Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Kamis, 30 April 2026
Trending
  • Ini Bukan Derbi, Tapi Pesta! Pesan Haru Bonek Nyalakan Semangat Persebaya Jelang Lawan Arema FC
  • Setelah kecelakaan, atlet tinju emas Asian Games pulang dari rumah sakit, ini ujar Pino Bahari
  • 11 pengalaman istimewa yang membentuk cara pandang orang kaya
  • Jadwal Kapal Kupang-Waingapu Mei 2026, Termasuk Harga Tiket KM Wilis
  • Hasil Uber Cup 2026: Indonesia Kalahkan Kanada dengan Selisih Tipis, Di Bawah Taiwan
  • Daerah Berprestasi Dapat Insentif, Mendagri Tito Siapkan Rp1 Triliun
  • Bayi diikat di daycare Yogyakarta, polisi usahakan segera ungkap kasus
  • Gaji Tim Cook Sebagai CEO Apple, Bonusnya Tembus Triliunan
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Hukum»Bayi diikat di daycare Yogyakarta, polisi usahakan segera ungkap kasus
Hukum

Bayi diikat di daycare Yogyakarta, polisi usahakan segera ungkap kasus

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover30 April 2026Tidak ada komentar5 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kasus Kekerasan terhadap Bayi di Daycare Umbulharjo, Yogyakarta

Kasus dugaan kekerasan terhadap bayi di sebuah daycare di Umbulharjo, Yogyakarta, kini menjadi sorotan publik setelah foto dan video yang menunjukkan kondisi anak-anak dalam keadaan terikat beredar luas di media sosial. Kejadian ini memicu kemarahan masyarakat, khususnya para orang tua yang merasa khawatir akan keselamatan anak-anak mereka di tempat penitipan.

Dalam video yang viral, bayi-bayi tampak dalam kondisi tidak berdaya, dengan tali mengikat kaki mereka sementara tubuhnya tanpa pakaian. Peristiwa ini menimbulkan dugaan adanya perlakuan tidak manusiawi dari pihak pengasuh. Akibatnya, korban disebut mengalami trauma mendalam yang dikhawatirkan berdampak pada perkembangan psikologisnya.

Tidak hanya satu, laporan yang masuk mengindikasikan adanya lebih dari satu korban dalam kasus yang sama. Pihak kepolisian pun bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara pihak pengelola daycare turut diperiksa guna memastikan tanggung jawab mereka.

Kasus ini membuka kembali perbincangan soal standar keamanan dan pengawasan di tempat penitipan anak. Masyarakat kini menunggu langkah tegas aparat untuk memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Keluarga Korban Berbicara

Salah satu keluarga korban akhirnya angkat bicara. Dalam wawancara dengan Tribunnews, bibi dari salah satu bayi dalam foto tersebut membenarkan keponakannya menjadi korban dalam kasus yang ramai diperbincangkan itu. Ia adalah yang membagikan foto bergambar bayi-bayi dalam posisi tidur, tak mengenakan baju, sementara kedua kakinya diikat tali.

“Iya kak. Keponakanku itu ada di dalam foto itu,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan laporan resmi telah diajukan ke pihak berwajib. “Laporan sudah pada masuk semalem di polresta kak. Senin atau selasa perkembangan kasusnya diinfo lagi,” tambahnya.

Mengutip laporan Tribun Jogja, aparat dari Polresta Yogyakarta telah menggerebek daycare tersebut setelah menerima laporan dugaan kekerasan dari sejumlah orang tua. Penggerebekan dilakukan untuk mengamankan barang bukti sekaligus memeriksa kondisi tempat penitipan anak yang sebelumnya dikenal memiliki citra baik di masyarakat.

Pihak kepolisian menyatakan masih melakukan pendalaman kasus dengan memeriksa pengelola serta pengasuh daycare. Proses hukum kini berjalan untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi.

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian membenarkan terkait penggerebakan tersebut. “Iya benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi sore baru saja melakukan menggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah umbulharjo,” katanya, saat dikonfirmasi Jumat malam. Riski mengatakan, diduga kuat beberapa oknum di dalamnya melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak.

“Diduga kuat memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakukan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” terang Riski.

Pengalaman Orang Tua

Pada Sabtu pagi (25/4/2026), rombongan orang tua wali yang merasa terpukul mendatangi Mapolresta Yogyakarta untuk mengungkap fakta-fakta memilukan yang dialami anak mereka. Noorman, salah satu orang tua yang menitipkan dua anaknya sejak 2022 hingga 2025, mengaku terhenyak saat menyadari pola luka yang dialami buah hatinya.

Ia mengungkapkan adanya indikasi perlakuan tidak manusiawi, mulai dari anak-anak yang diikat hingga dibiarkan tanpa busana. “Ternyata perlakuan di daycare selama kami titipkan itu tidak manusiawi. Melihat dari bukti-bukti video yang kemarin kita lihat di TKP. Jadi dari video memang kita tidak terlalu jelas siapa anak-anak itu karena mungkin terbatas videonya,” katanya, saat ditemui di Polresta Yogyakarta.

Indikasi kekerasan ini semakin menguat karena adanya kesamaan luka antar-anak. “Nah itu perlakuannya seperti itu yang saya alami. Kemudian ada beberapa luka di bagian badan, tapi kebetulan anak saya juga pernah mengalami luka tersebut. Dan luka tersebut ternyata sama dengan luka anak orangtua lain yang anaknya dititipkan di sana, jadi kita tahu bahwa ternyata lukanya sama,” ungkapnya.

Bahkan, Noorman mencurigai adanya upaya manipulasi dari pihak pengelola saat ia menemukan luka di punggung dan bibir anaknya. “Jadi mereka bilang ini luka dari rumah ya, bun,” ucap Noorman menirukan dalih pihak daycare. Padahal, ia memastikan kondisi anaknya sehat saat dimandikan di rumah sebelum berangkat.

Dampak Kesehatan dan Trauma Psikis

Tak hanya luka fisik, dampak kesehatan serius juga muncul. Selain biaya bulanan berkisar Rp900 ribu hingga di atas Rp1 juta, para orang tua justru harus menanggung biaya medis karena anak-anak mereka jatuh sakit secara beruntun. “Nah ternyata yang kena pneumonia tidak hanya anak saya, tapi ternyata ada beberapa anak juga Pneumonia,” ungkap Noorman lesu.

Kisah pedih serupa disampaikan Choirunisa (34). Ia baru menyadari kondisi sebenarnya saat menjemput anaknya pada Jumat sore dan melihat lokasi sudah dijaga pihak kepolisian. Anaknya yang berusia 1,5 tahun kini mengalami penurunan berat badan dan sakit berkepanjangan. “Dia pilek sampai sekarang belum sembuh. Terus batuk, biasanya nggak pernah batuk. Batuknya sampai mutah-mutah terus. Berat badannya juga dari hampir sembilan, jadi turun sampai delapan. Lukanya, ini ada fotonya. Ini semalam,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Choirunisa juga menunjukkan bukti tangan anaknya yang melepuh, yang sebelumnya diklaim pihak daycare sebagai cacar air. “Kayak gini (melepuh) ini pas hari Jumat juga, dua minggu lalu. Bilangnya kena cacar air atau gimana. Tapi kalau kena cacar air, itu cuma bagian tangan sini sampai ini saja. Itu tangan dua-duanya, seperti melepuh,” ujarnya.

Hal yang paling menyesakkan adalah trauma psikis yang terbawa ke rumah. Akibat sering dipaksa tidur di lantai tanpa alas di daycare, anak Choirunisa kini mengalami gangguan perilaku saat istirahat. “Dia menangis minta tidur di bawah, kebiasan di daycare ternyata tidurnya di bawah,” terangnya.

Kasus ini sebelumnya terungkap setelah polisi melakukan penggrebekan ke lokasi daycare yang berada di Umbulharjo tersebut. Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi daycare. Saat ini dugaan adanya penganiayaan dan tindakan tidak manusiawi dari pegawai daycare masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Kasus Kekerasan Daycare Little Aresha: Pemilik Diduga Hakim Ahmad Sahroni Dipecat dan Dituntut Pidana

30 April 2026

Daftar 8 Aset Bos Timah Afat yang Dibekui Stiker Kejari Basel, Termasuk Vila Unik di Hutan Karet

30 April 2026

Nestapa Anak di Daycare Little Aresha Jogja

29 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Ini Bukan Derbi, Tapi Pesta! Pesan Haru Bonek Nyalakan Semangat Persebaya Jelang Lawan Arema FC

30 April 2026

Setelah kecelakaan, atlet tinju emas Asian Games pulang dari rumah sakit, ini ujar Pino Bahari

30 April 2026

11 pengalaman istimewa yang membentuk cara pandang orang kaya

30 April 2026

Jadwal Kapal Kupang-Waingapu Mei 2026, Termasuk Harga Tiket KM Wilis

30 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?