Dukungan Kuat dari Driver Ojol untuk Nadiem Makarim
Selama proses persidangan terkait dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM), Nadiem Makarim, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Mendikbudristek), mendapatkan dukungan yang luar biasa dari para driver ojek online (ojol) GoJek. Bahkan, dukungan ini terus mengalir hingga sidang pembacaan tuntutan yang digelar pada Rabu (13/5/2026).
Dalam sidang tersebut, sejumlah driver ojol hadir di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat, membawa poster dukungan dan berinteraksi langsung dengan Nadiem. Salah satu driver ojol bernama Riyanto menyatakan bahwa Nadiem adalah pahlawan ekonomi baginya.
“Pak Nadiem di hati saya tak pernah hilang. Bapak pahlawan ekonomi saya, Pak,” ujar Riyanto, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV. Ia juga menambahkan bahwa Nadiem Makarim telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarganya. “Sejak saya dari pangkalan ojek, di pangkalan itu saya utang rokok aja enggak dipercaya. Setelah Bapak angkat derajat saya, saya ngutang rumah pun bisa sekarang.”
Selain Riyanto, seorang driver ojol lainnya juga menyampaikan dukungan kepada Nadiem. Ia menyatakan bahwa meskipun saat ini Nadiem tersandung kasus korupsi, ia tetap yakin bahwa Nadiem adalah sosok yang benar.
“Pokoknya benar bisa kalah, tapi benar tidak bisa salah, Pak,” kata driver tersebut. Ia juga memberikan semangat kepada Nadiem, “Semangat ya Pak. Pasti ada jalan Tuhan.”
Nadiem pun merasa terharu atas dukungan yang diberikan oleh para driver ojol. Ia mengungkapkan bahwa dukungan tersebut membuatnya merasa lebih kuat dalam menghadapi jalannya kasus ini. “Kemarin itu saya terasa banget kayak ada tangan kalian di pundak, itu kaya bikin aku kuat banget gitu,” tutur Nadiem.
Pelukan Hangat dari Para Driver Ojol
Setelah sidang pembacaan tuntutan, Nadiem Makarim mendapat pelukan hangat dari para driver ojol. Ia tampak menitikkan air mata terharu akibat dukungan yang diberikan. Sejumlah driver ojol juga menepuk-nepuk dan mengusap punggung Nadiem saat berangkulan bersama, tanda memberikan dukungan yang tulus.
Para driver ojol menegaskan akan terus mendukung dan membersamai Nadiem. Mereka yakin dan mendoakan, Nadiem Makarim akan bebas. “Kita selalu bersama di mana pun, kita selalu bersama,” kata seorang driver ojol, dikutip dari tayangan KompasTV. “Apa pun yang terjadi, Pak Nadiem pahlawan saya, pahlawan ekonomi saya, tetap di hati. Nadim pasti bebas! Pasti. Kami yakin, Pak,” seru driver ojol lainnya.
Tuntutan JPU Dinilai Tidak Masuk Akal
Setelah menjalani sidang pada Rabu kemarin, Nadiem menilai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) sangat mengecewakan dan tidak masuk akal. Menurut dia, tuntutan JPU yang berat malah menjadi balasan untuk kerja keras anak muda yang ingin memajukan negeri lewat teknologi.
“Pertama, ini adalah hari yang sangat sangat sangat mengecewakan,” kata Nadiem, dikutip dari Breaking News KompasTV. Ia menyoroti besarnya tuntutan uang pengganti. “Saya hari ini dituntut secara efektif dituntut 27 tahun, rekor lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lainnya.”
Nadiem menegaskan, dalam kasus Chromebook ini, ia tidak melakukan kesalahan administrasi apapun. Tak ada juga uang hasil korupsi yang ia terima dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook ini. Ia mempertanyakan, mengapa tuntutan hukuman yang ia terima justru jauh lebih besar daripada tuntutan hukuman untuk terdakwa kasus pembunuhan dan terorisme.
“Jadi bisa bayangkan itu artinya otomatis saya dituntut oleh kejaksaan 28 tahun untuk kesalahan apa? Tidak ada kesalahan administrasi apa pun,” papar Nadiem. Ia juga menegaskan bahwa tidak ada unsur korupsi apa pun dalam kasusnya dan seluruh masyarakat sudah mengetahui.



