Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 25 Mei 2026
Trending
  • Viktor Gyokeres, Penjaga Mimpi Swedia di Piala Dunia 2026
  • Pengalaman Menginap di Tenda Eskimo di Damar Valley, Mulai Rp400 Ribu
  • 72 SPPG di Sleman Beroperasi Tanpa SLHS, Legalitas Kesehatan Belum Terpenuhi
  • Krisis Gaza Bawa Indonesia ke Tekanan Diplomasi Baru
  • Ringgit Malaysia Ungguli Negara Tetangga, Jadi Mata Uang Terkuat Asia
  • BINUS Jadi Nomor Dua Terbaik RI, Penuhi Kebutuhan Talent Digital
  • Kawasaki W230 2026: Harga Terbaru Dijual
  • Hutan dan Lahan di Film Pesta Babi Tak Berkaitan dengan Proyek Food Estate Wanam Papua Selatan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hiburan»Hutan dan Lahan di Film Pesta Babi Tak Berkaitan dengan Proyek Food Estate Wanam Papua Selatan
Hiburan

Hutan dan Lahan di Film Pesta Babi Tak Berkaitan dengan Proyek Food Estate Wanam Papua Selatan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover25 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Proyek Strategis Nasional di Wanam, Merauke: Tidak Terkait dengan Film “Pesta Babi”

Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan, tidak memiliki kaitan sama sekali dengan film “Pesta Babi” yang sempat viral belakangan ini. Oleh karena itu, proyek ini harus terus berjalan untuk mewujudkan program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Film karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut menggambarkan perjuangan masyarakat adat di wilayah Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat mereka dari ancaman proyek-proyek besar yang mengatasnamakan pembangunan. Namun, hutan dan lahan yang digambarkan dalam film tersebut bukan bagian dari PSN dan tidak berlokasi di Wanam, yang merupakan area cetak sawah seluas satu juta hektare.

Direktur Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan menegaskan bahwa, melihat kondisi global saat ini, PSN cetak sawah 1 juta hektare di Wanam seharusnya tetap berlanjut. Menurutnya, kebijakan PSN ini cukup visioner karena negara-negara global akan fokus pada isu pangan mereka masing-masing. Jika Indonesia mengalami defisit pangan, hal itu akan lebih berbahaya lagi.

Iwan menjelaskan bahwa proyeksi program cetak sawah Wanam difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional. Berbagai manfaat utama dari proyek ini antara lain pencapaian target swasembada beras, penciptaan lapangan kerja baru di pedesaan, peningkatan pendapatan masyarakat/petani hingga 20 persen sampai 30 persen, serta pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif.

Soal kritik di film “Pesta Babi”, ia menilai itu adalah hak demokrasi menyatakan pendapat dalam bentuk kreativitas film. Namun, jika kritik tersebut dilakukan dengan tujuan delegitimasi dan agenda politik terselubung, maka itu tidak tepat.

Mengenai lingkungan dan hutan, Iwan menilai pemerintah pasti sudah memiliki kajian dan mengikuti aturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam situasi tekanan global yang berefek ke kondisi ekonomi Indonesia saat ini, ia menilai kita perlu membangun narasi-narasi optimisme dan bukan malah melakukan provokasi.

Harapan Baru bagi Masyarakat Lokal

Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan menunjukkan progres signifikan dengan sejumlah fasilitas utama telah rampung 100 persen. Kehadiran proyek tersebut telah membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat.

Salah satu warga Papua mengaku bersyukur atas pembangunan yang kini menjangkau hingga ke kampung dan dusun mereka. Menurutnya, manfaat proyek tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. “Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kita saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata salah seorang warga Tarsan Balagaize, dikutip di Jakarta, Kamis (14/5/2026).

Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat akan membuka peluang kehidupan masyarakat lokal menjadi lebih baik dan makmur. “Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat berarti kita punya kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah akan jadi lebih makmur,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, warga setempat juga menyampaikan apresiasi karena pembangunan kini menjangkau kawasan yang sebelumnya belum tersentuh infrastruktur. “Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100 persen program pembangunan ini,” tuturnya.

Pusat Cadangan Pangan Nasional

Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah fasilitas penunjang di kawasan PSN Wanam hampir seluruhnya selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell disebut telah mencapai progres 100 persen.

“Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100 persen,” ujar petugas proyek. Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97 persen, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88 persen.

“Untuk HSD tank kapasitas 5.000 meter per ton kita sudah menyetok di 97 persen. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88 persen, dan disusul yang pasti oleh solar cell kita sudah 100 persen,” katanya.

Wanam kini diproyeksikan menjadi pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah baru yang ambisius seluas 1 juta hektare. PSN yang didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group ini bukan sekadar membuka lahan pertanian, melainkan membangun ekosistem kehidupan baru yang mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara. Namun, kunci dari seluruh ekosistem ini adalah satu, yakni konektivitas.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Gabungkan musik dan kota, Jazzscape Jakarta hadirkan pengalaman tanpa batas

24 Mei 2026

11 Film Pendek Berdasarkan Lagu Thailand

24 Mei 2026

Daftar film Piala Dunia, fiksi dan dokumenter

24 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Viktor Gyokeres, Penjaga Mimpi Swedia di Piala Dunia 2026

25 Mei 2026

Pengalaman Menginap di Tenda Eskimo di Damar Valley, Mulai Rp400 Ribu

25 Mei 2026

72 SPPG di Sleman Beroperasi Tanpa SLHS, Legalitas Kesehatan Belum Terpenuhi

25 Mei 2026

Krisis Gaza Bawa Indonesia ke Tekanan Diplomasi Baru

25 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?