Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 14 Agustus 2026
Trending
  • Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan
  • Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026
  • 10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman
  • 5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl
  • Kunjungan ke Pabrik Yamaha, Komunitas XMAX Bali Jelajahi Standar Produksi Global
  • Video Call dengan Bayi: Termasuk Screen Time? Ini Jawabannya
  • Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa
  • Terdakwa Korupsi Rp 300 M Soroti Bukti Kerugian dan Validitas Audit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Akademisi Binus: Presiden Harus Segera Bubarkan DPN, Kurangi Hak Rakyat di Tengah Krisis Ekonomi
Ekonomi

Akademisi Binus: Presiden Harus Segera Bubarkan DPN, Kurangi Hak Rakyat di Tengah Krisis Ekonomi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover23 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran dan Fungsi Dewan Pertahanan Nasional yang Disoroti

Sejumlah ahli hukum mengkritik keberadaan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) sebagai lembaga yang tidak efektif dan justru memberatkan pemerintah serta masyarakat. Muhammad Reza Syarifuddin Zaki, akademisi dari Universitas Binus, menyatakan bahwa publik menantikan keberanian Presiden Prabowo Subianto untuk segera menghentikan atau menghapus DPN. Menurutnya, keberadaan DPN tidak hanya tidak berguna, tetapi juga multitafsir dan membebankan anggaran negara. Hal ini terlebih saat kondisi ekonomi sedang sulit dan rupiah melemah.

Kajian Hukum dan Ekonomi Terhadap DPN

Dalam sebuah diskusi publik berjudul “Menyoal Dewan Pertahanan Nasional: Bahaya Pergeseran Fungsi Eksekutif Presiden dalam Desain Pertahanan Negara”, M. Reza Syarifuddin menjelaskan bahwa penilaian terhadap DPN harus dilakukan dengan melihat aspek hukum dan ekonomi. Ia menyoroti pentingnya melakukan regulatory impact assessment (RIA) untuk mengevaluasi apakah lembaga tersebut benar-benar bermanfaat atau tidak.

Ia menilai bahwa DPN tidak lahir dari situasi yang tepat dan tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Selain itu, ia mengkritik keterlibatan masyarakat sipil dalam pengawasan DPN yang tidak diatur secara jelas. Di dalam struktur DPN, terdapat deputi geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi, yang dinilai sebagai bentuk pengambilalihan fungsi oleh pihak tertentu.

Dualisme Kekuasaan dan Penempatan Orang Kepercayaan

M. Reza Syarifuddin juga mengkritik adanya posisi Ketua Harian DPN yang dijabat oleh seseorang yang dekat dengan Presiden. Ia menilai hal ini menciptakan dualisme kekuasaan, di mana Presiden sekaligus menjadi Menteri Pertahanan dan Ketua Harian DPN.

Ia menegaskan bahwa perlu ada koordinasi yang lebih baik dalam sistem pemerintahan. Menurutnya, masalah seperti pertahanan, hukum, dan isu-isu lain seharusnya dapat dikoordinasikan melalui Kementerian Koordinator (Kemenko). Namun, saat ini banyak Kemenko yang bisa dimanfaatkan, seperti AHY, Prof Yusril, Zulkifli Hasan, dan Prof Praktikno.

Pengeluaran APBN yang Tidak Efisien

Selain itu, M. Reza Syarifuddin mengkritik penggunaan anggaran APBN untuk pembiayaan DPN. Ia menilai bahwa uang negara yang digunakan untuk DPN seharusnya dialokasikan untuk kepentingan publik seperti pembangunan, pendidikan, dan kesehatan.

Ia menilai bahwa pidato Presiden Prabowo tidak menjawab keresahan publik, terutama soal nilai tukar rupiah yang melemah. Menurutnya, Presiden seharusnya fokus pada solusi ekonomi yang mendesak, bukan membentuk lembaga-lembaga baru yang tidak relevan.

Kebijakan yang Mengabaikan Kepentingan Rakyat

M. Reza Syarifuddin menegaskan bahwa cara berpikir Presiden yang selalu membentuk institusi baru setiap kali ada masalah harus diakhiri. Ia menilai bahwa langkah seperti ini justru akan semakin memberatkan rakyat.

Ia menyoroti bahwa kondisi ekonomi saat ini membuat banyak orang kesulitan. Bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga para pebisnis dan kalangan menengah. Ia menyarankan agar Presiden lebih memperhatikan isu-isu mendasar yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

Kesimpulan: DPN Tidak Relevan dan Harus Dihentikan

Berdasarkan berbagai indikator, M. Reza Syarifuddin menilai bahwa DPN tidak layak dipertahankan. Ia menilai bahwa keberadaannya justru melegalkan lembaga-lembaga yang tidak perlu.

Ia menegaskan bahwa jika DPN tetap dipertahankan, maka hak-hak rakyat, baik di kota maupun di desa, akan semakin direnggut. Oleh karena itu, ia menyarankan agar DPN segera dihentikan agar dana yang digunakan bisa dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih urgen.

“Hal itu jauh lebih urgen dibandingkan dengan mempertahankan lembaga seperti DPN ini,” ujarnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Penawaran Umum RANS Ditutup Besok, Jutaan Investor Antre Daftar di Bursa

11 Juli 2026

BEI Evaluasi Aturan Papan Pemantauan Khusus

11 Juli 2026

Bursa Asia Tertekan Selasa (7/7) Akibat Kenaikan Laba Samsung dan Pelemahan Yen

11 Juli 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mentan Amran Gandeng KNPI Untuk Kawal Ketahanan Pangan

2 Agustus 2026

Dua SBU Tercatat Dicabut Sebelum Pemilihan, Surat Rektor UIN SATU Tulungagung Klaim Masih Berlaku hingga 2026

14 Juli 2026

10 Merek Sepatu Wanita Lokal Berkualitas dan Nyaman

11 Juli 2026

5 film superhero flop yang debutnya masih mengalahkan Supergirl

11 Juli 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?