Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Senin, 14 September 2026
Trending
  • Lars Veldwijk pakai nomor punggung 7 di PSM Makassar, pernah tandem Marc Klok di FC Utrecht
  • Lirik lagu Bunga Bunga di Barcelona – Christie dan makna lengkapnya
  • Harga tembaga menguat, cermati rekomendasi saham dan prospek emiten tembaga
  • 432 atlet Indonesia siap tampil di Asian Games 2026, persiapan masuk tahap akhir
  • Cek kesehatan untuk pasien gula darah tinggi: Hasil tes bantu cegah komplikasi
  • Sagi Bergegure dan Politik Kecil Membangun Manusia dari Kampung
  • 8 rekomendasi gua Maria dan taman doa di Kulon Progo untuk ziarah dan berdoa
  • Berita Arema FC hari ini populer: Amunisi lawan PSM, Dewangga dan Gustavo masih nyeri
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Internasional»Bisakah Pertukaran Mata Uang Jadi Solusi Stabilisasi Rupiah?
Internasional

Bisakah Pertukaran Mata Uang Jadi Solusi Stabilisasi Rupiah?

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Mei 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kebijakan Swap Currency sebagai Alat Stabilisasi Rupiah

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai bahwa kerja sama pertukaran mata uang antarnegara (swap currency) dapat menjadi alat yang membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan solusi jangka panjang untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik.

“Menurut saya, swap currency memiliki manfaat positif, namun ini bukan solusi jangka panjang,” kata Esther di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Ia menjelaskan bahwa salah satu dampak positif dari kebijakan tersebut adalah membantu menahan pelemahan rupiah terhadap mata uang asing melalui penguatan akses likuiditas valuta asing. Selain itu, kerja sama pembiayaan non-dolar dinilai dapat memperkuat cadangan devisa dan mendukung kebutuhan transaksi maupun pembayaran utang luar negeri.

Penguatan likuiditas memperkuat cadangan devisa dan memastikan ketersediaan dana untuk kebutuhan transaksi atau pembayaran utang luar negeri. Menurut Esther, diversifikasi pembiayaan juga penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS melalui penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional. Ia menambahkan bahwa skema cross currency swap juga dapat membantu pelaku usaha memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar dan suku bunga.

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 tercatat sebesar 148,4 miliar dolar AS, yang dinilai cukup untuk mendukung stabilitas sektor eksternal dan sistem keuangan nasional. Sementara itu, nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu (6/5/2026) ditutup menguat ke kisaran Rp 17.387 per dolar AS setelah penutupan sebelumnya di level Rp 17.424 per dolar AS.

Meski demikian, Esther mengingatkan bahwa kebijakan tersebut bukan solusi jangka panjang untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik. “Swap adalah alat stabilisasi sementara, bukan ‘obat’ utama untuk memperkuat fundamental ekonomi domestik,” ucapnya. Ia menilai penguatan fundamental ekonomi tetap perlu dilakukan melalui penguatan likuiditas dan diversifikasi pembiayaan agar tidak terlalu bergantung pada dolar AS. Esther memandang Bank Indonesia tetap perlu menjaga stabilitas nilai tukar melalui operasi pasar apabila cadangan devisa dinilai memadai.

“Bank Indonesia juga harus melakukan operasi pasar agar nilai tukar stabil dengan catatan cadangan devisa dolar AS cukup,” tuturnya.

Dampak Swap Currency pada Stabilitas Rupiah

Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Dipo Satria Ramli, menilai bahwa swap currency dan diversifikasi pembiayaan non-dolar dapat membantu menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global. Namun demikian, ia menilai langkah tersebut belum cukup untuk memperkuat fundamental rupiah tanpa didukung perbaikan faktor domestik, terutama persepsi fiskal.

“Swap currency dan diversifikasi pembiayaan non-dolar bisa membantu sebagai stabilisasi rupiah, namun bukan obat untuk penguatan fundamental rupiah,” kata Dipo. Ia menjelaskan bahwa instrumen tersebut dapat menjadi bantalan likuiditas ketika terjadi arus modal keluar (capital outflow) dalam jumlah besar. Kerja sama pembiayaan non-dolar juga memberikan sinyal kepada pasar bahwa Indonesia memiliki cadangan likuiditas untuk menghadapi gejolak eksternal.

“Pada intinya, swap currency dan pembiayaan non-dolar bertindak sebagai dana cadangan kalau ada capital outflow besar-besaran,” ujarnya. Dipo menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, seperti penguatan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik, tetapi juga faktor domestik. Ia mengatakan, pelemahan rupiah terhadap sejumlah mata uang kawasan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap kondisi dalam negeri.

“Pelemahan rupiah itu bukan hanya faktor global, tetapi juga domestik,” tuturnya. Menurut Dipo, salah satu perhatian utama pelaku pasar adalah persepsi terhadap kondisi fiskal, termasuk defisit APBN dan disiplin belanja pemerintah. Ia menilai, penguatan kepercayaan pasar terhadap kebijakan fiskal menjadi penting agar fundamental rupiah dapat lebih kuat. Di sisi lain, Dipo menilai Bank Indonesia (BI) telah melakukan langkah stabilisasi secara optimal melalui intervensi di pasar valuta asing.

“Kalau dari BI itu sebenarnya langkahnya sudah sangat maksimal. Mereka sudah intervensi di pasar spot dan pasar NDF, cadangan devisa kita juga sehat,” ungkap Dipo.

Pemerintah Siapkan Swap Currency Jaga Stabilitas Rupiah

Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.400 per dolar AS pada perdagangan Selasa (5/5/2026) menjadi perhatian serius pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pelemahan rupiah bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dialami sejumlah negara lain.

“Terkait rupiah, berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap dolar AS,” ujarnya dalam taklimat media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Airlangga menjelaskan bahwa kuartal II biasanya ditandai dengan lonjakan permintaan dolar AS. Faktor utama berasal dari kebutuhan ibadah haji serta pembayaran dividen perusahaan.

“Biasanya saat ibadah haji, permintaan terhadap dolar meningkat. Di kuartal kedua juga ada pembayaran dividen, sehingga permintaan dolar tinggi,” katanya. Untuk meredam tekanan tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia menyiapkan langkah antisipatif melalui kerja sama swap currency dengan sejumlah mitra strategis seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Skema swap currency ini memungkinkan Indonesia menukar rupiah dengan mata uang negara mitra secara langsung, sehingga pasokan likuiditas dolar dapat dijaga tanpa harus menguras cadangan devisa. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan strategi diversifikasi pembiayaan melalui penerbitan surat berharga dalam mata uang selain dolar AS. “Ini untuk menjaga tekanan terhadap dolar AS,” ujar Airlangga. Pemerintah menambahkan, diversifikasi dilakukan melalui penerbitan surat berharga dalam beberapa mata uang seperti Yuan China dan Yen Jepang guna mengurangi tekanan terhadap dolar AS di tengah dinamika ekonomi global.



Warga menukarkan uang rupiah terhadap uang dollar AS di Money Changer, Jakarta. – (Indonesiadiscover.com/Thoudy Badai)



Infografis pergerakan kurs rupiah per 29 April 2026. – (Infografis Indonesiadiscover.com)

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Membanggakan! Mahasiswa UNISMA, Shalwaa Kia Lolos Konferensi Internasional di Tiga Negara

31 Mei 2026

Mojtaba Khamenei Minta Militer Siap, Iran Waspadai Serangan?

17 Mei 2026

Trump Menolak Permintaan Ganti Rugi Iran Rp 4.000 Triliun, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

17 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Lars Veldwijk pakai nomor punggung 7 di PSM Makassar, pernah tandem Marc Klok di FC Utrecht

14 September 2026

Lirik lagu Bunga Bunga di Barcelona – Christie dan makna lengkapnya

14 September 2026

Harga tembaga menguat, cermati rekomendasi saham dan prospek emiten tembaga

14 September 2026

432 atlet Indonesia siap tampil di Asian Games 2026, persiapan masuk tahap akhir

14 September 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?