Niat Puasa Dzulhijjah dan Keutamaannya
Jika Anda lupa dengan bacaan niat puasa Dzulhijjah, tidak perlu khawatir. Artikel ini akan memberikan informasi lengkap mengenai niat puasa Dzulhijjah serta keutamaannya. Selain itu, juga akan menjelaskan apakah boleh menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa Senin Kamis.
Apakah Menggabungkan Puasa Dzulhijjah dengan Puasa Senin Kamis Boleh?
Beberapa umat Muslim mungkin bertanya apakah boleh menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa sunnah Senin Kamis. Jawabannya adalah boleh. Sebagaimana dikatakan oleh Syaikh AbdurRahman AsSa’di rahimahullah dalam kitab AlQawaa’id Wal-ushul Al-Jami’ah (90), jika dua ibadah dari jenis yang sama berkumpul, maka amalan keduanya saling berkaitan. Oleh karena itu, cukup melakukan keduanya dengan satu amalan saja jika maksud kedua ibadah tersebut sama.
Selain itu, dalam kitab Al Asybaah Wa An-Nadzhoir (1/208), Jalaluddin As-Suyuthi rahimahullah juga menyampaikan bahwa jika dua perkara ibadah dari jenis yang sama berkumpul, sedangkan maksud dari keduanya tidak berbeda, maka kebanyakan amalan salah satunya masuk ke dalam amalan lainnya.
Dengan demikian, sah-sah saja menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa sunnah Senin Kamis.
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah
Bagi mereka yang ingin menjalankan puasa Dzulhijjah, cukup membaca niat berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta’ala.”
Jika lupa berniat pada malam hari, boleh berniat di pagi hari sebelum waktu dzuhur dengan lafal:
نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi ‘an adai syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah ta’ala.”
Puasa Dzulhijjah sangat dianjurkan karena Rasulullah S.A.W pun menjalankannya. Dalam hadits Rasulullah S.A.W yang diriwayatkan Imam Bukhari sebagaimana dikutip Imam an-Nawawi dalam kitab Riyadus Shalihin, dijelaskan mengenai keutamaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
“Tidak ada hari dimana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)’.” (HR. Al-Bukhari).

Tidak hanya itu, Rasulullah SAW pernah bersabda sebagaimana yang tertuang pada hadis yang disampaikan oleh Ibnu ‘Abbas:
“Tidak ada satu amal saleh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal saleh yang dilakukan pada hari-hari ini (10 hari pertama bulan Dzulhijjah).”
Niat Puasa Dzulhijjah Sekaligus Puasa Senin Kamis
Jika seseorang ingin menggabungkan puasa Dzulhijjah dengan puasa Senin Kamis, maka bisa membaca niat berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِذِيْ الْحِجَّةِ وَعَنْ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ ِللهِ تَعَالَى
Nawaitu Shouma Ghadin ‘An adaai sunnati Dzilhijjah wa ‘an shouma yaumal itsnaini lillahi Ta’alaa
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Dzulhijjah esok hari dan puasa hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Menurut Rasulullah, pada hari Senin dan Kamis amal umat manusia akan diperlihatkan kepada Allah S.W.T. Rasulullah SAW bersabda:
قال تعرض الأعمال يوم الاثنين والخميس فأحب أن يعرض عملي وأنا صائم
“Amal-amal diperlihatkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku diperlihatkan sedangkan aku dalam keadaan puasa.” (HR. At-Tirmidzi dan beberapa imam hadis lain)
Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026
Pada tahun 2026, tanggal 1 Dzulhijjah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Umat Muslim dapat mulai melaksanakan puasa sunnah sejak hari pertama. Berikut urutan lengkapnya:
1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026



