Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Rabu, 6 Mei 2026
Trending
  • Guru Sehat, Sekolah Berkualitas: Dasar Pendidikan Unggul
  • Promo JSM 3 Mei 2026: Popok Rp41.900, Minyak Goreng 2L Rp37.900
  • Pertandingan Malam Ini, Persijap Tanpa Bintang, Persija Percaya Diri
  • Hasil Final Thomas Cup 2026: China Juara, Atasi Tiga Tunggal Prancis, Dekati Rekor Indonesia
  • Skenario Pembunuhan dan Perampokan Mertua di Riau, Pelaku Cium Tangan hingga Tagihan Ojol Palsu
  • KSP Dudung Akui Dugaan Penjualan Titik Dapur MBG, Janji Cek Langsung ke Lapangan
  • Bacaan Injil Katolik 4 Mei 2026: Renungan Harian yang Menyentuh Hati
  • Jelajahi Dunia Seni Digital di Immersify Malaysia dengan Pengalaman Menarik
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Hobi»Kebun Binatang Surabaya Kirim Komodo ke Jepang
Hobi

Kebun Binatang Surabaya Kirim Komodo ke Jepang

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover6 Mei 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kerja Sama KBS dan iZoo Shizuoka dalam Pembiakan Komodo



Perumda Kebun Binatang Surabaya (KBS) resmi menjalin kerja sama dengan iZoo Shizuoka, Jepang. Kesepakatan ini dilakukan melalui skema breeding loan atau peminjaman komodo (Varanus komodoensis) milik Indonesia untuk pembiakan guna memperkuat upaya pelestarian satwa di lembaga konservasi terbesar di Negeri Sakura itu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini hanya sebatas peminjaman salah satu jenis reptil purba tersebut. Keberhasilan KBS dalam mengembangbiakkan satwa asal Nusa Tenggara Timur menjadi alasan utama ketertarikan pihak Jepang untuk melakukan kolaborasi.

“Karena kita berhasil dalam mengembangbiakan komodo, maka di Jepang itu karena binatang terbesar reptil, mereka meminta kita untuk meminjamkan komodo,” ujar Eri.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI tersebut menegaskan bahwa status komodo yang menjadi bagian dari kerja sama tersebut adalah pinjaman dengan durasi lima tahun, bukan pertukaran secara permanen. Seluruh proses akan diawasi secara ketat oleh kedua belah pihak.

“Jadi nanti satwa kita komodo yang ada di Jepang akan sama-sama kita pantau. Jadi ketika dalam masa lima tahun ini ada yang mungkin sakit, bisa ditarik kembali,” tambahnya.

Selain misi konservasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata kedua negara. Eri meyakini kehadiran komodo di Shizuoka dan rencana kehadiran satwa baru di KBS nantinya akan mendongkrak angka kunjungan wisatawan.

Menariknya, ia memberikan kisi-kisi mengenai kehadiran satwa asal Jepang yang akan menjadi koleksi KBS teranyar di masa depan. Ia menjelaskan bahwa satwa jenis mamalia dengan ciri-ciri berwarna merah tersebut akan menambah keinginan masyarakat untuk mengunjungi KBS.

“Saya ingin merahasiakan dulu sampai binatangnya datang. Jadi itu menjadi surprise-nya untuk orang Surabaya karena warnanya merah. Bukan reptil tapi mamalia,” ungkapnya.

Sementara, Direktur Operasional Perumda KBS Nurika Widyasanti mengungkapkan terdapat kurang lebih 50 ekor komodo yang dikelola pihaknya. Ia memastikan bahwa dua ekor atau sepasang komodo yang akan dikirim pihaknya tersebut telah melewati kajian mendalam agar tidak mengganggu proses pembiakan internal. Satwa yang dipilih pun berusia produktif, yakni antara 8 hingga 12 tahun.

“Dari pemerintah pusat ada kajian-kajian tersendiri, sehingga tetap bisa mempertahankan. Paling tidak secara proses breeding di KBS tidak terhenti dikarenakan sepasang komodo ini nanti diberangkatkan ke sana,” tuturnya.

Ia juga menekankan aspek legalitas kepemilikan. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kedua belah pihak, komodo beserta keturunannya tersebut tetap menjadi aset negara Indonesia.

“Akan dikembalikan lagi, kita perjanjiannya 5 tahun. Setelah kita penandatanganan, untuk berikutnya kita akan mulai secara administrasi prosedur pengirimannya,” ucapnya.

Mengenai kondisi iklim antara Indonesia dan Jepang yang berlawanan, manajemen Perumda KBS memastikan bahwa seluruh fasilitas pendukung yang terdapat di iZoo Shizuoka melalui inspeksi ketat oleh pemerintah melalui Kementerian Kehutanan RI. Kandang yang dipersiapkan oleh lembaga konservasi Jepang itu disebut-sebut telah berteknologi muktahir, yakni mampu menyesuaikan suhu yang sesuai dengan habitat asli komodo di tanah air.

“Pak Direktur dan Pak Menteri sudah melakukan ya, ibaratnya cek sarana prasarana sebelum menyetujui peminjaman tersebut. Jadi, beliau sudah sampai ke Jepang, tahu sarana prasarana di sana, sudah ada pengatur suhu, dan lain sebagainya. Intinya menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan komodo di sini. Jadi mereka sudah membuatkan kandang dengan pengkondisian,” ungkapnya.

Saat ini, proses keberangkatan komodo menuju Shizuoka tinggal menunggu finalisasi izin administrasi oleh Presiden Prabowo Subianto, di mana hal tersebut mengacu pada UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya juncto PP 8/1999. Proses tersebut diprediksi akan rampung satu hingga dua bulan ke depan.

Director of iZoo Japan Tsuyoshi Shirawa menyatakan pihaknya telah mempersiapkan seluruh kebutuhan penunjang bagi sepasang komodo yang menyerupai habitat asli Indonesia dalam waktu satu dekade terakhir.

“Intinya dari MoU itu kesepakatan cuma peminjaman saja, meskipun nanti di sana itu (komodo) beranak, tetap itu punya Indonesia, tidak akan ke mana-mana tanpa izin Indonesia,” tegas Shirawa.

Shirawa juga mengungkapkan tingginya antusiasme masyarakat Jepang yang menanti kehadiran komodo. Karenanya, ia optimistis kehadiran satwa langka tersebut di iZoo akan berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Masyarakat di sana menantikan pengembangbiakan. Orang Jepang merasa senang karena ada kehadiran komodo di sana. Nanti kalau dipinjamkan di sana mungkin pengunjungnya akan lebih banyak lagi untuk di iZoo,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Geliat Peternak Sapi Jumbo di Blora Menjelang Iduladha

6 Mei 2026

Perbedaan Khiban dan French Khimar, Mana yang Lebih Modis?

5 Mei 2026

Fakta Menarik: Gajah Mendengar Suara dari Jarak 32 KM dengan Kaki

5 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Guru Sehat, Sekolah Berkualitas: Dasar Pendidikan Unggul

6 Mei 2026

Promo JSM 3 Mei 2026: Popok Rp41.900, Minyak Goreng 2L Rp37.900

6 Mei 2026

Pertandingan Malam Ini, Persijap Tanpa Bintang, Persija Percaya Diri

6 Mei 2026

Hasil Final Thomas Cup 2026: China Juara, Atasi Tiga Tunggal Prancis, Dekati Rekor Indonesia

6 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?