Wali Kota Bekasi Berencana Terapkan Hari Bahasa Jepang untuk Siswa
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memiliki rencana khusus dalam meningkatkan kemampuan siswa di kota tersebut. Salah satu inisiatif yang sedang dipersiapkan adalah One Day Japanese atau satu hari berbahasa Jepang bagi siswa. Rencana ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mempersiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan global.
Tri Adhianto menilai bahwa penggunaan bahasa asing di lingkungan publik dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan siswa. Hal ini tidak hanya terbatas pada bahasa Inggris, tetapi juga mencakup bahasa Jepang. Menurutnya, peningkatan kemampuan berbahasa asing akan menjadi bekal penting bagi siswa yang ingin bekerja di luar negeri.
Kebijakan Penggunaan Bahasa Inggris di Lingkungan Pemkot Bekasi
Selain itu, Wali Kota Bekasi juga telah menerapkan aturan penggunaan bahasa Inggris di lingkungan Pemkot Bekasi. Kebijakan ini akan diberlakukan secara wajib kepada seluruh pegawai dan staf pemerintah daerah. Tri Adhianto menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi tantangan global.
“Kami ingin agar semua ASN bisa berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan kompetensi dalam kerja sama internasional.
Penerapan bahasa Inggris juga dilakukan dalam rapat-rapat resmi. Sebelumnya, suasana rapat di Gedung Teknis Bersama Kota Bekasi, Kecamatan Rawalumbu, terlihat berbeda ketika Tri Adhianto memimpin rapat menggunakan bahasa Inggris. Seluruh peserta rapat, termasuk para pejabat dan staf, juga menggunakan bahasa Inggris selama acara berlangsung.
Kerja Sama dengan Izumisano, Jepang
Kebijakan penggunaan bahasa Inggris dan Jepang ini diambil seiring kerja sama yang telah dibangun antara Pemkot Bekasi dengan Izumisano, sebuah wilayah di Jepang. Kerja sama ini membuka peluang besar bagi warga Bekasi untuk bekerja di berbagai sektor di Jepang, mulai dari industri hingga pertanian.
Tri Adhianto menjelaskan bahwa pihak Izumisano memberikan ruang yang cukup besar bagi anak-anak Kota Bekasi yang ingin bekerja di sana. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia sejak dini, terutama dalam penguasaan bahasa asing sebagai bekal utama.
Program ‘One Day English’ dan Evaluasi Kinerja ASN
Program One Day English juga diterapkan sebagai bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan Pemkot Bekasi. Setiap minggu, seluruh pegawai diwajibkan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Tri Adhianto menegaskan bahwa program ini tidak sekadar formalitas, tetapi bagian dari sistem evaluasi kinerja yang terukur.
Dalam pelaksanaannya, setiap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus memastikan bahwa jajaran hingga ke tingkat staff siap dalam penggunaan bahasa Inggris. Para ASN juga diminta merekam aktivitas rapat sebagai bahan evaluasi. Rekaman tersebut akan diserahkan ke Asisten Daerah (Asda) masing-masing untuk pengawasan lebih lanjut.
Keberlanjutan dan Adaptasi Budaya Kerja
Tri Adhianto berharap langkah kebijakan ini dapat menciptakan standar pemahaman yang sama di antara seluruh OPD sekaligus mendorong peningkatan kompetensi secara merata. Ia menegaskan bahwa program One Day English adalah bagian dari transformasi budaya kerja di lingkungan Pemkot Bekasi, agar lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan global.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan masyarakat juga dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Peningkatan kualitas ASN akan terus dilakukan secara berkelanjutan, guna mendukung visi kota yang lebih maju dan berkualitas.



