Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 24 Agustus 2026
Trending
  • Yamaha gelar karnaval GEAR ULTIMA perayaan Hari Kemerdekaan di 9 kota
  • Gen Z Siap Menikah? Expo Pernikahan yang Seru Seperti Belanja, Catat Tanggalnya
  • Merdeka dalam Dunia Digital
  • Shio Beruntung Besok: Naga, Ular, Kuda, dan Kambing
  • Perayaan Menarik di Bali 21 Agustus 2026, Mulai dari Festival Musik hingga Tanah Lot Art and Food Festival
  • HUT ke-81 Maluku, Gubernur Lewerissa: Ekonomi Tumbuh, Kemiskinan Menurun
  • Profil Ruben Onsu, Mantan Suami Sarwendah yang Terlibat Kasus Penipuan
  • Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK, 5 Kali Menjadi Dosen Berprestasi
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Tiga Tahun Terjebak Banjir Rob, Keluarga Cirebon Tidur di Atas Air
Politik

Tiga Tahun Terjebak Banjir Rob, Keluarga Cirebon Tidur di Atas Air

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover31 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan di Tengah Banjir Rob yang Tak Pernah Berakhir

Kondisi memprihatinkan dialami sebuah keluarga di wilayah pesisir timur Kabupaten Cirebon. Selama lebih dari tiga tahun, mereka harus bertahan hidup di rumah yang tak pernah benar-benar terbebas dari banjir rob. Rumah sederhana bercat hijau milik Salman Alfarisi (40) terus digenangi air laut yang masuk ke dalam rumah setiap hari.

Salman tinggal bersama kedua orang tua serta seorang saudaranya. Mereka menjalani aktivitas sehari-hari di tengah genangan air dengan ketinggian sekitar 70 sentimeter. Untuk beristirahat pada malam hari, keluarga itu terpaksa meninggikan amben agar tubuh mereka tidak langsung bersentuhan dengan air rob yang memenuhi lantai rumah.

“Ya, ini seperti terendam banjir terus, Pak. Tiap hari enggak surut-surut,” ujar Salman saat diwawancarai, Selasa (26/5/2026) malam.

Bagi Salman, banjir rob kini bukan lagi peristiwa musiman yang datang sesekali. Air laut sudah menjadi bagian yang terus hadir di dalam rumahnya. Selama lebih dari tiga tahun, keluarga tersebut hidup berdampingan dengan air keruh yang menggenangi hampir seluruh bagian rumah.

“3 tahun lebih, Pak. Iya, lebih malah,” ucapnya lirih saat ditanya mengenai lamanya banjir belum surut.

Dari pantauan di lokasi, kondisi rumah Salman tampak sangat memprihatinkan. Air keruh merendam ruang tamu, kamar tidur hingga area dapur. Sejumlah perabot rumah tangga ikut terendam, mulai dari kursi plastik, rak piring, tabung gas LPG hingga berbagai perlengkapan rumah lainnya.

Di dalam kamar tidur, sebuah amben kayu sengaja dibuat lebih tinggi agar tetap bisa dipakai untuk tidur. Kasur diletakkan di atas permukaan yang lebih tinggi, sementara kaki tempat tidur masih terendam air rob.

“Tidurnya di atas air,” jelas dia, pelan.

Ucapan singkat tersebut menggambarkan beratnya kehidupan yang dijalani keluarga itu selama bertahun-tahun. Setiap malam, mereka harus beristirahat di atas amben sambil mendengar suara cipratan air dari genangan yang memenuhi rumah.

Untuk berpindah dari satu ruangan ke ruangan lain, Salman bersama keluarganya harus berjalan perlahan menembus genangan di dalam rumah sendiri. Kondisi tersebut membuat aktivitas harian menjadi terbatas dan jauh dari rasa nyaman.

“Ya, terganggu sih Pak aktivitasnya,” katanya.

Tak hanya menghambat kegiatan sehari-hari, lingkungan rumah yang lembab dan kotor juga meningkatkan risiko penyakit kulit maupun infeksi bagi keluarga Salman. Rumah yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman kini berubah menjadi lokasi yang rawan terhadap gangguan kesehatan.

Salman mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah terkait kondisi banjir rob di wilayah pesisir Desa Ambulu. Namun hingga kini, ia belum merasakan adanya penanganan yang benar-benar mampu mengatasi persoalan tersebut.

“Harapannya ya jangan sampai banjir lagi lah, Pak,” ujarnya penuh harap.

Dari pantauan di lokasi, berbagai barang rumah tangga terlihat sengaja dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi agar tidak ikut terendam air. Sebuah kursi plastik bahkan diletakkan di atas meja untuk menopang ember dan peralatan dapur lainnya supaya aman dari genangan. Di ruang keluarga, televisi tabung disimpan di atas meja kayu agar tidak terkena air yang merendam lantai rumah.

Sementara di sudut ruangan lain, tabung gas LPG dan galon air tampak dikelilingi banjir setinggi betis orang dewasa.

Kondisi serupa bukan hanya dialami keluarga Salman. Ribuan warga di kawasan pesisir Desa Ambulu juga menghadapi ancaman banjir rob yang terus datang dan belum terselesaikan. Warga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi segera menghadirkan langkah konkret untuk menangani banjir rob yang semakin memburuk di kawasan tersebut.

Sebab jika kondisi itu terus dibiarkan, dampaknya bukan hanya merusak rumah warga, tetapi juga mengancam kesehatan, kondisi mental, hingga masa depan masyarakat pesisir.




Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed Lulusan Jerman yang Terjaring OTT KPK, 5 Kali Menjadi Dosen Berprestasi

24 Agustus 2026

OC Kaligis Tanyakan Kesehatan Nanik S Deyang, Disebut Punya Banyak Dapur SPPG

24 Agustus 2026

Pemerintah Indonesia Tolak Bantuan Asing Meski Banyak Korban Gempa NTT Belum Dapat Bantuan

23 Agustus 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Yamaha gelar karnaval GEAR ULTIMA perayaan Hari Kemerdekaan di 9 kota

24 Agustus 2026

Gen Z Siap Menikah? Expo Pernikahan yang Seru Seperti Belanja, Catat Tanggalnya

24 Agustus 2026

Merdeka dalam Dunia Digital

24 Agustus 2026

Shio Beruntung Besok: Naga, Ular, Kuda, dan Kambing

24 Agustus 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?