Kegagalan AC Milan di Liga Italia dan Revolusi Besar-besaran
AC Milan mengalami kegagalan yang sangat mengecewakan di musim 2025-2026, terutama dalam upaya mereka untuk memenuhi target minimal. Tim asuhan Massimiliano Allegri gagal meraih tiket ke Liga Champions musim depan setelah finis di peringkat kelima klasemen Serie A. Hasil ini menjadi penutup musim yang sangat mengecewakan bagi para penggemar.
Pada pekan pamungkas, Minggu (24/5/2026), AC Milan kalah 1-2 dari Cagliari di kandang sendiri. Gol dari Gennaro Borelli dan Juan Rodriguez membuat tim tamu berhasil membalikkan keadaan. Di saat yang sama, dua pesaing utama Milan, AS Roma dan Como 1907, sukses meraih kemenangan atas lawan-lawannya. Akibatnya, Milan harus puas dengan posisi kelima, resmi terlempar dari zona empat besar.
Kegagalan ini tidak bisa diterima oleh manajemen klub. Kurang dari 24 jam setelah kekalahan dari Cagliari, AC Milan melakukan pemecatan massal terhadap jajaran petinggi klub dan tim. Pernyataan resmi klub menyebutkan bahwa mandat pemilik klub sudah jelas: membawa Milan kembali ke Liga Champions dan tetap konsisten di papan atas Serie A.
“Setelah kekecewaan musim lalu, mandat pemilik klub sangat jelas: kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kesuksesan serta posisi yang konsisten di papan atas Serie A,” demikian isi pernyataan resmi klub. “Pada sebagian besar musim ini, kami tetap berada di posisi dua besar liga, dengan peluang nyata untuk bersaing memperebutkan scudetto. Namun, pencapaian akhir musim ini jauh di bawah level yang telah kami tunjukkan hingga saat itu, dan kekalahan mengecewakan tadi malam (vs Cagliari) mengubah musim ini menjadi kegagalan yang tak terbantahkan.”
Sebagai bagian dari reorganisasi mendalam, masa jabatan CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, Pelatih Kepala Massimiliano Allegri, dan Direktur Teknis Geoffrey Moncada berakhir. Klub juga mengucapkan terima kasih kepada mereka atas kerja keras dan dedikasi selama masa jabatan di Klub.
Zlatan Ibrahimovic sebagai Figur Kuat di AC Milan
Meski banyak orang yang dipecat, Zlatan Ibrahimovic tidak tersentuh PHK. Justru, eks striker asal Swedia ini menjadi figur yang lebih kuat di AC Milan. Ibra bakal mengambil kendali Milan terutama dalam hal teknis termasuk perekrutan pemain.
“Saya memahami bahwa orang yang akan menentukan di sisi teknikal adalah Zlatan Ibrahimovic,” ungkap jurnalis terkemuka Gianluca Di Marzio. “Dari apa yang kami ketahui, dia akan memiliki lebih banyak kekuatan. Dia tidak akan mengambil peran direktur olahraga tetapi akan menjadi orang dengan kekuatan yang paling besar serta lebih mewakili Gerry Cardinale.”
Langkah pertama Ibrahimovic pastinya adalah menentukan pengganti Allegri sebagai pelatih. Media-media Italia meyakini Milan sudah menghubungi agen mantan pelatih Bournemouth, Andoni Iraola. Ada pula nama Marco Silva dan Xavi Hernandez. Namun, Ibrahimovic kabarnya menginginkan mantan rekan setimnya dulu di Milan, yaitu Mark van Bommel, mantan gelandang asal Belanda yang terakhir membesut klub Liga Belgia, Royal Antwerp, pada selang 2022-2024.
Penolakan Suporter terhadap Ibrahimovic
Dipertahankannya Ibra oleh Milan tampaknya tidak akan disambut baik oleh suporter. Ibra dianggap sama bertanggung jawabnya seperti Furlani, Moncada, Tare, dan Allegri. Meskipun pernah berjasa semasa masih menjadi pemain dengan mempersembahkan scudetto 2011 dan 2022, sebagai petinggi klub, Ibrahimovic dianggap hanya omong besar tanpa hasil kerja yang nyata.
Menyusul kabar dipecatnya Furlani, Moncada, Tare, dan Allegri, Milanisti membentangkan spanduk yang mendesak supaya Ibra juga didepak. “Tidak boleh ada yang bertahan. Ibrahimovic juga harus pergi secepatnya,” begitu isi tulisan spanduk tersebut.
Pemecatan Allegri dan Petinggi Lainnya
Sebelumnya, AC Milan telah memecat pelatih Massimiliano Allegri dan tiga petinggi klub seusai gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Pakar transfer kenamaan asal Italia, Fabrizio Romano, mengonfirmasi pemutusan kerja sama AC Milan dengan Massimiliano Allegri pada Senin (25/5/2026) malam WIB. Tidak tanggung-tanggung, selain mendepak Allegri, I Rossoneri juga memecat tiga petinggi klub sekaligus.
Mereka yang harus angkat kaki dari San Siro adalah CEO Giorgio Furlani, Direktur Olahraga Igli Tare, dan Kepala Pencari Bakat Geoffrey Moncada. Pernyataan resmi soal revolusi besar-besaran ini juga tercantum di laman klub. “Setelah kekecewaan musim lalu, mandat pemilik klub sangat jelas: kembali ke Liga Champions dan membangun fondasi untuk meraih kesuksesan serta posisi yang konsisten di papan atas Serie A.”



