Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 30 Mei 2026
Trending
  • 7 model kanopi baja ringan terbaru yang wajib diketahui!
  • Mengapa Bisa Menangis Saat Nonton Film? 7 Alasan Ini Mengungkap Keindahan Jiwa Anda
  • 4 cara mudah memperbaiki kaca mobil yang macet tanpa ke bengkel
  • Paus Leo XIV Kecam Penggunaan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Magnifica Humanitas
  • 24 Jam Tanpa Listrik, PLN Wajib Ganti Rugi Pelanggan
  • Warga Jambi, persiapkan diri! Operasi Patuh 2026 fokus pada pelanggar ETLE, cek jadwalnya!
  • Update terbaru perjuangan PPPK paruh waktu, kapan SE 3 menteri dirilis?
  • Prediksi Skor Sao Paulo vs Boston River: Head-to-Head dan Statistik CONMEBOL Sudamericana 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Paus Leo XIV Kecam Penggunaan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Magnifica Humanitas
Teknologi

Paus Leo XIV Kecam Penggunaan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Magnifica Humanitas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Paus Leo XIV Kritik Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Perang



Paus Leo XIV menyampaikan kritik terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam perang modern melalui ensiklik sosial pertamanya yang berjudul Magnifica Humanitas. Dalam dokumen tersebut, Vatikan menyoroti bahaya AI yang semakin digunakan untuk tujuan militer, pengawasan, dan sistem senjata otonom. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya dominasi negara dan perusahaan teknologi besar AS dalam perlombaan AI global.

Pernyataan itu disampaikan saat presentasi ensiklik di Aula Sinode Vatikan, Senin (25/5/2026). Paus menggambarkan dunia sedang menghadapi titik balik sejarah yang serupa dengan Revolusi Industri pada akhir abad ke-19, ketika Gereja Katolik merespons perubahan sosial melalui ensiklik Rerum Novarum yang diterbitkan Paus Leo XIII pada 1891.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa kecerdasan buatan sudah memengaruhi banyak aspek kehidupan manusia dan memengaruhi keputusan yang membentuk kehidupan bersama. Ia juga memperingatkan bahwa teknologi tersebut “secara dramatis mengubah cara perang dilakukan.”

Momen “Rerum Novarum” Baru di Era AI

Dalam pidatonya, Paus membandingkan situasi saat ini dengan situasi yang dihadapi Paus Leo XIII lebih dari seabad lalu. Menurutnya, Gereja kembali dipanggil untuk membaca “hal-hal baru” di zaman modern melalui terang Injil dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Ensiklik Magnifica Humanitas lahir dari proses panjang mendengarkan pandangan ilmuwan, insinyur, pendidik, pemimpin politik, hingga keluarga yang khawatir terhadap masa depan generasi muda. Namun, ia juga menerima banyak laporan yang mengkhawatirkan mengenai sistem senjata otonom serta algoritma yang dapat menolak akses layanan kesehatan, pekerjaan, atau keamanan akibat data yang bias dan tidak adil.

Dari proses tersebut, muncul keyakinan bahwa AI harus “dilucuti.” Paus mengakui istilah tersebut terdengar keras, tetapi menurutnya kondisi dunia saat ini membutuhkan bahasa yang mampu “membangunkan hati nurani dan menunjukkan arah bagi masa depan umat manusia.”

Teknologi Harus Diiringi Tanggung Jawab Moral

Lebih lanjut, Paus Leo XIV mengaitkan isu AI dengan posisi lama Gereja Katolik terkait pelucutan senjata nuklir. Menurutnya, setiap kekuatan teknologi besar selalu harus dibarengi tanggung jawab moral dan akuntabilitas publik.

“Dalam pengertian yang sama, kecerdasan buatan sekarang perlu ‘dilucuti’, dibebaskan dari logika yang mengubahnya menjadi alat dominasi, eksklusi, atau kematian,” ujar Paus. Ia kemudian mengutip surat Santo Paulus yang menyerukan umat untuk “tetap berjaga-jaga.” Paus memperingatkan bahwa perdamaian global dapat terancam ketika teknologi justru melemahkan kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan menjaga kewaspadaan moral.

Meski demikian, Paus menegaskan bahwa tantangan dunia saat ini bukan sekadar membatasi teknologi berbahaya, melainkan juga membangun masa depan yang lebih adil secara bersama-sama.

Tak Ada yang Membangun Kembali Sendirian

Dalam bagian lain pidatonya, Paus Leo XIV mengenang pengalamannya sebagai misionaris di Peru ketika banjir besar dan hujan deras melanda negara itu pada 2017. Pengalaman tersebut, menurutnya, mengajarkan bahwa proses membangun kembali masyarakat bukan hanya soal memperbaiki bangunan fisik.

“Itu berarti memperbaiki ikatan sosial, memulihkan kepercayaan, dan membangkitkan kembali harapan terhadap masa depan. Tak ada seorang pun yang membangun kembali sendirian,” kata Paus. Ia kemudian mengangkat kisah Nehemia yang membangun kembali tembok Yerusalem sebagai gambaran moral bagi pembangunan era digital modern. Menurutnya, AI dapat menjadi “lokasi pembangunan sejarah” apabila kemajuan teknologi diarahkan untuk melayani kehidupan manusia dan memperkuat solidaritas.

Manusia Tidak Boleh Direduksi Menjadi Data

Paus Leo XIV juga menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh membuat manusia dipandang hanya sebagai angka produktivitas atau sekadar data statistik. Mengutip ajaran Paus Paulus VI mengenai pembangunan manusia seutuhnya, ia menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh tersingkir dari perubahan teknologi global.

“Manusia memiliki kebebasan, batin, dan panggilan untuk mencintai serta menyembah yang tidak dapat digantikan ataupun diblokir oleh mesin,” ujarnya. Karena itu, Paus menyerukan kerja sama internasional antara negara, institusi, pengembang teknologi, dan masyarakat yang terdampak langsung oleh sistem AI agar manfaat teknologi dapat dirasakan seluruh umat manusia, bukan hanya kelompok tertentu yang memiliki kekuasaan dan modal besar.

Seruan Membangun “Peradaban Kasih”

Menutup presentasi ensiklik tersebut, Paus Leo XIV menegaskan Gereja Katolik ingin ikut berkontribusi dalam perdebatan global mengenai AI, bukan sebagai ahli teknis, melainkan sebagai penjaga nilai kemanusiaan, hati nurani, dan martabat manusia. Ia juga mengajak umat beriman maupun masyarakat nonreligius menjadi “perajin harapan” untuk bersama-sama membangun tatanan dunia yang lebih manusiawi di tengah percepatan teknologi yang kian menentukan arah kehidupan global.

Ensiklik itu kemudian dipercayakan kepada Bunda Maria melalui doa Magnificat, yang menurut Paus “menyanyikan kebesaran Tuhan yang mengangkat kaum kecil dan rendah hati,” menegaskan dimensi spiritual yang melandasi pesan etis dalam dokumen tersebut.

Melalui Magnifica Humanitas, Vatikan menempatkan kecerdasan buatan tidak lagi sekadar sebagai inovasi teknologi, melainkan sebagai tantangan moral, kemanusiaan, dan geopolitik yang berpotensi memengaruhi arah perang, distribusi kekuasaan global, serta masa depan peradaban dunia.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Toyota Veloz Hybrid: Hemat dan Nyaman untuk Aktivitas Harian!

30 Mei 2026

5 Rekomendasi HP Rp5 Jutaan Bulan Mei 2026, Performa Tangguh untuk Mid-Level

29 Mei 2026

Pemerintah: AI Bukan Pengganti Manusia dalam Ciptakan Karya

29 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

7 model kanopi baja ringan terbaru yang wajib diketahui!

30 Mei 2026

Mengapa Bisa Menangis Saat Nonton Film? 7 Alasan Ini Mengungkap Keindahan Jiwa Anda

30 Mei 2026

4 cara mudah memperbaiki kaca mobil yang macet tanpa ke bengkel

30 Mei 2026

Paus Leo XIV Kecam Penggunaan AI di Medan Perang dalam Ensiklik Magnifica Humanitas

30 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?