Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Monday, 2 November 2026
Trending
  • Outlook ekonomi Jatim 2026, JEBS gelar FGD bahas tantangan hilirisasi hingga tekanan industri rokok
  • Gol apik Yann Mabella bawa Persebaya Surabaya menang, siap hadapi Persijap Jepara
  • Instagram Siapkan Video 90 Menit, Siap Saingi YouTube
  • Masuk Indonesia cuma 2 unit, Ducati Panigale V2 Special Edition MM93 dijual miliaran!
  • Ratikita.id HST kembangkan bank sampah digital berbasis kecerdasan buatan
  • Misteri Brigpol WP: Bunuh Ibu Kandung Diduga Akibat Gangguan Jiwa
  • Teks Amanat Pembina Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98,Pidato Menpora RI 28 Oktober 2026 and Link PDF
  • Vietnam Genjot Pariwisata Premium, Tambah 10.000 Kamar Hotel Mewah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Cara licik AFT memanfaatkan suami disabilitas untuk bunuh mertua di Pekanbaru
Hukum

Cara licik AFT memanfaatkan suami disabilitas untuk bunuh mertua di Pekanbaru

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover7 May 2026No Comments3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Tragedi Pembunuhan dan Perampokan yang Mengguncang Keluarga di Pekanbaru

Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Pekanbaru, yang mengguncang ketenangan warga setempat. Di balik rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman, justru terjadi tragedi yang tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan kepercayaan dalam lingkup keluarga sendiri. Kasus pembunuhan dan perampokan terhadap seorang lansia bernama Dumaris (60), warga Kecamatan Rumbai, mengungkap fakta yang mengejutkan.

Polisi memastikan bahwa aksi keji tersebut dilakukan oleh empat orang pelaku, yakni AFT (21), SL (34), EW (39), dan L (22). Lebih miris lagi, sosok yang diduga menjadi otak di balik kejahatan ini adalah AFT yang tak lain merupakan menantu korban sendiri.

Niat Mencuri Berubah Jadi Pembunuhan

Aparat kepolisian mengungkap bahwa awalnya para pelaku hanya berniat melakukan pencurian. Namun dalam perjalanan rencana tersebut, niat mereka berubah menjadi aksi yang jauh lebih brutal. “Niat mereka awalnya mencuri, tapi berubah pikiran untuk membunuh. Mereka ingin menguasai seluruh harta korban,” kata Hasyim Risahondua saat konferensi pers, Minggu (3/5/2026).

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana keserakahan berkembang menjadi tindakan ekstrem yang berujung pada hilangnya nyawa korban.

Skema Terencana: Menjebak Keluarga Sendiri

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku lebih dulu menyusun rencana. Mereka mengajak anak korban, Arnold yang merupakan suami AFT untuk bertemu di sebuah ruko di Jalan Jenderal Sudirman. Arnold, yang diketahui memiliki kebutuhan khusus, datang tanpa menyadari bahwa dirinya sedang dimanfaatkan. Dalam pertemuan itu, para pelaku menggali informasi terkait kondisi rumah korban.

Arnold pun menjawab bahwa di rumah hanya ada ibunya seorang diri, sementara anggota keluarga lain sedang tidak berada di tempat. Informasi inilah yang kemudian menjadi celah bagi para pelaku untuk menjalankan rencana mereka.

Eksekusi Brutal di Dalam Rumah

Dengan menggunakan mobil, para pelaku menuju rumah korban. Arnold ditinggalkan tanpa kecurigaan. Setibanya di lokasi, pelaku berinisial SL bertindak sebagai eksekutor. Ia memukul kepala korban menggunakan kayu balok secara berulang kali hingga korban meninggal dunia.

“Sementara tiga pelaku lainnya mengambil barang-barang berharga milik korban,” kata Hasyim. Aksi tersebut berlangsung cepat dan brutal. Bahkan, saat menyadari keberadaan kamera pengawas, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan merusak CCTV menggunakan kayu balok.

Mengelabui Keluarga dan Melarikan Diri

Setelah melakukan aksi, para pelaku masih sempat menjalankan skenario lanjutan untuk menghindari kecurigaan. Mereka menahan Arnold yang baru tiba di rumah dan mengajaknya berbincang agar tidak langsung masuk. Kemudian, Arnold dibawa menjauh ke arah Minas, Kabupaten Siak, dengan alasan mengunjungi keluarga. Tujuannya jelas agar ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di rumahnya.

“Tujuan membawa Arnold ke Minas, agar tidak mengetahui kejadian di rumah orangtuanya. Mereka ini juga mau merampas sepeda motor Arnold. Bejat mereka ini,” ucap Hasyim. Namun, rencana untuk mengambil sepeda motor tersebut akhirnya dibatalkan. Arnold kemudian ditinggalkan dengan uang Rp 50.000 untuk kembali pulang.

Kabur ke Luar Kota dengan Mobil Sewa

Usai menjalankan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri ke luar daerah. Mereka menggunakan mobil Xenia berwarna hitam yang telah disewa sebelumnya sebagai sarana pelarian menuju Medan. Kejahatan ini sebelumnya juga sempat terekam kamera CCTV, yang memperlihatkan keterlibatan empat orang pelaku dua pria dan dua wanita.

Harta Dirampas, Nyawa Melayang

Dari aksi keji tersebut, sejumlah barang berharga milik korban raib. Polisi menyebut pelaku membawa kabur perhiasan emas, uang senilai 400 dolar Singapura, paspor, serta telepon genggam. Namun lebih dari sekadar kehilangan materi, tragedi ini meninggalkan luka mendalam terutama karena pelaku utama justru berasal dari lingkaran keluarga sendiri.

Luka yang Tak Mudah Pulih

Kasus ini bukan hanya tentang kriminalitas, tetapi juga tentang runtuhnya kepercayaan dalam hubungan paling dekat. Ketika motif ekonomi bercampur dengan pengkhianatan, hasilnya adalah tragedi yang mengguncang rasa kemanusiaan. Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa kejahatan bisa datang dari arah yang paling tak terduga bahkan dari orang yang selama ini dianggap bagian dari keluarga.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Misteri Brigpol WP: Bunuh Ibu Kandung Diduga Akibat Gangguan Jiwa

2 November 2026

Sosok 7 saksi yang diperiksa terkait dugaan kawat tertinggal di jantung pasien RSUD AWS Samarinda

1 November 2026

Jejak Tegas Brigjen Ade Safri: Dari Jerat Firli Hingga Pucuk Pimpinan Dirtipideksus

18 October 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Outlook ekonomi Jatim 2026, JEBS gelar FGD bahas tantangan hilirisasi hingga tekanan industri rokok

2 November 2026

Gol apik Yann Mabella bawa Persebaya Surabaya menang, siap hadapi Persijap Jepara

2 November 2026

Instagram Siapkan Video 90 Menit, Siap Saingi YouTube

2 November 2026

Masuk Indonesia cuma 2 unit, Ducati Panigale V2 Special Edition MM93 dijual miliaran!

2 November 2026
TAGS
akan Ampat Berita Bisnis Budaya Bukan dalam dan dari dengan diskon DPR Dunia Ekonomi Hiburan Horoskop Indonesia ini insiden Iran Jadi Kasus kasus kriminal Kejahatan Kesehatan Kontroversi KPK Laporan Polisi media berita Olahraga Pemerintah perbintangan perusahaan Politik Politik dan Hukum politik dan pemerintahan presiden Raja Selebriti Soal Tambang TNI untuk warga yang
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?