Sosok Anisa Florensia dan Dampak Lingkaran Narkoba
Sosok Anisa Florensia Tumanggor (21) menjadi pusat perhatian dalam kasus pembunuhan yang menimpa Dumaris Boru Sitio (60). Dari hubungan pertemanan lama dengan Lisbet Barasa (22), keduanya justru terjebak dalam lingkaran narkoba yang akhirnya memicu tindakan kejahatan.
Awalnya, hubungan antara Anisa dan Lisbet hanya sebatas komunikasi biasa. Namun, ketika Anisa mulai sering berinteraksi dengan Lisbet yang sudah lebih dulu terlibat dalam dunia malam, arah hubungan mereka berubah. Di lingkungan tersebut, Anisa perlahan ikut masuk ke dunia hiburan dan bergaul dengan orang-orang baru yang membentuk lingkaran pergaulan tertutup.
Dalam lingkaran itu, narkoba menjadi bagian tak terpisahkan. Ketergantungan yang muncul membuat mereka mencari cara cepat untuk mendapatkan uang. Dari situlah muncul ide yang kemudian berujung fatal, menjadikan keluarga sendiri sebagai target.
Perjalanan Hidup Anisa yang Berubah Drastis
Anisa menikah dengan Arnold Meha pada tahun 2022. Arnold, anak pertama pasangan Dumaris Sitio dan Salmon Meha, dikenal memiliki kebutuhan khusus. Meski begitu, keluarga Arnold Meha hidup mapan. Pernikahan ini membuat Anisa Florensia tampil sebagai sosok berkelas di media sosial, dengan unggahan foto-foto berpenampilan mewah.
Namun, kehidupan berada itu diduga justru memicu rasa iri di lingkaran pertemanannya. Komunikasi intens dengan teman SMP-nya, Lisbet Barasa, menjadi titik balik. Lisbet, yang bekerja di dunia hiburan malam di Medan dan terjerat narkoba bersama suami sirinya Erwandi alias Iwan (39), perlahan menyeret Anisa Florensia ke lingkaran gelap.

Terjerat dalam Dunia Gelap
Dikutip dari TribunPekanbaru.com, pada tahun 2023, Anisa meninggalkan rumah mertuanya dan menetap di Medan bersama Lisbet. Ia ikut bekerja di SPA dan hiburan malam, lalu berkenalan dengan Selamat alias Amat bin Ali Asan (34), teman suami siri Lisbet. Hubungan siri dengan Selamat membuat Anisa semakin jauh dari kehidupan lamanya.
Keempatnya – Anisa, Lisbet, Erwandi, dan Selamat – menjadi pecandu narkoba. Ketergantungan ini mendorong mereka mencari jalan pintas untuk mendapatkan uang. Lisbet kemudian diduga mengusulkan kepada Anisa untuk merencanakan perampokan terhadap keluarga Arnold Meha di Rumbai Pekanbaru, yang dikenal berada.
Dari Perampokan ke Pembunuhan
Pada 8 April 2026, Anisa dan Selamat lebih dulu menggasak rumah keluarga Dumaris Sitio, mencuri Rp4 juta saat hanya Arnold berada di rumah. Aksi pencurian ini menjadi pemanasan sebelum rencana besar. Tanggal 25 April 2026, keempat pelaku tiba di Pekanbaru dan menginap di hotel melati di Jalan Riau. Mereka melakukan survei lokasi rumah korban. Rencana awal merampok berubah menjadi pembunuhan berencana terhadap seluruh penghuni rumah.
Pada 29 April, Anisa menghubungi Arnold dan mengajaknya bertemu di Jalan Sudirman. Setelah itu, mereka menuju rumah Dumaris Sitio. Anisa dan Lisbet masuk lebih dulu, berpura-pura bersilaturahmi. Tak lama kemudian, Selamat (SL) masuk dengan alasan menagih uang taksi online. Dengan balok kayu yang dibawa dari hotel, Selamat menghantam dada dan kepala Dumaris Sitio hingga tewas di kursi ruang tamu.
Mayat korban diseret ke kamar mandi, sementara CCTV rumah dirusak. Arnold yang tiba di rumah kemudian diajak pergi oleh pelaku, dengan rencana untuk juga menghabisinya. Namun eksekusi terhadap Arnold batal setelah pelaku panik di Minas, Siak. Arnold diberi Rp50 ribu dan disuruh pulang.
Motif dan Penangkapan
Kepada polisi, motif utama Anisa mengaku sakit hati. Ia mengaku tersinggung dengan ucapan keluarga mertuanya selama tinggal di rumah tersebut pada tahun 2022-2023 silam. Dendam bercampur dengan pengaruh narkoba menjadikan Anisa Florensia Tumanggor menjadi otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.
Polisi akhirnya membekuk keempat pelaku. Anisa dan Selamat ditangkap di Aceh Tengah, sementara Erwandi dan Lisbet ditangkap di Binjai, Sumut. Dua pelaku laki-laki dilumpuhkan dengan timah panas karena melawan saat penangkapan.
Identitas Keempat Pelaku
- Anisa Florensia Tumanggor (21) – warga Kuta Sabah, Parlilitan, Humbang Hasundutan, menantu korban, otak pelaku (positif narkoba).
- Lisbet Barasa (22) – warga Sihotang Hasugian, Parlilitan, teman SMP Anisa, rekan kerja di hiburan malam dan SPA (positif narkoba).
- Selamat alias Amat bin Ali Asan (34) – warga Bener Meriah, Aceh, eksekutor, pasangan siri Anisa Florensia (positif narkoba).
- Erwandi alias Iwan (39) – warga Bener Meriah, Aceh, pasangan siri Lisbet, (positif narkoba).
Setelah melakukan perampokan dan pembunuhan terhadap Dumaris Sitio, keempatnya sempat melakukan pesta narkoba di Medan, sebelum berpencar ke Aceh Tengah dan Binjai. Kasus ini menjadi potret kelam bagaimana pergaulan dan narkoba dapat menghancurkan kehidupan seseorang. Dari menantu yang hidup berada, Anisa kini harus menghadapi jeratan hukum sebagai otak pembunuhan terhadap mertua sendiri.



