Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi
Ari Lasso memiliki nama lengkap Ari Bernardus Lasso. Ia lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 17 Januari 1973. Ari adalah putra dari pasangan Bartholomeus B. Lasso dan Sri Noerhida. Meskipun lahir di Madiun, ia tumbuh dan besar di Surabaya. Dalam kehidupan pribadinya, Ari menikah dengan Vita Dessy Catur Purnama. Dari pernikahan tersebut, ia dikaruniai empat anak yang menjadi sumber motivasi dalam hidup dan kariernya. Namun, hubungan pernikahan Ari dengan sang istri tidak dapat dilanjutkan dan akhirnya memutuskan untuk berpisah.
Pendidikan dan Awal Ketertarikan pada Musik
Minat Ari Lasso pada musik tumbuh sejak remaja. Ia menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Surabaya. Di masa inilah Ari mulai aktif bermusik dan membentuk Outsider Band bersama sejumlah musisi yang kelak dikenal luas di industri musik nasional. Diketahui, musisi tersebut adalah Wawan Juniarso yang merupakan drummer Dewa 19 pertama, dan Piyu, gitaris Padi. Dari sana, ia kemudian bergabung dengan Lost Angels Band yang merupakan cikal bakal band Boomerang. Melalui band tersebut, Ari kemudian berkenalan dengan personil Down Beat, yaitu Ahmad Dhani, Erwin, serta Andra Ramadhan. Setelah lulus SMA, Ari melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga, Surabaya. Meski berkuliah di bidang ekonomi, dunia musik tetap menjadi jalan hidup yang ia pilih.
Dari Band ke Panggung Nasional
Perjalanan profesional Ari Lasso dimulai saat bergabung dengan band Down Beat yang kemudian berkembang menjadi Dewa 19. Bersama band ini, nama Ari Lasso melambung pada era 1990-an lewat lagu-lagu populer seperti Kangen, Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi, dan Aku Milikmu. Bahkan, melalui hit Kangen tersebut berhasil mengantarkan Dewa 19 meraih penghargaan Pendatang Baru Terbaik versi BASF Award. Selain itu, Ari juga terlibat dalam sejumlah album sukses Dewa 19, termasuk Dewa 19 (1992), Format Masa Depan (1994), Terbaik Terbaik (1995), dan Pandawa Lima (1997).
Masa Kelam dan Titik Balik Kehidupan
Di puncak popularitasnya, Ari Lasso harus menghadapi kenyataan pahit. Pada 1997, hubungan Ari bersama rekan-rekan di Dewa 19 mulai memburuk. Selain itu, ia juga terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba yang berdampak pada kondisi kesehatan dan kariernya. Situasi tersebutlah yang diduga memicu terjadinya konflik internal Ari dengan band legendaris itu. Puncak dari adanya konflik ini berujung pada perpisahannya dengan Dewa 19 pada akhir 1990-an. Dilansir dari Tribunvideo.com, Erwin dan Wong Aksan telah lebih dulu dipecat dari band tersebut. Masa ini menjadi titik terendah dalam perjalanan hidup Ari Lasso, namun sekaligus menjadi awal proses refleksi dan pemulihan.
Bangkit sebagai Solois Sukses

Setelah berhasil lepas dari ketergantungan narkoba, Ari Lasso kembali ke industri musik dengan semangat baru. Ia memulai karier solo lewat album Sendiri Dulu (2001). Nama Ari kembali mencuri perhatian publik setelah berduet dengan Melly Goeslaw dalam lagu Jika, yang sukses besar dan meraih berbagai penghargaan. Sejumlah album solo kemudian dirilis, seperti Keseimbangan (2003), Kulihat, Kudengar, Kurasa (2004), Selalu Ada (2006), hingga Yang Terbaik (2012). Lagu-lagu seperti Mengejar Matahari, Arti Cinta, dan Cinta Terakhir semakin mengukuhkan posisinya sebagai solois papan atas. Tak berhenti di situ, Ari juga sempat menggandeng Bunga Citra Lestari atau BCL sebagai rekan duet dalam lagu Aku dan Dirimu, yang masuk dalam album The Best of Ari Lasso.
Konsisten Berkarya Meski Alami Kerusakan Pita Suara
Namun, pada 2009, Ari Lasso sempat mengalami kerusakan pita suara hingga harus menjalani puasa bicara. Meski demikian, ia tetap produktif dengan merilis album Yang Terbaik (2012) serta sejumlah single populer. Bahkan, saat usianya menginjak 41 tahun, Ari masih aktif merilis single. Salah satunya bertajuk Kamu Egois yang berhasil diputar di 76 radio nasional. Konsistensinya dalam berkarya membuat Ari tetap relevan di industri musik nasional.
Penghargaan dan Kiprah di Dunia Hiburan
Berkat konsistensinya berkarya, Ari Lasso meraih berbagai penghargaan, termasuk dari Anugerah Musik Indonesia (AMI). Ia juga dikenal sebagai figur berpengaruh di dunia hiburan Tanah Air, khususnya musik. Dalam beberapa tahun terakhir, Ari aktif sebagai juri ajang pencarian bakat Indonesian Idol, memperlihatkan perannya dalam membina generasi baru musisi Indonesia.
Figur Inspiratif di Industri Musik
Perjalanan hidup Ari Lasso menunjukkan bahwa kegagalan bukanlah akhir segalanya. Dari vokalis band legendaris, terpuruk oleh masalah pribadi, hingga bangkit menjadi solois sukses, Ari Lasso kini dikenal sebagai musisi berpengalaman yang karya-karyanya tetap relevan meski lintas generasi. Kisah hidupnya menjadi inspirasi tentang perjuangan, ketekunan, dan keberanian untuk bangkit dalam menghadapi masa lalu.



