Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 30 Mei 2026
Trending
  • Sederhana dan Fungsional! 9 Desain Meja TV Minimalis Modern
  • Seni Menikmati Kesendirian Tanpa Rasa Kesepian: 7 Cara Sederhana untuk Bersama Diri Sendiri
  • Antusias Tinggi Test Ride di IIMS Surabaya, ALVA Optimis Motor Listrik Makin Digemari Jatim
  • Toyota Veloz Hybrid: Hemat dan Nyaman untuk Aktivitas Harian!
  • FAST Lampaui Laba Rp13 Miliar di Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya
  • Mendiktisaintek Selidiki Dugaan Pemalsuan Riset WNI di Denmark
  • Kepala Dinas Pandeglang yang Tabrak Siswa Kini Dapat Jabatan Baru
  • Pemecatan Allegri Picu PHK Massal di AC Milan, Suporter Protes Ibrahimovic Tak Dipecat
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Pariwisata»Okupansi Hotel Sanur Bali Capai 75 Persen, Dolar Menggeliatkan Wisatawan Asing
Pariwisata

Okupansi Hotel Sanur Bali Capai 75 Persen, Dolar Menggeliatkan Wisatawan Asing

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peningkatan Okupansi Hotel di Sanur Menunjukkan Tren Positif

Kawasan pariwisata Sanur, Denpasar, mengalami peningkatan signifikan dalam tingkat keterisian kamar hotel. Hal ini menunjukkan tren positif menjelang musim puncak kunjungan atau high season. Tingkat okupansi saat ini mencapai rata-rata 75 persen, yang tergolong tinggi untuk periode sebelum musim tinggi.

Direktur Santrian Beach Cottage, Ida Bagus Gede Agung Sidharta Putra, menyebutkan bahwa untuk jaringan Santrian Group sendiri, tingkat okupansi telah mencapai 90 persen. Ini menunjukkan bahwa Sanur memiliki daya tarik yang kuat terhadap wisatawan, bahkan sebelum masa liburan utama.

Faktor Pendorong Peningkatan Okupansi

Beberapa faktor berkontribusi pada peningkatan ini. Pertama, perbaikan infrastruktur kawasan yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk revitalisasi pelabuhan dan penataan jalur pedestrian pantai (promenade), memberikan kenyamanan dan akses yang lebih baik bagi pengunjung.

Selain itu, stabilitas permintaan (demand) juga didukung oleh perubahan nilai tukar mata uang. Melemahnya rupiah terhadap dolar membuat biaya berlibur bagi wisatawan mancanegara lebih terjangkau. Misalnya, wisatawan dari Australia dan Amerika Serikat dapat memperoleh keuntungan dari perbedaan kurs ini.

“Jika melihat dari currency, mereka seharusnya bisa berbelanja lebih murah di sini. Dengan 1 dolar mungkin Rp10 ribu dari Australia, atau Rp15 ribu hingga Rp16 ribu dari AS, sekarang dengan kurs yang lebih rendah, mereka dapat memperoleh lebih banyak uang,” jelasnya.

Strategi Pasar untuk Menghadapi Kenaikan Biaya Energi

Meskipun ada kenaikan biaya energi global yang memengaruhi industri pariwisata, situasi ini tidak sepenuhnya merugikan Bali. Perbedaan kurs yang menguntungkan bagi wisatawan tetap menjadi salah satu alasan utama mereka memilih Bali sebagai destinasi liburan.

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Denpasar mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi hambatan dari pasar jarak jauh seperti Eropa dan Amerika. Mereka memfokuskan promosi pada pasar terdekat, khususnya Australia Barat, karena jarak yang lebih dekat dan biaya penerbangan yang lebih murah.

“Strategi kami adalah membidik pasar terdekat. Jika pasar Eropa dan AS terganggu, kami beralih ke Australia. Biaya terbang lebih murah, dan meskipun kurs mereka naik, itu tetap menguntungkan,” tambahnya.

Peremajaan Santrian Group untuk Menyesuaikan Perubahan Pasar

Pada usia 54 tahun, Griya Santrian memulai proses peremajaan (rejuvenating) untuk menghadapi pergeseran karakter pasar. Kini, generasi Milenial dan Gen Z mulai mendominasi pasar pariwisata, sehingga perlu adanya penyesuaian dalam layanan dan fasilitas.

“Kami melakukan peremajaan di kamar-kamar, menggunakan teknologi lebih canggih, serta memperbaiki fasilitas-fasilitas agar sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini,” jelasnya.

Mempertahankan Budaya Sanur dalam Era Modern

Meski melakukan modernisasi, Santrian Group tetap berkomitmen untuk mempertahankan marwah pariwisata budaya asli Sanur. Tagline “Embracing Tomorrow” mencerminkan komitmen untuk terus berkembang sambil tetap menjaga akar sejarah dan budaya yang telah dibangun selama 54 tahun.

“Kami menghargai perjalanan kami dari histori dan akar sejarah, tetapi siap menyambut masa depan dengan cara yang lebih modern dan sesuai dengan zamannya,” tutupnya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Cek Jadwal dan Harga Tiket Bus AKAP Bali ke Jawa Rabu (27/5)

29 Mei 2026

Satu Tahun Beroperasi, Transjabodetabek PIK 2–Blok M Angkut 1,4 Juta Penumpang

29 Mei 2026

Gaspol di Bengkulu, MAXI Tour Nikmati Jalur Liku 9 dan Samudra Hindia

29 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sederhana dan Fungsional! 9 Desain Meja TV Minimalis Modern

30 Mei 2026

Seni Menikmati Kesendirian Tanpa Rasa Kesepian: 7 Cara Sederhana untuk Bersama Diri Sendiri

30 Mei 2026

Antusias Tinggi Test Ride di IIMS Surabaya, ALVA Optimis Motor Listrik Makin Digemari Jatim

30 Mei 2026

Toyota Veloz Hybrid: Hemat dan Nyaman untuk Aktivitas Harian!

30 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?