Performa Mengesankan Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026
Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa yang luar biasa dalam balapan Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol. Meskipun memulai balapan dari posisi ke-20, ia berhasil finis di posisi kedelapan, yang menjadi salah satu hasil terbaiknya sepanjang musim ini. Selain itu, Veda juga mencatatkan kecepatan maksimal hingga 247,1 km/jam selama sesi latihan bebas kedua (FP2), yang membuatnya menjadi salah satu rookie tercepat di lintasan Montmelo.
Veda Ega Pratama menunjukkan kombinasi antara agresivitas, strategi penggunaan ban yang baik, dan keberanian saat berlomba di trek lurus Catalunya. Performanya kembali mencuri perhatian para penggemar MotoGP, terutama karena kemampuannya untuk melampaui banyak pembalap sejak awal balapan.
Kecepatan Maksimal dan Kompetitif
Kecepatan maksimal Veda Ega pada Moto3 Catalunya 2026 tercatat sebesar 247,1 km/jam, yang dicapai saat sesi FP2. Catatan tersebut menunjukkan bahwa motor Honda Team Asia miliknya mampu bersaing dengan motor KTM yang dikenal dominan dalam hal kecepatan tinggi.
Selama balapan utama, Veda Ega tetap konsisten menjaga kecepatan di kisaran 246 km/jam. Trek lurus sepanjang satu kilometer di Sirkuit Barcelona-Catalunya menjadi bukti bahwa motor Honda Team Asia mampu kompetitif menghadapi rival-rival dari Eropa.
Persaingan dengan Pembalap Asia Tenggara
Veda Ega dan Hakim Danish sama-sama menjadi representasi Asia Tenggara di Moto3 2026. Keduanya telah saling bersaing sejak Asia Talent Cup hingga Red Bull Rookies Cup sebelum akhirnya berduel di level kejuaraan dunia.
Hakim Danish membela tim AEON Credit – MT Helmets – MSI yang menggunakan motor KTM. Sementara itu, Veda Ega mengandalkan Honda Team Asia dan mulai menunjukkan perkembangan signifikan dalam hal race pace maupun kecepatan puncak.
Start dari Posisi 20, Langsung Salip Delapan Pembalap
Perjuangan Veda Ega dalam Moto3 Catalunya 2026 tidak mudah karena harus memulai balapan dari grid ke-20. Namun, pembalap muda Indonesia ini langsung tampil agresif sejak lampu start dipadamkan.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa menyelesaikan balapan di posisi kedelapan. Jalannya balapan kali ini memang sangat sulit bagi saya karena saya harus memulai start dari posisi ke-20,” ujar Veda saat interview di SPOTV.
Menurut Veda, momentum start menjadi salah satu kunci kebangkitannya di Catalunya. Ia mampu menyalip delapan pembalap hanya dalam satu lap pertama dan langsung mendekati rombongan depan.
Strategi Ban Jadi Kunci Finis Posisi Delapan
Veda Ega mengungkapkan bahwa ia sempat kesulitan saat mencoba bergabung dengan kelompok terdepan. Ia memilih lebih tenang agar kondisi ban tetap terjaga hingga lap akhir.
“Perjuangan ini tidak mudah karena pembalap lain memiliki ritme kecepatan yang sangat bagus. Saat mencoba bergabung dengan kelompok depan, ada momen di mana saya harus menjaga kondisi ban.”
Strategi tersebut ternyata cukup efektif untuk menjaga performa motor pada lima lap terakhir. Saat beberapa rival mulai kehilangan grip, Veda justru mampu kembali menekan gas dan mempertahankan posisi di zona poin besar.
Pesan untuk Indonesia
Finis posisi kedelapan di Catalunya menjadi salah satu hasil terbaik Veda Ega pada musim Moto3 2026. Hasil itu sekaligus memperlihatkan perkembangan mental dan adaptasi pembalap muda Indonesia tersebut di level dunia.
Veda Ega juga menyampaikan rasa terima kasih kepada tim serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus memberikan dukungan selama dirinya mentas di Moto3 2026. Dukungan itu disebut menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang di setiap seri.
“Saya sangat senang dan ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada tim yang telah bekerja sangat keras minggu ini. Tentu saja, terima kasih juga untuk seluruh warga Indonesia yang selalu mendukung saya. Terima kasih,” pungkas Veda.
Dengan kecepatan mencapai 247,1 km/jam dan kemampuan menembus delapan besar dari posisi start ke-20, Veda Ega mulai menunjukkan dirinya layak diperhitungkan sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 musim ini.



