPG Palmerah di Jakarta Barat. Dalam kunjungan tersebut, Dadan terlihat menyambut dan mendampingi Presiden saat melihat langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Namun pada malam harinya, Istana mengumumkan pergantian pimpinan BGN.

Meski demikian, berdasarkan informasi yang berkembang, keputusan pencopotan tersebut disebut-sebut sebenarnya telah dipersiapkan beberapa hari sebelumnya.

DPR Apresiasi Langkah Evaluasi Pemerintah

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyambut baik keputusan Presiden melakukan evaluasi terhadap pimpinan BGN. Menurut Dasco, langkah tersebut menunjukkan pemerintah mendengarkan berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat. “Kami mengucapkan apresiasi dari DPR RI kepada pemerintah yang kemudian telah mendengarkan aspirasi dari masyarakat maupun penerima manfaat dan juga hasil koordinasi dengan lintas kementerian dan juga masukan dari DPR.”

Dasco berharap pergantian ini menjadi momentum perbaikan menyeluruh di tubuh BGN. “Kami harapkan dengan adanya evaluasi dan evaluasi ini yang dilakukan secara menyeluruh BGN akan berbenah diri dan terus melayani masyarakat penerima manfaat.” Ia juga menegaskan bahwa pergantian pimpinan tidak boleh mengganggu pelayanan kepada masyarakat, terutama bagi wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). “Pergantian ini tentu tidak akan mempengaruhi pelayanan yang berlangsung selama ini dan harapan kami bahwa tujuan pelayanan terhadap terutama daerah 3T dapat segera direalisasikan.”


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Populer Kaltim: Hilirisasi Sawit Rp1,88 T di Bontang, Prostitusi Online di Kutim

9 Juni 2026

Curhat ART Kabur dari Rumah Erin Usai Diancam Mantan Istri Andre Taulany, Lompati Pagar 2 Meter: Takut

9 Juni 2026

Nanik S Deyang Jadi Ketua BGN, Ini Jejak Karier Nanik yang Penuh Kontroversi

9 Juni 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Berita Terkini: Pembalap Yogyakarta, Insentif Motor Listrik & SIM Online

9 Juni 2026

Harga iPhone 13 Pro 512GB Bekas Juni 2026, Masih Layak Dibeli?

9 Juni 2026

Populer Kaltim: Hilirisasi Sawit Rp1,88 T di Bontang, Prostitusi Online di Kutim

9 Juni 2026

Industri Cip Rp24.000 Triliun Jadi Medan Perang Baru AS dan Tiongkok

9 Juni 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?