Penambahan Kapasitas Kereta Api untuk Menghadapi Lonjakan Perjalanan Selama Libur Panjang
Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur panjang akhir Mei 2026, PT KAI Daop 5 Purwokerto menambahkan 1.650 kursi keberangkatan dari Stasiun Cilacap. Penambahan ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat yang meningkat selama libur Iduladha, cuti bersama, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila.
Manager Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa penambahan kapasitas dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah penumpang saat libur Iduladha 1447 H, cuti bersama, Hari Raya Waisak 2570 BE, hingga peringatan Hari Lahir Pancasila.
“Kami memproyeksikan adanya peningkatan volume penumpang pada masa libur panjang sehingga kapasitas tempat duduk ditambah agar kebutuhan perjalanan masyarakat dapat terakomodasi,” ujar As’ad, Selasa (26/5/2026).
Selama masa angkutan libur panjang tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto menyediakan total 22.524 tempat duduk untuk keberangkatan dari Stasiun Cilacap dan 71.340 tempat duduk dari seluruh stasiun di wilayah Daop 5 Purwokerto.
Penambahan kapasitas dilakukan pada beberapa kereta api seperti KA Joglosemarkerto relasi Cilacap-Yogyakarta yang semula terdiri dari empat kereta eksekutif dan tiga kereta ekonomi menjadi lima kereta eksekutif dan tiga kereta ekonomi selama 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Sementara itu, KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Ketapang juga mengalami penambahan dari empat kereta eksekutif dan tiga kereta ekonomi menjadi lima kereta eksekutif dan tiga kereta ekonomi pada periode yang sama.
KA Purwojaya relasi Cilacap-Gambir turut mengalami penambahan kapasitas dari delapan menjadi sembilan kereta eksekutif untuk perjalanan KA 49 pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Penambahan serupa juga diberlakukan untuk KA 53F dan KA 57F Purwojaya relasi Cilacap-Gambir yang masing-masing bertambah menjadi sembilan kereta eksekutif selama periode 26 hingga 31 Mei 2026.
“Aspek operasional, kesiapan sarana prasarana, hingga pelayanan pelanggan di stasiun telah kami siapkan secara optimal untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” kata As’ad. Pihaknya mengimbau calon penumpang melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, maupun mitra penjualan resmi agar perjalanan selama libur panjang berjalan lebih nyaman dan lancar.
“KAI Daop 5 Purwokerto berkomitmen menghadirkan layanan perjalanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu selama periode libur panjang ini,” tutup As’ad.
Teknologi Face Recognition untuk Mempercepat Proses Keberangkatan
Menjelang libur panjang akhir Mei 2026, PT KAI Daop 5 Purwokerto mengimbau penumpang kereta api memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate untuk mempercepat proses keberangkatan dan mengurangi antrean di stasiun. Teknologi berbasis pemindaian wajah tersebut kini tersedia di Stasiun Purwokerto dan Stasiun Kutoarjo, serta terus menunjukkan peningkatan penggunaan dari tahun ke tahun.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menjelaskan bahwa layanan Face Recognition menjadi bagian dari transformasi digital yang terus dikembangkan KAI demi meningkatkan kenyamanan pelanggan, khususnya saat lonjakan penumpang pada masa long weekend.
“Melalui teknologi Face Recognition, proses boarding menjadi lebih praktis dan efisien sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang lebih nyaman, khususnya pada masa libur panjang,” ujarnya sebagaimana dalam rilis, Minggu (24/5/2026).
Berdasarkan data KAI Daop 5 Purwokerto, pengguna layanan Face Recognition tercatat sebanyak 3.336 pelanggan pada 2023. Jumlah tersebut melonjak menjadi 436.729 pelanggan pada 2024 dan kembali meningkat menjadi 836.977 pelanggan sepanjang 2025. Sementara itu, pada periode Januari hingga pertengahan Mei 2026, layanan tersebut telah dimanfaatkan oleh 292.625 pelanggan.
Secara kumulatif, sejak 2023 hingga pertengahan Mei 2026, total pengguna Face Recognition di wilayah Daop 5 Purwokerto mencapai 1.569.667 pelanggan.
Selain mempercepat proses boarding, penggunaan teknologi tersebut juga dinilai mendukung program ramah lingkungan melalui sistem paperless atau tanpa kertas. KAI Daop 5 Purwokerto mencatat penggunaan Face Recognition berhasil menghemat sekitar 3.924 rol kertas boarding pass selama periode 2023 hingga Mei 2026. Nilai efisiensi yang dihasilkan dari pengurangan penggunaan tiket cetak itu mencapai sekitar Rp57.940.333.
Menurut As’ad, penerapan teknologi ini tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga mendukung aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan. “Dari sisi pelayanan dan tata kelola, sistem ini mendukung proses boarding yang lebih cepat, higienis, aman, serta meningkatkan akurasi verifikasi identitas pelanggan,” katanya.
Ia menjelaskan, pelanggan yang belum terdaftar cukup melakukan registrasi satu kali untuk dapat menggunakan layanan tersebut secara permanen di seluruh stasiun yang telah dilengkapi fasilitas Face Recognition. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun melalui petugas registrasi di stasiun.
Setelah registrasi berhasil, pelanggan hanya perlu mengarahkan wajah ke mesin pemindai di pintu boarding. Dalam waktu sekitar satu hingga dua detik, gerbang akan terbuka otomatis tanpa perlu menunjukkan tiket maupun kartu identitas fisik.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan layanan ini agar perjalanan liburan menjadi lebih praktis, modern, dan ramah lingkungan bersama KAI,” tutup As’ad.


