Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sunday, 1 November 2026
Trending
  • Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama
  • Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia
  • Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong
  • Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia
  • Opini: Biokapitalisme digital – normalisasi pornografi dan darurat eros
  • Terancam Hukuman Mati,Dwi Bagus Dinilai Penuhi Unsur Perencanan pada Pembunuhan AG Anak Tirinya
  • Gus Lilur bangun jaringan dagang di Vietnam, tetap desak pengusutan dugaan riswah Muktamar ke-35 NU
  • Pesona Tersembunyi Situ Biru Cilembang Sumedang
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Internasional»Jerman Siapkan Pasangan Putin untuk Dialog, Kremlin: Bukan Kami yang Mulai
Internasional

Jerman Siapkan Pasangan Putin untuk Dialog, Kremlin: Bukan Kami yang Mulai

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 May 2026No Comments4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Jalur Baru untuk Negosiasi Damai Ukraina



Di tengah perang Ukraina yang terus berlangsung, Jerman mulai mempertimbangkan jalur baru untuk membuka kemungkinan negosiasi damai dengan Rusia. Berbagai media Jerman seperti Der Spiegel melaporkan bahwa nama mantan Kanselir Jerman Gerhard Schroder dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier muncul sebagai opsi mediator dalam kemungkinan pembicaraan dengan Moskow.

Gagasan ini sedang dibahas di internal koalisi pemerintahan Jerman. Beberapa elite politik Berlin menilai bahwa Schröder mungkin sulit menjalankan peran tersebut seorang diri, meskipun ia dikenal sebagai salah satu tokoh Eropa Barat yang paling dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Nama Steinmeier juga ikut dipertimbangkan, terlebih masa jabatannya sebagai presiden Jerman akan segera berakhir. Kehadirannya dinilai dapat memberi legitimasi diplomatik yang lebih kuat dalam kemungkinan jalur negosiasi baru antara Eropa dan Rusia.

Di saat yang sama, Kremlin memberi sinyal bahwa Moskow tidak akan mengambil langkah pertama untuk membuka dialog dengan Uni Eropa. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Rusia hanya akan bergerak sejauh pihak Eropa benar-benar siap membuka komunikasi politik. “Sebagaimana telah berulang kali dinyatakan Presiden Putin, setelah sikap yang diambil pihak Eropa, kami tidak akan memulai kontak semacam itu sendiri,” kata Peskov.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Dewan Eropa António Costa sebelumnya menyebut Uni Eropa mulai mempersiapkan kemungkinan negosiasi dengan Rusia terkait konflik Ukraina. Dinamika ini menunjukkan perubahan psikologis yang mulai terjadi di Eropa. Setelah lebih dari dua tahun perang berlangsung, sejumlah negara Eropa tampaknya mulai menyadari bahwa konflik Ukraina bukan hanya persoalan militer, tetapi juga krisis jangka panjang yang memengaruhi ekonomi, energi, keamanan, dan stabilitas politik kawasan.

Namun upaya membuka jalur dialog dengan Moskow juga mengandung paradoks besar. Selama ini Eropa tampil sebagai pendukung utama Ukraina dan menjatuhkan sanksi besar terhadap Rusia. Kini, ketika tekanan geopolitik dan ketidakpastian global meningkat, sebagian elite Eropa justru mulai berbicara tentang perlunya negosiasi langsung dengan Kremlin.

Dalam konteks itulah nama Schroder dan Steinmeier kembali muncul. Meski sama-sama berasal dari tradisi politik Jerman yang mendukung dialog dengan Rusia, hubungan keduanya dengan Putin memiliki karakter yang sangat berbeda.

Schröder dikenal memiliki hubungan personal paling dekat dengan Putin di antara elite besar Eropa Barat. Kedekatan itu mulai terbentuk ketika ia masih menjabat kanselir Jerman pada awal 2000-an, saat Berlin dan Moskow membangun hubungan ekonomi dan energi yang sangat erat, terutama melalui proyek gas Rusia ke Eropa seperti Nord Stream. Putin bahkan pernah secara terbuka menyebut Schröder sebagai “teman”. Hubungan mereka terus berlanjut setelah Schroder meninggalkan jabatan kanselir pada 2005. Ia kemudian bergabung dengan sejumlah perusahaan energi Rusia yang terkait Kremlin, termasuk Gazprom dan Rosneft.

Kedekatan tersebut membuat Schroder menjadi figur kontroversial di Jerman, terutama setelah perang Ukraina pecah. Banyak politisi Jerman menilai ia terlalu dekat dengan Kremlin dan gagal menjaga jarak politik dari Putin. Namun justru karena hubungan personal itulah, sebagian kalangan melihat Schröder masih memiliki nilai strategis. Di tengah memburuknya hubungan Barat dengan Moskow, ia dianggap sebagai salah satu sedikit tokoh Eropa yang masih memiliki jalur komunikasi langsung dengan Putin.

Berbeda dengan Schroder, hubungan Steinmeier dengan Putin lebih bersifat diplomatik dan institusional. Sebelum menjadi presiden Jerman, Steinmeier dikenal sebagai diplomat senior dan pernah menjabat menteri luar negeri. Ia merupakan salah satu arsitek pendekatan Ostpolitik modern Jerman, yakni strategi menjaga dialog dan hubungan ekonomi dengan Rusia meski terdapat perbedaan politik. Selama bertahun-tahun, Steinmeier mendorong pendekatan yang lebih hati-hati terhadap Moskow. Ia percaya isolasi total terhadap Rusia justru dapat memperburuk stabilitas Eropa.

Tetapi setelah perang Ukraina pecah, posisi Steinmeier menjadi lebih rumit. Ia mendapat kritik karena dianggap terlalu lama mendukung pendekatan lunak terhadap Rusia dan terlalu percaya pada hubungan ekonomi dengan Moskow. Meski demikian, Steinmeier tetap dipandang sebagai figur yang memahami psikologi politik Kremlin dan memiliki pengalaman diplomatik mendalam dalam hubungan Rusia-Eropa.

Jika Schroder merepresentasikan jalur personal dan kedekatan informal dengan Putin, maka Steinmeier mencerminkan tradisi diplomasi Jerman yang mencoba menjaga komunikasi dengan Moskow di tengah ketegangan geopolitik. Kini, ketika sebagian elite Eropa mulai berbicara tentang kemungkinan jalur negosiasi baru, kemunculan dua nama itu menunjukkan satu kenyataan penting: di balik perang Ukraina, Eropa mulai menghadapi pertanyaan yang lebih besar tentang masa depan hubungan mereka dengan Rusia, apakah konflik ini akan terus dipelihara, atau suatu saat harus diakhiri melalui diplomasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 May 2026

Mojtaba Khamenei Minta Militer Siap, Iran Waspadai Serangan?

17 May 2026

Trump Menolak Permintaan Ganti Rugi Iran Rp 4.000 Triliun, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

17 May 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Sumpah Pemuda: Semangat persatuan dan kepedulian sesama

31 October 2026

Prediksi skor Parma vs Udinese di Liga Italia: Statistik dan head-to-head di Serie A Italia

31 October 2026

Kredit BMRI dan masuknya Haji Isam ke BYAN, menelusuri jejak aset Low Tuck Kwong

31 October 2026

Langkah Strategis Toyota: Genjot Mobil Listrik dan Bidik Pasar Australia

31 October 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?