Kembalinya Timnas Aljazair ke Piala Dunia 2026
Tim nasional sepak bola Aljazair kembali memastikan diri tampil di Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya absen pada edisi 2018 dan 2022. Ini menjadi partisipasi kelima mereka dalam sejarah turnamen bergengsi tersebut. Les Fennecs, julukan timnas Aljazair, kini siap menatap panggung terbesar sepak bola dunia dengan semangat yang tinggi.
Pada babak kualifikasi zona Afrika, Aljazair tampil sangat impresif di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic. Mereka berhasil meraih delapan kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya satu kekalahan. Performa ini menunjukkan bahwa Aljazair telah bangkit dari masa sulit setelah gagal lolos dua edisi sebelumnya.
Sejarah Timnas Aljazair
Timnas Aljazair merupakan salah satu kekuatan sepak bola Afrika yang berada di bawah naungan Federasi Sepak Bola Aljazair (FAF). Mereka pernah meraih dua gelar Piala Afrika, yaitu pada 1990 dan 2019, serta sukses menjuarai Piala Arab 2021. Di level dunia, Piala Dunia 2026 akan menjadi partisipasi kelima Aljazair setelah sebelumnya tampil pada edisi 1982, 1986, 2010, dan 2014.
Pencapaian terbaik mereka terjadi pada Piala Dunia 2014 di Brasil saat berhasil menembus babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah. Tim berjuluk Les Fennecs (Rubah Gurun) atau Les Verts (Tim Hijau) ini berasal dari negara terbesar di Afrika yang berada di kawasan Maghreb, Afrika Utara.
Debut Bersejarah di Piala Dunia 1982
Aljazair menjalani debut Piala Dunia pada edisi 1982 di Spanyol. Debut tersebut langsung mengguncang dunia sepak bola setelah Aljazair sukses mengalahkan Jerman Barat dengan skor 2-1. Kemenangan itu membuat Aljazair tercatat sebagai negara Afrika pertama yang mampu menaklukkan tim Eropa di ajang Piala Dunia.
Meski berhasil meraih dua kemenangan, Aljazair tetap gagal lolos dari fase grup akibat selisih gol dan laga kontroversial antara Austria melawan Jerman Barat yang kemudian dikenal sebagai “Disgrace of Gijon”.
Kiprah Terbaik di Piala Dunia 2014
Penampilan terbaik Aljazair di Piala Dunia terjadi pada edisi Brasil 2014. Kala itu, Les Fennecs sukses mencatat sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya. Meski sempat kalah 1-2 dari Belgia, Timnas Aljazair bangkit dengan kemenangan impresif 4-2 atas Korea Selatan yang diperkuat Son Heung-min.
Gol dari Timnas Aljazair saat itu dicetak Islam Slimani, Rafik Halliche, dan Abdelmoumene Djabou. Les Fennecs kemudian memastikan tiket ke babak 16 besar usai bermain imbang 1-1 melawan Rusia. Pada fase gugur, Aljazair memberi perlawanan sengit kepada Jerman yang akhirnya menjadi juara dunia.
Bangkit Setelah Gagal di Dua Edisi
Timnas Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan semangat kebangkitan setelah gagal tampil pada dua edisi sebelumnya, yakni 2018 dan 2022. Kegagalan tersebut menjadi motivasi besar bagi Les Fennecs untuk kembali menunjukkan kualitas mereka di level dunia.
Di bawah arahan pelatih Vladimir Petkovic, Les Fennecs tampil jauh lebih konsisten dan berhasil menunjukkan performa impresif sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026. Timnas Aljazair sukses finis di puncak Grup G zona Afrika setelah bersaing dengan Guinea, Uganda, Mozambik, Botswana, dan Somalia dalam format kandang-tandang.
Vladimir Petkovic, Arsitek Kebangkitan Les Fennecs
Kesuksesan Aljazair kembali ke Piala Dunia tidak lepas dari tangan dingin Vladimir Petkovic. Pelatih kelahiran Sarajevo tersebut resmi menangani Aljazair sejak Februari 2024 menggantikan Djamel Belmadi setelah performa tim menurun setelah Piala Afrika.
Petkovic membawa segudang pengalaman dari sepak bola Eropa. Sebelum melatih Aljazair, ia pernah menangani sejumlah klub seperti Bellinzona, Young Boys, hingga Lazio. Bahkan, Petkovic sukses mempersembahkan gelar Coppa Italia 2013 untuk Lazio.
Riyad Mahrez dan Generasi Emas Aljazair
Aljazair datang ke Piala Dunia 2026 dengan sejumlah pemain berpengalaman yang tampil di level tertinggi Eropa dan Timur Tengah. Kehadiran para pemain senior serta talenta muda membuat Les Fennecs diyakini mampu menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan di turnamen nanti.
Sosok paling menonjol tentu Riyad Mahrez. Kapten tim sekaligus pemain sayap Al Ahli tersebut menjadi ikon sepak bola Aljazair dalam satu dekade terakhir. Mahrez mulai dikenal dunia saat membawa Leicester City menjuarai Liga Inggris musim 2015/2016.
Jadwal Aljazair di Piala Dunia 2026
Timnas Aljazair tergabung di Grup J Piala Dunia 2026 bersama Argentina, Austria, dan Yordania. Grup ini diprediksi menghadirkan persaingan sengit, terutama karena hadirnya Argentina yang berstatus sebagai juara bertahan.
Berikut jadwal pertandingan Aljazair di fase grup Piala Dunia 2026:
– 17 Juni 2026: Argentina vs Aljazair – Stadion Kansas City
– 23 Juni 2026: Yordania vs Aljazair – Stadion San Francisco Bay Area
– 28 Juni 2026: Aljazair vs Austria – Stadion Kansas City
Potensi Menciptakan Kejutan
Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan besar bagi Aljazair untuk kembali membuktikan kualitas mereka di panggung dunia. Dengan pengalaman pemain-pemain senior, performa impresif pada babak kualifikasi, serta sentuhan taktik Vladimir Petkovic, Les Fennecs diyakini mampu memberikan kejutan.
Meskipun berada di grup yang cukup berat, Aljazair tetap memiliki peluang untuk melaju ke fase gugur dan mengulang pencapaian bersejarah mereka pada Piala Dunia 2014. Masyarakat Aljazair pun berharap generasi saat ini mampu menulis sejarah baru sekaligus membawa Les Fennecs kembali diperhitungkan di sepak bola dunia.



