Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 10 Mei 2026
Trending
  • Bisakah Pertukaran Mata Uang Jadi Solusi Stabilisasi Rupiah?
  • Transformasi Teknologi Tambang Jadi Mesin Hilirisasi, SDM dan Investasi Perlu Diperbaiki
  • Anomali Transaksi Rp 5 T Telkom di Tengah Sorotan Global, Tanda Manipulasi?
  • Polda NTT Ungkap 27 Kasus BBM Subsidi Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp10,16 Miliar
  • Kia Sonet vs Seltos: Mana yang Lebih Gesit di Kota?
  • HUT ke-65 Bank BJB, Komitmen Sosial Dibuktikan dengan Donor Darah Bersama Masyarakat
  • Drone KIZILELMA Bawa Keunggulan Militer RI di ASEAN, Ini Spesifikasinya
  • Rupiah Tembus Rp17.380, Pakar Ekonomi Jelaskan Dampaknya pada UMKM Sumbar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Teknologi»Transformasi Teknologi Tambang Jadi Mesin Hilirisasi, SDM dan Investasi Perlu Diperbaiki
Teknologi

Transformasi Teknologi Tambang Jadi Mesin Hilirisasi, SDM dan Investasi Perlu Diperbaiki

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Mei 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Peran Digitalisasi dalam Transformasi Sektor Pertambangan

Di tengah tuntutan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing sektor pertambangan, digitalisasi menjadi faktor krusial yang semakin diperlukan. Transformasi ini tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional. Dalam konteks program hilirisasi, teknologi dan inovasi menjadi tulang punggung untuk memperkuat rantai pasok mineral dari hulu hingga hilir.

Chairman Ikatan Alumni Teknik Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IA-MET ITB) Erika Silva menekankan bahwa digitalisasi telah mengubah pola industri tambang yang sebelumnya bergantung pada tenaga kerja manual menjadi lebih modern dan efisien. Penerapan teknologi seperti remote operation di PT Freeport Indonesia contohnya membantu menjaga keselamatan pekerja dengan mengurangi risiko di area berbahaya. Selain itu, otomatisasi (automation) digunakan untuk memprediksi keausan alat dan pipa, sehingga memungkinkan perawatan preventif yang lebih awal dan mengurangi downtime.

Digitalisasi juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Dengan peningkatan produktivitas, biaya operasional bisa ditekan, sementara pendapatan negara meningkat. Hal ini sangat penting dalam mendukung program hilirisasi pemerintah, yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam Indonesia.

Keterlibatan Teknologi Tinggi dalam Hilirisasi

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bhaktiar menyatakan bahwa transformasi teknologi memungkinkan integrasi rantai pasok mineral yang lebih baik. Proses produksi menjadi lebih efisien, dan kualitas produk meningkat, yang secara langsung memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar global.

Menurut Bisman, arah transformasi sektor pertambangan ke depan harus fokus pada penggunaan teknologi tinggi yang ramah lingkungan dan rendah karbon. Langkah ini penting agar Indonesia tidak hanya menjadi eksportir bahan mentah, tetapi juga mampu membangun industri manufaktur bernilai tambah tinggi.

Pentingnya Sumber Daya Manusia dalam Digitalisasi

Chairman Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB (IA-TA ITB) Achmad Ardianto menilai bahwa transformasi teknologi akan memberikan dampak besar terhadap daya saing sektor pertambangan. Efisiensi operasional yang meningkat akan meningkatkan margin keuntungan perusahaan, yang berdampak pada kapasitas investasi dan pajak negara.

Selain itu, standardisasi teknologi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas industri pertambangan nasional. Ketika standar penggunaan teknologi merata, perusahaan skala menengah dan kecil juga dapat menikmati efisiensi operasional dengan biaya yang lebih terjangkau.

Tantangan dalam Transformasi Digital

Meski memiliki potensi besar, transformasi digital di sektor pertambangan masih menghadapi tantangan. Salah satu hambatan utama adalah kebutuhan investasi yang tinggi. Tidak semua perusahaan memiliki kemampuan finansial untuk mengadopsi teknologi canggih seperti artificial intelligence, automation, atau big data analytics. Saat ini, perusahaan besar seperti Freeport, Antam, dan Amman Mineral lebih cepat bergerak karena memiliki kapasitas investasi yang memadai.

Di sisi lain, kesiapan tenaga kerja domestik juga menjadi isu penting. Penggunaan teknologi baru memerlukan kompetensi yang belum sepenuhnya dimiliki oleh tenaga kerja nasional. Jika adopsi teknologi terlalu cepat tanpa diimbangi peningkatan kapasitas SDM, maka Indonesia berpotensi tergantung pada tenaga ahli asing.

Investasi dalam Hilirisasi Sektor Minerba

Investasi hilirisasi sektor minerba pada 2025 masih didominasi oleh sektor mineral dan batu bara. Dari total realisasi sebesar Rp584,1 triliun, sekitar Rp373,1 triliun dialokasikan untuk sektor ini. Nikel menjadi penggerak utama, dengan kontribusi sebesar Rp185,2 triliun atau 49,6% dari total investasi.

Berikut struktur investasi hilirisasi mineral dan batu bara pada 2025:

  • Nikel: Rp185,2 triliun (49,6%)
  • Tembaga: Rp65,9 triliun (17,7%)
  • Bauksit: Rp53,1 triliun (14,2%)
  • Besi Baja: Rp39,2 triliun (10,5%)
  • Timah: Rp11,3 triliun (3,0%)
  • Lainnya: Rp18,4 triliun (4,9%)

Total investasi pada sektor minerba mencapai Rp373,1 triliun atau 100% dari total investasi hilirisasi.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Drone KIZILELMA Bawa Keunggulan Militer RI di ASEAN, Ini Spesifikasinya

10 Mei 2026

Naskah Khutbah Jumat 8 Mei 2026: Kekuatan Teknologi Tanpa Iman

10 Mei 2026

Razer dan IO Interactive Bawa Teknologi Haptic ke 007 First Light

9 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Bisakah Pertukaran Mata Uang Jadi Solusi Stabilisasi Rupiah?

10 Mei 2026

Transformasi Teknologi Tambang Jadi Mesin Hilirisasi, SDM dan Investasi Perlu Diperbaiki

10 Mei 2026

Anomali Transaksi Rp 5 T Telkom di Tengah Sorotan Global, Tanda Manipulasi?

10 Mei 2026

Polda NTT Ungkap 27 Kasus BBM Subsidi Ilegal, Kerugian Negara Capai Rp10,16 Miliar

10 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?