Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 23 Mei 2026
Trending
  • Jadwal Live Indosiar: Timnas U19 Indonesia vs Myanmar AFF ASEAN CUP U19 2026, Lawan Vietnam
  • Delapan Rekomendasi Wisata Museum di Malang, Mulai dari Sejarah Kerajaan hingga Koleksi Musik dan Otomotif
  • Hukum menyembelih tanpa basmalah, apakah kurban sah?
  • Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dollar Picu Cemoohan, Mahfud MD: Bagaimana Sampaikan ke Prabowo?
  • 32 Unit Dipesan, Daimler Panen Pesanan Sasis Bus di Busworld 2026
  • XLSMART menghubungkan seluruh Indonesia, integrasi 5G dan 253 ribu BTS
  • Enam Karoseri Perkenalkan Bus Double Decker, Listrik hingga Sleeper di Busworld 2026
  • Seniman Bandung Ukir Legenda Persib dalam Patung
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»Hanya Mencari Bakat, NPC dan Kemenpora Gelar Pelatihan Klasifikasi Atlet Disabilitas
Olahraga

Hanya Mencari Bakat, NPC dan Kemenpora Gelar Pelatihan Klasifikasi Atlet Disabilitas

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Pelatihan Klasifikasi Olahraga Disabilitas Tingkat Nasional

Pelatihan klasifikasi olahraga disabilitas tingkat nasional untuk kategori disabilitas fisik sedang berlangsung. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dalam mencari atlet potensial. Pelatihan ini diselenggarakan oleh National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI).

Acara pelatihan ini diadakan di Surakarta, Jawa Tengah, mulai dari Selasa (19/5/2026) hingga Jumat (22/5/2026). Sebanyak 45 peserta dari 17 provinsi hadir untuk mengikuti pelatihan selama empat hari. Para peserta wajib memiliki latar belakang sebagai fisioterapis atau dokter spesialis, terutama kedokteran fisik dan rehabilitasi.

Selama empat hari pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait proses klasifikasi calon atlet disabilitas fisik. Salah satu pemateri adalah dokter Retno Setianing, Sp.KFR (K), yang sudah berpengalaman membantu NPC Indonesia dalam pengembangan olahraga disabilitas.

Retno merasa senang karena Kemenpora bersama NPC Indonesia bisa menggelar pelatihan klasifikasi disabilitas fisik nasional. Ia menyampaikan bahwa selama ini ada atlet yang sudah dilatih secara maksimal, tetapi ketika dibawa ke klasifikasi tidak memenuhi syarat. Hal ini menurutnya sangat sayang mengingat proses pembinaan dan biaya yang telah dikeluarkan.

Oleh karena itu, pelatihan ini menjadi penting agar Indonesia memiliki sosok-sosok yang kompeten dalam melakukan klasifikasi terhadap calon atlet olahraga disabilitas. Keberadaan klasifikator atau classifier dapat meningkatkan efektivitas dalam mendeteksi atau membina calon-calon atlet potensial.

“Kita perlu memperbanyak classifier, terutama classifier disabilitas fisik,” ujar Retno. “Harapan kami, ketika ada penyandang disabilitas yang tertarik berolahraga dan mengikuti olahraga prestasi, para peserta yang telah dilatih bisa melakukan pemeriksaan apakah calon atlet tersebut memenuhi syarat.”

Para peserta tidak hanya mengikuti kelas teori di Hotel Solia Zigna Solo, tetapi juga diajak ke Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, untuk melihat proses latihan dan melakukan praktik klasifikasi beberapa cabang olahraga.

“Setelah proses tersebut, kegiatan ini juga ada ujiannya, karena ini proses yang tidak main-main dan tanggung jawab di daerahnya,” jelas Retno. “Mereka harus lolos terlebih dahulu bahwa mereka sudah pantas menjadi seorang classifier.”

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) NPC Indonesia, Rima Ferdianto, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi dalam dua tahap. Pelatihan tahap pertama yang mengundang peserta dari Indonesia bagian barat, meliputi wilayah Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Setelah ini, pelatihan akan difokuskan untuk wilayah Indonesia Timur.

“Kami berharap pada kuartal ketiga nanti pelatihan klasifikasi disabilitas fisik nasional bisa digelar untuk daerah yang sekarang belum ikut,” kata Rima. “Kemungkinan kawasan Indonesia Timur bisa ikut di sekitar bulan September.”

NPC Indonesia berharap dari kegiatan ini muncul banyak classifier yang membantu dalam pengembangan olahraga disabilitas secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Harapan kami dapat melahirkan banyak classifier nasional yang bisa membantu NPC Indonesia provinsi di daerah masing-masing untuk mencari dan mengklasifikasikan atlet disabilitas dengan tepat dan akurat,” ujar Rima. “Mereka nantinya juga bisa membantu bibit-bibit atlet disabilitas.”

Hal yang sama juga diungkapkan Plt Asisten Deputi Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Prestasi Kemenpora, Leny Kurnia. Menurutnya, pelatihan klasifikasi disabilitas fisik sangat penting mengingat NPC Indonesia memiliki kans besar dalam meraih medali di ajang Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade 2028.

“Kami membutuhkan banyak pelatih klasifikasi disabilitas ini. Saat ini, kami masih dalam proses getok tular,” ungkap Leny. “Teman-teman mengikuti pelatihan ini atas rekomendasi dari pengurus cabang. Kami berharap peserta bisa mengajarkan ilmu kepada rekan-rekan di daerahnya yang belum bisa mengikuti pelatihan di sini.”

Sebagai informasi, perbedaan olahraga disabilitas dengan non-disabilitas salah satunya adalah peraturan klasifikasi. Klasifikasi menjadi bagian penting untuk mengelompokkan atlet berdasarkan jenis dan tingkat hambatannya. Sistem klasifikasi ini memastikan pertandingan diselenggarakan secara adil.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Jadwal Live Indosiar: Timnas U19 Indonesia vs Myanmar AFF ASEAN CUP U19 2026, Lawan Vietnam

23 Mei 2026

Aston Villa Juara UEL 2025-26 Usai Kalahkan Freiburg, Trofi Kelima Unai Emery

23 Mei 2026

Prediksi Final Piala FA: Chelsea vs Manchester City, Mengakhiri Kekalahan di Laga Penentuan

20 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Jadwal Live Indosiar: Timnas U19 Indonesia vs Myanmar AFF ASEAN CUP U19 2026, Lawan Vietnam

23 Mei 2026

Delapan Rekomendasi Wisata Museum di Malang, Mulai dari Sejarah Kerajaan hingga Koleksi Musik dan Otomotif

23 Mei 2026

Hukum menyembelih tanpa basmalah, apakah kurban sah?

23 Mei 2026

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dollar Picu Cemoohan, Mahfud MD: Bagaimana Sampaikan ke Prabowo?

23 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?