Pembukaan Kembali Wisata Pendakian Gunung Semeru
Gunung Semeru, yang terletak di Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali dibuka untuk aktivitas pendakian setelah ditutup selama sekitar lima bulan akibat erupsi lahar. Pembukaan ini dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) dengan menerapkan sejumlah aturan ketat guna menjaga keselamatan para pendaki.
Pembukaan wisata pendakian ini diumumkan melalui surat resmi yang ditandatangani oleh Kepala BBTNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha. Sebelumnya, aktivitas pendakian sempat ditutup total sejak 19 November 2025 lalu karena ancaman erupsi lahar. Keputusan ini diambil setelah adanya koordinasi ketat dengan berbagai pihak terkait.
Batasan Jalur dan Kuota Pendakian
Meskipun telah dibuka kembali, jalur pendakian tetap memiliki batasan yang harus ditaati oleh para pendaki demi faktor keamanan. Batas akhir pendakian hanya diperbolehkan hingga Ranu Kumbolo. Selain itu, BBTNBTS juga memberlakukan kuota pendakian yang sangat terbatas, yaitu hanya 200 orang per hari.
Setiap calon pendaki wajib melakukan pembelian tiket secara online melalui situs resmi di https://bromotenggersemeru.id. “Setiap pendaki wajib mengikuti standar operasional prosedur yang telah ditetapkan,” tegas Rudijanta.
Solusi bagi Pendaki Terdampak
BBTNBTS juga memberikan solusi bagi para pendaki yang telah memesan tiket sebelum penutupan dilakukan pada 19 November 2025 lalu. Mereka dapat melakukan penjadwalan ulang atau reschedule. “Pendaki yang sudah melakukan pemesanan secara online pada tanggal 19 November sampai 18 Desember 2025 dapat melakukan reschedule atau penjadwalan ulang,” ujarnya.
Wisatawan Asing Mengunjungi Lumajang
Di sisi lain, wisata di Kabupaten Lumajang tercatat sebagai destinasi yang paling banyak dikunjungi wisatawan asing di Jawa Timur selama libur Lebaran 2026. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, sebanyak 22.091 wisatawan mancanegara datang ke Jawa Timur dalam rentang waktu 14 Maret hingga 5 April 2026.
Kabupaten Lumajang menjadi daerah yang paling banyak dikunjungi, disusul oleh Kota Surabaya, Kota Malang, Kabupaten Banyuwangi, dan Bondowoso. Dua daya tarik wisata di Lumajang, yaitu Tumpak Sewu dan Teras Semeru di Kecamatan Pronojiwo, menempati peringkat satu dan dua di Jawa Timur dalam hal kunjungan pelancong luar negeri.
Dampak Ekonomi dan Keberhasilan Pariwisata
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menilai capaian ini menunjukkan pembangunan pariwisata telah berhasil dan terukur. Menurutnya, hal ini akan mendongkrak ekonomi lokal secara lebih masif. “Pariwisata tidak berdiri sendiri. Ia terhubung langsung dengan ekonomi masyarakat, terutama sektor usaha kecil dan layanan lokal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang akan terus melakukan penguatan potensi wisata alam yang saat ini menjadi daya tarik utama wisatawan. Indah menjamin pengelolaan wisata alam tidak akan merusak lingkungan Lumajang yang dapat menyebabkan terjadinya bencana alam di kemudian hari.
Statistik Kunjungan dan Tantangan Infrastruktur
Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Air Terjun Tumpak Sewu dikunjungi sebanyak 3.558 wisatawan mancanegara selama periode 14-31 Maret 2026. Sementara itu, destinasi wisata Teras Semeru mencatat ada 1.271 wisatawan asing yang datang selama libur Lebaran.
Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Lumajang, Bonni Momenta, menilai potensi wisata ini harus dikelola dengan baik agar wisatawan tidak jenuh untuk terus berkunjung. “Perlu pengemasan lebih baik, jalan-jalan juga perlu diperbaiki ke arah sana,” tambahnya.
Bonni menilai jika akses jalan menuju tempat wisata bagus, pasti akan lebih banyak wisatawan lain yang berkunjung. Hal ini dikarenakan promo pariwisata paling efektif dilakukan oleh pengunjung itu sendiri. “Wisata itu dapat ditularkan dari mulut ke mulut terutama wisatawan domestik. Kalau wisatawan mancanegara itu perlu promo,” papar Bonni.



